alexametrics
24.6 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Disdag Akui Pembinaan PKL Belum Menyeluruh

BANGKALAN – Pemerintah kabupaten (pemkab) memprogramkan pembinaan pada pedagang kaki lima (PKL) di tahun ini. Namun, pembinaan tidak dilakukan menyeluruh. Hanya menyentuh pedagang yang berjualan di kawasan wisata Syaikhona Kholil Bangkalan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Budi Utomo menerangkan, Tahun Anggaran 2019 kemungkinan pembinaan masih akan dilaksanakan bagi PKL di kawasan wisata Syaikhona Kholil. Pasalnya, proses pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan.

”Proses pembinaannya berlanjut. Tidak hanya sekali pembinaan. Jadi bisa lebih maksimal,” ujarnya Minggu (25/11).

Untuk PKL yang berjualan di tempat lainnya, Budi mengaku belum memiliki rencana pembinaan. Sebab, pembinaan pada PKL di Bangkalan akan dilakukan secara bertahap. Menyesuaikan dengan anggaran.

Baca Juga :  Ambil HP, Pukul Korban, lalu Digebuk

”Nantinya pasti kami programkan. Kan tidak semua bisa langsung ditampung,” kata mantan kepala Dinas Perikanan Bangkalan itu.

Budi menambahkan, program pembinaan tersebut diperuntukkan PKL agar lebih terampil dan tertib. Dengan adanya program tersebut diharapkan perekonomian PKL bisa meningkat dari sebelumnya. ”Diberi arahan juga agar mengikuti setiap aturan berjualan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur mengatakan, program pembinaan PKL perlu dilaksanakan dengan serius. Dengan demikian, para PKL, khususnya warga Bangkalan, bisa terangkat dari sisi perekonomiannya.

”Jadi tidak asal jualan saja. Berjualan dengan tertib juga perlu ditanamkan pada para PKL,” katanya. 

- Advertisement -

BANGKALAN – Pemerintah kabupaten (pemkab) memprogramkan pembinaan pada pedagang kaki lima (PKL) di tahun ini. Namun, pembinaan tidak dilakukan menyeluruh. Hanya menyentuh pedagang yang berjualan di kawasan wisata Syaikhona Kholil Bangkalan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Budi Utomo menerangkan, Tahun Anggaran 2019 kemungkinan pembinaan masih akan dilaksanakan bagi PKL di kawasan wisata Syaikhona Kholil. Pasalnya, proses pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan.

”Proses pembinaannya berlanjut. Tidak hanya sekali pembinaan. Jadi bisa lebih maksimal,” ujarnya Minggu (25/11).


Untuk PKL yang berjualan di tempat lainnya, Budi mengaku belum memiliki rencana pembinaan. Sebab, pembinaan pada PKL di Bangkalan akan dilakukan secara bertahap. Menyesuaikan dengan anggaran.

Baca Juga :  Siapkan Rp 2,5 Miliar untuk Relokasi PKL

”Nantinya pasti kami programkan. Kan tidak semua bisa langsung ditampung,” kata mantan kepala Dinas Perikanan Bangkalan itu.

Budi menambahkan, program pembinaan tersebut diperuntukkan PKL agar lebih terampil dan tertib. Dengan adanya program tersebut diharapkan perekonomian PKL bisa meningkat dari sebelumnya. ”Diberi arahan juga agar mengikuti setiap aturan berjualan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur mengatakan, program pembinaan PKL perlu dilaksanakan dengan serius. Dengan demikian, para PKL, khususnya warga Bangkalan, bisa terangkat dari sisi perekonomiannya.

”Jadi tidak asal jualan saja. Berjualan dengan tertib juga perlu ditanamkan pada para PKL,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/