alexametrics
20.1 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Polres Kembali Limpahkan Kasus Pemerkosaan-Pembunuhan

BANGKALAN – Polres kembali melimpahkan berkas kasus perampokan, pemerkosaan disertai pembunuhan yang terjadi di Pantai Rongkang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Jika berkas itu dinyatakan P21 (lengkap), akan dilimpahkan ke pangadilan negeri (PN) setempat untuk disidangkan.

Berkas itu untuk tersangka Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, dan Mat Beta, 33, warga Desa Kwanyar Barat; serta Moh. Hajir, 52, warga Dusun Maddungan, Desa Dlemer. Keempatnya merupakan warga asal Kecamatan Kwanyar.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, pada pelimpahan pertama, jaksa menyatakan berkas kasus tersebut P19 atau belum lengkap. Karena itu, penyidik melakukan revisi sesuai dengan petunjuk jaksa.

Setelah diperbaiki, polres kembali melimpahkan berkas empat tersangka kasus pemerkosaan disertai perampokan dan pembunuhan tersebut ke kejari. Kini Anton masih menunggu hasil analisis jaksa.

Baca Juga :  Menangani Kelainan Atresia Ani pada Bayi

Anton mengungkapkan, berkas pertama dinyatakan P19 karena jaksa menilai masih minim petunjuk atau bukti bahwa empat pelaku tersebut terlibat pemerkosaan. Diakui, penyidik kesulitan menyajikan alat bukti karena jasad dua korban sudah berubah menjadi tengkorak.

”Kalau bukti-bukti pelaku melakukan pemerkosaan memang sulit. Kondisi korban sudah seperti itu. Kan bisa diangkat dari sisi pembunuhan berencana dan perampokannya,” paparnya Sabtu (25/11).

Sementara itu, Kasipidum Kejari Bangkalan Bebry mengatakan, butuh waktu untuk menganalisis berkas kasus tersebut. Sebab, kasus tersebut merupakan kejahatan luar biasa sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat dan baik. ”Masih dianalisis. Nanti kalau P21 (dinyatakan lengkap, Red) kami kabari,” ucapnya singkat.

Sekadar mengingatkan, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, sudah jadi tengkorak saat ditemukan di perbukitan Pantai Rongkang, Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Sabtu (22/7). Selasa (1/8) polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan dua remaja tersebut.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bangkalan Perluas Cakupan Pelayanan Hingga Ke Desa

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Kejadiannya sekitar Mei 2017. Korban kemudian dibuang di perbukitan Pantai Rongkang.

Belakangan diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Tragah. Dua korban yang masih remaja itu memadu kasih di perbukitan sebelum terjadi peristiwa memilukan tersebut.

Dari lima pelaku, hanya empat yang bisa diciduk Polres Bangkalan. Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat lolos dari bidikan petugas sehingga ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

BANGKALAN – Polres kembali melimpahkan berkas kasus perampokan, pemerkosaan disertai pembunuhan yang terjadi di Pantai Rongkang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Jika berkas itu dinyatakan P21 (lengkap), akan dilimpahkan ke pangadilan negeri (PN) setempat untuk disidangkan.

Berkas itu untuk tersangka Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, dan Mat Beta, 33, warga Desa Kwanyar Barat; serta Moh. Hajir, 52, warga Dusun Maddungan, Desa Dlemer. Keempatnya merupakan warga asal Kecamatan Kwanyar.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, pada pelimpahan pertama, jaksa menyatakan berkas kasus tersebut P19 atau belum lengkap. Karena itu, penyidik melakukan revisi sesuai dengan petunjuk jaksa.


Setelah diperbaiki, polres kembali melimpahkan berkas empat tersangka kasus pemerkosaan disertai perampokan dan pembunuhan tersebut ke kejari. Kini Anton masih menunggu hasil analisis jaksa.

Baca Juga :  Pembuatan Peta Berbasis Geospasial Dianggarkan Rp 200 Juta

Anton mengungkapkan, berkas pertama dinyatakan P19 karena jaksa menilai masih minim petunjuk atau bukti bahwa empat pelaku tersebut terlibat pemerkosaan. Diakui, penyidik kesulitan menyajikan alat bukti karena jasad dua korban sudah berubah menjadi tengkorak.

”Kalau bukti-bukti pelaku melakukan pemerkosaan memang sulit. Kondisi korban sudah seperti itu. Kan bisa diangkat dari sisi pembunuhan berencana dan perampokannya,” paparnya Sabtu (25/11).

Sementara itu, Kasipidum Kejari Bangkalan Bebry mengatakan, butuh waktu untuk menganalisis berkas kasus tersebut. Sebab, kasus tersebut merupakan kejahatan luar biasa sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat dan baik. ”Masih dianalisis. Nanti kalau P21 (dinyatakan lengkap, Red) kami kabari,” ucapnya singkat.

Sekadar mengingatkan, mayat Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah Laili, 17, sudah jadi tengkorak saat ditemukan di perbukitan Pantai Rongkang, Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Sabtu (22/7). Selasa (1/8) polisi berhasil menguak pelaku pembunuhan dua remaja tersebut.

Baca Juga :  Ringkus Dua Bandar Judi

Sebelum dibunuh, Ani diperkosa secara bergiliran oleh lima pelaku. Saat sudah tewas pun, perhiasan dan motor korban digasak pelaku. Kejadiannya sekitar Mei 2017. Korban kemudian dibuang di perbukitan Pantai Rongkang.

Belakangan diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Tragah. Dua korban yang masih remaja itu memadu kasih di perbukitan sebelum terjadi peristiwa memilukan tersebut.

Dari lima pelaku, hanya empat yang bisa diciduk Polres Bangkalan. Sohib, 35, warga Desa Kwanyar Barat lolos dari bidikan petugas sehingga ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/