alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Dikira Besi Tua, Ternyata Pucuk Rudal

BANGKALAN – Maksud hati ingin mendapatkan rezeki. Namun yang hendak dijual benda berbahaya dan berisiko tinggi. Itu dialami Mahdapi. Pria 45 tahun asal Jember itu menemukan besi dengan panjang sekitar 25 sentimeter dan berat sekitar 20 kilogram di sekitar jalan Desa Kesek, Kecamatan Labang, Bangkalan, Minggu (25/11).

Sekitar pukul 10.00, Mahdapi menjalani aktivitas sehari-hari sebagai pemulung. Kemudian, dia menemukan besi dengan bobot yang lumayan berat. Namun, dia tidak mengira benda yang ditemukannya itu merupakan sebuah bom.

Dia membawa benda tersebut untuk dijual. Dia membawanya ke Maskur, 40, warga Desa Kebun, Kecamatan Kamal, yang biasa membeli barang bekas seperti besi. Namun, Maskur merasa aneh dengan bentuk benda yang dibawa Mahdapi. Dia menduga jika benda itu merupakan bom.

Baca Juga :  KPK saat Melakukan Monev di Kota Salak

Maskur kemudian menghubungi petugas Polsek Kamal atas temuan benda tersebut. Mendapat laporan dari warga, petugas langsung mendatangi tempat benda diduga bom tersebut. Setelah diperiksa petugas, benda itu memang mirip bom.

Petugas kepolisian langsung menghubungi Lanal Batuporon untuk mengidentifikasi benda tersebut. Setelah diidentifikasi anggota Lanal Batuporon, ternyata benar. Benda tersebut merupakan bom.

Kapolsek Kamal AKP Sudaryanto menerangkan, bom tersebut berupa pucuk rudal. Jumlahnya satu unit. Namun sudah berkarat. Kemungkinan lama tertanam dalam tanah. Saat diperiksa anggota Lanal Batuporon, bom tersebut diduga masih aktif.

”Setelah dicek ternyata itu memang semacam pucuk rudal. Cuma pucuknya saja. Masih ada mesiunya. Kalau kena benturan berpotensi meledak,” terangnya.

Sudaryanto mengatakan, Mahdapi mengaku tidak mengetahui pasti benda tersebut. Penemu mengira benda tersebut hanya besi biasa yang bernilai ekonomis jika dijual kiloan. ”Mungkin berpikirnya ini besi. Beratnya lumayan. Kalau dijual kemungkinan mahal. Tidak tahunya bom. Untungnya tidak meledak waktu dibawa,” ujar dia.

Baca Juga :  Mepet, Proyek Rp 5 M Belum Garap

Saat didatangi petugas, banyak warga yang berada di lokasi. Untuk itu pihaknya langsung memasang garis polisi di sekitar benda tersebut agar masyarakat tidak mendekat. Sebab, dikhawatirkan membahayakan. Benda tersebut sudah dibawa Lanal Batuporon untuk diamankan. ”Demi keamanan, daripada berisiko. Perkiraannya masih aktif. Makanya diamankan,” jelasnya.

Diimbau masyarakat lebih hati-hati jika menemukan benda misterius. Jika dianggap membahayakan, diharapkan bisa langsung menghubungi pihak kepolisian. ”Kalau menemukan benda misterius menyerupai bentuk bom atau semacamnya, langsung hubungi kepolisian terdekat agar bisa ditangani petugas,” imbaunya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Maksud hati ingin mendapatkan rezeki. Namun yang hendak dijual benda berbahaya dan berisiko tinggi. Itu dialami Mahdapi. Pria 45 tahun asal Jember itu menemukan besi dengan panjang sekitar 25 sentimeter dan berat sekitar 20 kilogram di sekitar jalan Desa Kesek, Kecamatan Labang, Bangkalan, Minggu (25/11).

Sekitar pukul 10.00, Mahdapi menjalani aktivitas sehari-hari sebagai pemulung. Kemudian, dia menemukan besi dengan bobot yang lumayan berat. Namun, dia tidak mengira benda yang ditemukannya itu merupakan sebuah bom.

Dia membawa benda tersebut untuk dijual. Dia membawanya ke Maskur, 40, warga Desa Kebun, Kecamatan Kamal, yang biasa membeli barang bekas seperti besi. Namun, Maskur merasa aneh dengan bentuk benda yang dibawa Mahdapi. Dia menduga jika benda itu merupakan bom.

Baca Juga :  Waspadai Angin Kencang dengan Cukur Pohon

Maskur kemudian menghubungi petugas Polsek Kamal atas temuan benda tersebut. Mendapat laporan dari warga, petugas langsung mendatangi tempat benda diduga bom tersebut. Setelah diperiksa petugas, benda itu memang mirip bom.

Petugas kepolisian langsung menghubungi Lanal Batuporon untuk mengidentifikasi benda tersebut. Setelah diidentifikasi anggota Lanal Batuporon, ternyata benar. Benda tersebut merupakan bom.

Kapolsek Kamal AKP Sudaryanto menerangkan, bom tersebut berupa pucuk rudal. Jumlahnya satu unit. Namun sudah berkarat. Kemungkinan lama tertanam dalam tanah. Saat diperiksa anggota Lanal Batuporon, bom tersebut diduga masih aktif.

”Setelah dicek ternyata itu memang semacam pucuk rudal. Cuma pucuknya saja. Masih ada mesiunya. Kalau kena benturan berpotensi meledak,” terangnya.

Sudaryanto mengatakan, Mahdapi mengaku tidak mengetahui pasti benda tersebut. Penemu mengira benda tersebut hanya besi biasa yang bernilai ekonomis jika dijual kiloan. ”Mungkin berpikirnya ini besi. Beratnya lumayan. Kalau dijual kemungkinan mahal. Tidak tahunya bom. Untungnya tidak meledak waktu dibawa,” ujar dia.

Baca Juga :  Mepet, Proyek Rp 5 M Belum Garap

Saat didatangi petugas, banyak warga yang berada di lokasi. Untuk itu pihaknya langsung memasang garis polisi di sekitar benda tersebut agar masyarakat tidak mendekat. Sebab, dikhawatirkan membahayakan. Benda tersebut sudah dibawa Lanal Batuporon untuk diamankan. ”Demi keamanan, daripada berisiko. Perkiraannya masih aktif. Makanya diamankan,” jelasnya.

Diimbau masyarakat lebih hati-hati jika menemukan benda misterius. Jika dianggap membahayakan, diharapkan bisa langsung menghubungi pihak kepolisian. ”Kalau menemukan benda misterius menyerupai bentuk bom atau semacamnya, langsung hubungi kepolisian terdekat agar bisa ditangani petugas,” imbaunya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/