Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tomas Desak Polisi Segera Amankan Oknum Lora

H

BERI PENDAMPINGAN: Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Bangkalan Mutmainnah mendatangi Polda Jatim pada Desember 2025. (MUTMAINNA UNTUK JPRM)
BERI PENDAMPINGAN: Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Bangkalan Mutmainnah mendatangi Polda Jatim pada Desember 2025. (MUTMAINNA UNTUK JPRM)
 


Advertisement

BANGKALAN, RadarMadura.id – Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) terus mengusut kasus dugaan pencabulan yang menyeret oknum lora di Kabupaten Bangkalan.

Namun, persoalan baru muncul. Sebab, pelapor atau korban berinisial N menghilang dari rumahnya. Keluarga menduga N diculik atau dibawa terlapor berinisial S.

Ali Maulidi selaku kuasa hukum korban mengatakan, status perkara tersebut sudah naik ke tahap penyidikan.

Advertisement

Penyidik sudah menjadwalkan pemanggilan kliennya dan para saksi. ”Ironisnya, kliennya menghilang sebelum menghadap polisi,” katanya.

Dia menyatakan akan berkoordinasi dengan penyidik Ditreskrimum Polda Jatim agar memeriksa saksi yang lain.

Di sisi lain, pihaknya akan mencari keberadaan kliennya. ”Keluarga sudah membuat laporan orang hilang ke Polres Bangkalan,” katanya.

Advertisement

Ditambahkan, dugaan tindak asusila tersebut dilakukan oleh S kepada kliennya.

Saat melancarkan aksinya, S membujuk N dengan iming-imingi akan dinikahi. Sementara oknum lora berinisial UF dengan cara meminta bantuan N.

”Terduga pelaku ini statusnya kakak beradik,” ucapnya.

Mathur Husyairi, tokoh masyarakat (tomas) Bangkalan mendesak aparat kepolisian segera mengamankan S.

Dia menyatakan sudah membuat laporan orang hilang ke Polres Bangkalan.

”Jika Rabu (14/1) besok korban belum ditemukan, kami akan melakukan aksi besar-besaran. Setelah itu berdemo ke Mapolda Jatim agar tidak bertele-tele mengusut kasus tersebut,” ujarnya.

”Karena polda lamban, akhirnya kejadian yang tidak kami duga justru terjadi. Korban berupaya untuk dihilangkan,” tudingnya.

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama memilih irit bicara saat dikonfirmasi soal laporan orang hilang tersebut.

Dia berdalih masih akan berkoordinasi dengan unit yang menangani kasus tersebut. ”Saya tanyakan dulu kepada penyidik, mohon waktu,” tuturnya. (za/yan)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Korban Pelecehan Oknum Guru di Kangean Lebih dari Satu

Korban Pelecehan Oknum Guru di Kangean Lebih dari Satu

Kapolsek Kangean AKP Maliyanto Effendi mengatakan, penanganan selanjutnya akan dilakukan oleh unit yang memiliki kewenangan khusus menangani perkara perempuan dan anak.

Polisi Tahan Warga Sumenep, Dilaporkan Rudapaksa Santri di Bawah Umur

Polisi Tahan Warga Sumenep, Dilaporkan Rudapaksa Santri di Bawah Umur

Kasatreskrim Kompol Bambang Tri S. menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban melihat percakapan antara korban dan tersangka di sebuah aplikasi, yang diduga mengarah pada adanya hubungan seksual.

Polisi Sita BB Tambahan, Kasus Dugaan Pencabulan oleh Oknum Ustad

Polisi Sita BB Tambahan, Kasus Dugaan Pencabulan oleh Oknum Ustad

MM, orang tua korban, mengaku kecewa lantaran banyak pihak justru menyayangkan langkahnya melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dengan dalih tidak ada korban yang sampai hamil.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer