Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Permudah Transaksi, QRIS dan EDC BRI Jadi Andalan Tomoro Coffee

H
Penulis: Hera Marylia❯
BERI KEMUDAHAN: Pengunjung Tomoro Coffee di Jalan Kartini, Keraton, Bangkalan, tengah melakukan pembayaran menggunakan EDC. (BRI UNTUK JPRM)
BERI KEMUDAHAN: Pengunjung Tomoro Coffee di Jalan Kartini, Keraton, Bangkalan, tengah melakukan pembayaran menggunakan EDC. (BRI UNTUK JPRM)

Advertisement

BANGKALAN, RadarMadura.id – Ekosistem pembayaran nontunai makin masif merambah sektor kuliner di Kabupaten Bangkalan.

Advertisement

Salah satunya pada Tomoro Coffee yang kini mengoptimalkan integrasi teknologi pembayaran digital.

​Penerapan sarana pembayaran modern berupa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta mesin Electronic Data Capture (EDC) Bank Rakyat Indonesia (BRI) terbukti membawa dampak signifikan.

Kehadiran fasilitas perbankan tersebut mampu mempermudah alur transaksi harian secara menyeluruh.

Advertisement

​Bagi manajemen kedai, digitalisasi sistem pembayaran ini tidak sekadar mempercepat proses bertransaksi di kasir.

Penggunaan perangkat perbankan tersebut juga berimplikasi langsung pada efisiensi operasional harian.

​Owner Tomoro Coffee Bangkalan Nina Aisyah Hakim mengungkapkan, skema pembayaran digital berbasis QRIS menjadi pilihan favorit para pengunjung, terutama dari kalangan anak muda.

Di sisi lain, pembukuan dan pencatatan arus kas kedai menjadi jauh lebih teratur serta sistematis.

”Pembayaran menggunakan QRIS permudah transaksi, pembukuan keuangan juga lebih sistematis,” jelasnya.

​Nina menjelaskan, ketersediaan sarana transaksi digital tersebut juga menyelesaikan persoalan teknis di lapangan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Disperinaker Bangkalan Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Disperinaker Bangkalan Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal.

Dosen Farmasi Latih KWT Bangkalan Olah Jahe hingga Kunyit Jadi Produk Bernilai Jual

Dosen Farmasi Latih KWT Bangkalan Olah Jahe hingga Kunyit Jadi Produk Bernilai Jual

Dosen Universitas Noor Huda Mustofa dan UPN Veteran Jatim melatih KWT Bangkalan mengolah biofarmaka menjadi produk bernilai jual.

Atlet Dayung Bangkalan Bawa Pulang Tiga Medali Emas di SRC

Atlet Dayung Bangkalan Bawa Pulang Tiga Medali Emas di SRC

Selain tiga medali emas, atlet dayung Bangkalan juga membawa pulang medali perak melalui Avizena Alfazia pada kategori beginner putra/putri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer