23 C
Madura
Saturday, June 10, 2023

Bangkalan Diganjar Penghargaan Kinerja Pengendalian PMK Terbaik

SURABAYA – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) berbuah manis. Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan memperoleh penghargaan peringkat satu sebagai  Kabupaten dengan Kinerja Pengendalian PMK Terbaik.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Ady Karyono dan diterima Kabid Kesehatan Hewan Ali Makki di Hotel Grand Dafam Signature Surabaya, Kamis (24/11).

Kepala Disnak Bangkalan Ahmad Hafid menyatakan, penghargaan itu merupakan hasil kerja keras semua pihak. Mulai dari satgas PMK tingkat kabupaten, kecamatan hingga instansi terkait. Serta dukungan masyarakat.

”Penghargaan itu juga atas peran besar para dokter hewan dan para tenaga medik yang tanpa mengenal waktu dan lelah dalam melayani penanganan PMK,” ujarnya.

Hafid mengungkapkan, saat ini pemerintah terus fokus melakukan sosialisasi vaksinasi terhadap sapi. Capaiannya, saat ini sudah 20 persen dari total populasi di Bangkalan.

Baca Juga :  BPJS Hanya Cover 15 Pasien Katarak Setiap Bulan

”Kurang lebih 2,5 bulan sudah zero case dan tingkat kesembuhan jumlah sapi yang sakit sejumlah 6.465 ekor dan mencapai seratus persen,” kata Hafid, sapaan akrabnya.

Saat ini lembaganya gencar melakukan sosialisasi di 18 kecamatan tentang penandaan ternak sapi dan kerbau. Hasilnya saat ini sudah 10.000 ekor sapi yang telah ditandai.

Capaian Bangkalan awalnya menjadi yang terendah. Namun, dengan konsistensi dan keseriusan, akhirnya Bangkalan menjadi yang tertinggi di Pulau Garam. Serta berada di urutan ke-21 di Jawa Timur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Sugianto Zein menyatakan, saat PMK merebak, pemkab langsung melakukan gerak cepat. Bahkan, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron turun langsung ke pasar hewan Tanah Merah Mei lalu.

Baca Juga :  Warga Sampang Sabet Juara I Blogger KTS

”Respons cepat merupakan kesungguhan pemkab dalam pengendalian PMK di Bangkalan,” imbuhnya.

Sejak awal pemkab tidak pernah berharap untuk bisa mendapat penghargaan yang telah diraih. Sebab, segala hal yang telah dilakukan merupakan bentuk peran, kehadiran, dan perlindungan pemerintah terhadap para peternak hewan.

”Namun dengan penghargaan itu pemerintah akan kian termotivasi untuk terus melakukan pengendalian PMK,” katanya.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini berperan aktif dalam pengendalian dan pencegahan PMK di Bangkalan. Hal itu menjadi modal besar bagi pemerintah untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Utamanya para pemilik ternak yang sempat waswas terhadap wabah PMK. ”Kami semakin terpacu dan termotivasi untuk terus menekan bahkan meniadakan kasus PMK ini,” tukasnya. (jup/han/par)

SURABAYA – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) berbuah manis. Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan memperoleh penghargaan peringkat satu sebagai  Kabupaten dengan Kinerja Pengendalian PMK Terbaik.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Ady Karyono dan diterima Kabid Kesehatan Hewan Ali Makki di Hotel Grand Dafam Signature Surabaya, Kamis (24/11).

Kepala Disnak Bangkalan Ahmad Hafid menyatakan, penghargaan itu merupakan hasil kerja keras semua pihak. Mulai dari satgas PMK tingkat kabupaten, kecamatan hingga instansi terkait. Serta dukungan masyarakat.


”Penghargaan itu juga atas peran besar para dokter hewan dan para tenaga medik yang tanpa mengenal waktu dan lelah dalam melayani penanganan PMK,” ujarnya.

Hafid mengungkapkan, saat ini pemerintah terus fokus melakukan sosialisasi vaksinasi terhadap sapi. Capaiannya, saat ini sudah 20 persen dari total populasi di Bangkalan.

Baca Juga :  Dinkes Bangkalan Berencana Bangun Rumah Sakit Tipe D di Blega

”Kurang lebih 2,5 bulan sudah zero case dan tingkat kesembuhan jumlah sapi yang sakit sejumlah 6.465 ekor dan mencapai seratus persen,” kata Hafid, sapaan akrabnya.

Saat ini lembaganya gencar melakukan sosialisasi di 18 kecamatan tentang penandaan ternak sapi dan kerbau. Hasilnya saat ini sudah 10.000 ekor sapi yang telah ditandai.

- Advertisement -

Capaian Bangkalan awalnya menjadi yang terendah. Namun, dengan konsistensi dan keseriusan, akhirnya Bangkalan menjadi yang tertinggi di Pulau Garam. Serta berada di urutan ke-21 di Jawa Timur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Sugianto Zein menyatakan, saat PMK merebak, pemkab langsung melakukan gerak cepat. Bahkan, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron turun langsung ke pasar hewan Tanah Merah Mei lalu.

Baca Juga :  Mahasiswa Sodorkan Lima Persoalan

”Respons cepat merupakan kesungguhan pemkab dalam pengendalian PMK di Bangkalan,” imbuhnya.

Sejak awal pemkab tidak pernah berharap untuk bisa mendapat penghargaan yang telah diraih. Sebab, segala hal yang telah dilakukan merupakan bentuk peran, kehadiran, dan perlindungan pemerintah terhadap para peternak hewan.

”Namun dengan penghargaan itu pemerintah akan kian termotivasi untuk terus melakukan pengendalian PMK,” katanya.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini berperan aktif dalam pengendalian dan pencegahan PMK di Bangkalan. Hal itu menjadi modal besar bagi pemerintah untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Utamanya para pemilik ternak yang sempat waswas terhadap wabah PMK. ”Kami semakin terpacu dan termotivasi untuk terus menekan bahkan meniadakan kasus PMK ini,” tukasnya. (jup/han/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/