alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pendidikan Guru Mapel Harus Linier

BANGKALAN – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan yang perlu jadi perhatian bagi guru. Yaitu, 2020 menjadi batas akhir bagi guru untuk melinierkan mata pelajaran (mapel) yang diampu dengan latar belakang pendidikan.

Kesempatan tersebut tinggal tiga tahun lagi. Jika tidak bisa dipenuhi sampai batas waktu yang ditentukan, guru bisa-bisa diberhentikan. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikbud Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik.

Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan Edy Haryadi menerangkan, upaya linierisasi tenaga pendidik sudah dilakukan. Terutama melalui sertifikasi guru. Untuk guru SMP, dia menjamin sudah linear. Untuk TK dan SD, menjadi kekhawatiran.

”SMP sudah berbentuk guru mata pelajaran. Jadi harus linear. Kalau SD biasanya guru kelas. Kemungkinan masih ada yang tidak linier,” katanya Sabtu (25/11).

Baca Juga :  SMAN 1 Sampang Ingin Guru Kian Profesional

Kepala SMPN 2 Bangkalan itu memaparkan, berdasarkan kartu tanda anggota (KTA), sekitar 8.000 guru tergabung di PGRI Bangkalan. Baik guru sertifikasi, THL, maupun honorer. Ribuan anggota PGRI diupayakan mengajar sesuai latar belakang pendidikannya. ”Kami dorong guru yang belum linear agar menyesuaikan,” ucap Edy.

Untuk SD, banyak sarjana pendidikan guru sekolah dasar (PGSD). Begitu pula dengan pendidikan guru pendidikan anak usia dini (PGPAUD). Dimungkinkan, guru pengampu mata pelajaran di setiap jenjang bisa linear sebelum 2020. ”Saya yakin bisa linear,” tegasnya.

Edy menambahkan, Peraturan Mendikbud Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Peserta didik diharapkan mendapatkan pelajaran dari guru profesional. Dalam artian sesuai dengan bidang akademiknya. ”Sangat perlu agar tidak terjadi guru matematika mengajar pendidikan agama dan guru sosiologi mengajar matematika,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepala SMAN 2 Sumenep Ajak Guru Tingkatkan Keilmuan

Data di Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, jumlah guru sertifikasi pada 2017 sebanyak 3.289 orang. Mengenai jumlah guru yang belum linier, disdik menjamin seluruh guru sertifikasi mengantongi ijazah sesuai mapel yang diampu.

”Dari awal sudah kami tekankan kepada guru untuk menyesuaikan pendidikannya. Terutama yang sertifikasi, wajib,” terang Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika.

Lagipula, mau tidak mau guru yang belum linier mesti menyesuaikan. Menjadi wajib, jika hendak lulus sertifikasi. Bagi yang sudah sarjana, guru belum linier harus bersiap menempuh pendidikan lanjutan. ”Kalau belum linear, kami suruh kuliah lagi,” tukasnya.

BANGKALAN – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan yang perlu jadi perhatian bagi guru. Yaitu, 2020 menjadi batas akhir bagi guru untuk melinierkan mata pelajaran (mapel) yang diampu dengan latar belakang pendidikan.

Kesempatan tersebut tinggal tiga tahun lagi. Jika tidak bisa dipenuhi sampai batas waktu yang ditentukan, guru bisa-bisa diberhentikan. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikbud Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik.

Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan Edy Haryadi menerangkan, upaya linierisasi tenaga pendidik sudah dilakukan. Terutama melalui sertifikasi guru. Untuk guru SMP, dia menjamin sudah linear. Untuk TK dan SD, menjadi kekhawatiran.


”SMP sudah berbentuk guru mata pelajaran. Jadi harus linear. Kalau SD biasanya guru kelas. Kemungkinan masih ada yang tidak linier,” katanya Sabtu (25/11).

Baca Juga :  48 Paus Pilot Dipendam, 3 Ekor Hilang

Kepala SMPN 2 Bangkalan itu memaparkan, berdasarkan kartu tanda anggota (KTA), sekitar 8.000 guru tergabung di PGRI Bangkalan. Baik guru sertifikasi, THL, maupun honorer. Ribuan anggota PGRI diupayakan mengajar sesuai latar belakang pendidikannya. ”Kami dorong guru yang belum linear agar menyesuaikan,” ucap Edy.

Untuk SD, banyak sarjana pendidikan guru sekolah dasar (PGSD). Begitu pula dengan pendidikan guru pendidikan anak usia dini (PGPAUD). Dimungkinkan, guru pengampu mata pelajaran di setiap jenjang bisa linear sebelum 2020. ”Saya yakin bisa linear,” tegasnya.

Edy menambahkan, Peraturan Mendikbud Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Peserta didik diharapkan mendapatkan pelajaran dari guru profesional. Dalam artian sesuai dengan bidang akademiknya. ”Sangat perlu agar tidak terjadi guru matematika mengajar pendidikan agama dan guru sosiologi mengajar matematika,” ujarnya.

Baca Juga :  102 Toko Modern Sumbang PAD Rp 27 juta

Data di Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, jumlah guru sertifikasi pada 2017 sebanyak 3.289 orang. Mengenai jumlah guru yang belum linier, disdik menjamin seluruh guru sertifikasi mengantongi ijazah sesuai mapel yang diampu.

”Dari awal sudah kami tekankan kepada guru untuk menyesuaikan pendidikannya. Terutama yang sertifikasi, wajib,” terang Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika.

Lagipula, mau tidak mau guru yang belum linier mesti menyesuaikan. Menjadi wajib, jika hendak lulus sertifikasi. Bagi yang sudah sarjana, guru belum linier harus bersiap menempuh pendidikan lanjutan. ”Kalau belum linear, kami suruh kuliah lagi,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/