
BANGKALAN, RadarMadura.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mewacanakan melakukan penyesuaian insentif terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Alasannya, jumlah makanan yang disalurkan dapur tidak sama.
BGN akan menyesuaikan insentif berdasarkan jumlah penyaluran MBG.
Dapur yang menyalurkan 3 ribu porsi makanan setiap hari tetap mendapatkan insentif Rp 6 juta.
Namun, jika porsi makanan yang disalurkan di bawah 3 ribu, insentifnya akan disesuaikan.
Misalnya, dapur yang mendistribusikan 2.500 porsi insentifnya Rp 5 juta.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku sudah mengetahui wacana pengurangan insentif SPPG tersebut.
Namun, dia pesimistis rencana itu bisa terealisasi dalam waktu dekat.
Sebab, sebelumnya juga sempat dibahas namun tidak ada kebijakan yang mengatur soal pemberian insentif tersebut.
”Katanya memang akan disesuaikan, tapi saya tidak yakin akan terealisasi. Itu pernah juga dibahas dulu,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




