alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Siapkan 1.430 Vial, Dinkes Mulai Vaksin Tokoh Masyarakat

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Program vaksinasi tahap dua untuk dosis pertama kemarin (26/2) mulai menyasar tokoh masyarakat. Untuk menyukseskan program tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan menyiapkan Sinovac sebanyak 1.430 vial. Nantinya, 1 vial Sinovac bisa meng-cover 10 orang. Total yang divaksin lebih 7.000 orang.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengakui mulai menyuntikkan Sinovac terhadap tokoh masyarakat. Sehari sebelumnya, pihaknya melakukan vaksinasi terhadap 100 lebih anggota Polres Bangkalan. ”Yang divaksin sekarang adalah kiai, ibu nyai, dan para lora,” katanya.

Menurut Sudiyo, dari 30 orang yang hadir pada program vaksinasi tahap dua pada dosis pertama, dua orang belum bisa divaksin. Sebab, hasil skrining dua orang tersebut tidak memungkinkan dilakukan penyuntikan Sinovac. Penyebabnya, yang bersangkutan kemungkinan memiliki penyakit penyerta.

Baca Juga :  Minta Kapolres Baru Serius Tangani Korupsi

”Vaksin tahap kedua ini multidose. Kalau yang tahap pertama itu singledose. Setiap satu dosis, isinya 5 cc. Sedangkan kebutuhan per orang hanya 0,5 cc. Berarti satu botol bisa dipakai 10 orang,” ucap Sudiyo.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, sejak awal pihaknya memantau program vaksinasi tahap kedua untuk kiai, ibu nyai, dan para lora. ”Alhamdulillah, para kiai, ibu nyai, dan lora nantinya bisa menjadi contoh. Vaksin itu aman dan halal,” ucap bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Ra Latif mengungkapkan, setelah 30 menit divaksin, dirinya lalu menanyakan kondisi kiai, ibu nyai, dan lora. Hasilnya, Sinovac tidak menimbulkan dampak apa pun. ”Tidak ada gejala apa pun setelah divaksin. Sinovac aman kok. Tidak perlu khawatir. Tokoh masyarakat saja mau divaksin,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasokan Air Tersendat, Warga Mandi di Sungai

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Pengasuh Ponpes Annuroniyah Demangan Timur KH. Mohammad Faisol Anwar mengungkapkan, setelah divaksin, dirinya tidak merasakan dampak apa-apa. ”Aman-aman saja. Tidak sakit, mual, deman, dan lainnya. Saya pikir tidak perlu takut divaksin. Sebab, betul-betul tidak ada gejala apa pun setelah divaksin,” tandasnya. 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Program vaksinasi tahap dua untuk dosis pertama kemarin (26/2) mulai menyasar tokoh masyarakat. Untuk menyukseskan program tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan menyiapkan Sinovac sebanyak 1.430 vial. Nantinya, 1 vial Sinovac bisa meng-cover 10 orang. Total yang divaksin lebih 7.000 orang.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengakui mulai menyuntikkan Sinovac terhadap tokoh masyarakat. Sehari sebelumnya, pihaknya melakukan vaksinasi terhadap 100 lebih anggota Polres Bangkalan. ”Yang divaksin sekarang adalah kiai, ibu nyai, dan para lora,” katanya.

Menurut Sudiyo, dari 30 orang yang hadir pada program vaksinasi tahap dua pada dosis pertama, dua orang belum bisa divaksin. Sebab, hasil skrining dua orang tersebut tidak memungkinkan dilakukan penyuntikan Sinovac. Penyebabnya, yang bersangkutan kemungkinan memiliki penyakit penyerta.

Baca Juga :  Aneh, DPMD Tutupi SPj Realisasi Program

”Vaksin tahap kedua ini multidose. Kalau yang tahap pertama itu singledose. Setiap satu dosis, isinya 5 cc. Sedangkan kebutuhan per orang hanya 0,5 cc. Berarti satu botol bisa dipakai 10 orang,” ucap Sudiyo.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, sejak awal pihaknya memantau program vaksinasi tahap kedua untuk kiai, ibu nyai, dan para lora. ”Alhamdulillah, para kiai, ibu nyai, dan lora nantinya bisa menjadi contoh. Vaksin itu aman dan halal,” ucap bupati yang akrab disapa Ra Latif itu.

Ra Latif mengungkapkan, setelah 30 menit divaksin, dirinya lalu menanyakan kondisi kiai, ibu nyai, dan lora. Hasilnya, Sinovac tidak menimbulkan dampak apa pun. ”Tidak ada gejala apa pun setelah divaksin. Sinovac aman kok. Tidak perlu khawatir. Tokoh masyarakat saja mau divaksin,” ujarnya.

Baca Juga :  Tuntut Dinkes Tegas Tindak RS Nakal

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Pengasuh Ponpes Annuroniyah Demangan Timur KH. Mohammad Faisol Anwar mengungkapkan, setelah divaksin, dirinya tidak merasakan dampak apa-apa. ”Aman-aman saja. Tidak sakit, mual, deman, dan lainnya. Saya pikir tidak perlu takut divaksin. Sebab, betul-betul tidak ada gejala apa pun setelah divaksin,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/