
PESANTREN merupakan lembaga pendidikan tertua di Bumi Nusantara. Jauh sebelum adanya lembaga pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi, pondok pesantren (pesantren) telah lebih dulu hadir sebagai pusat pendidikan keagamaan di tanah air.
Maka tidak berlebihan jika menyebut pesantren lebih dulu ada sebelum Indonesia merdeka.
Banyak tokoh prakemerdekaan yang lahir dari rahim pesantren. Sebut saja, KH. Hasyim Asy'ari dan gurunya KH. Syaikhona Muhammad Kholil.
Kedua sosok yang memiliki nasab keilmuan antara guru dan murid itu punya andil besar atas berdirinya Indonesia.
Indikasinya, puluhan tahun sebelum Indonesia merdeka, Syaikhona Muhammad Kholil telah menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada para santrinya.
Itu dibuktikan dengan ditemukannya tulisan Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air bagian dari imam) pada salah satu kitab Syaikhona Muhammad Kholil.
Sedangkan, salah satu kontribusi besar KH. Hasyim Asy'ari bagi bangsa Indonesia adalah dikeluarkannya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Yaitu, seruan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kolonialisme Belanda dan sekutunya.
Panggilan jihad itu membangkitkan nasionalisme kaum sarungan. Mulai dari para santri, kiai, dan umat Islam lainnya.
Lewat pertempuran sengit dan berdarah di Surabaya, kaum sarungan akhirnya mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




