alexametrics
25.3 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Polres – Ulama Bangkalan Komitmen Jaga Kondusivitas Bangkalan

BANGKALAN – Polres Bangkalan melakukan pertemuan dengan sejumlah ulama di Mapolres setempat, Jum’at (26/10). Mereka menandatangi kesepakatan damai untuk menjaga kondusivitas Kota Salak. Khususnya, soal kejadian pembakaran bendera organisasi terlarang.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Bupati Bangkalan Abdul Latief Amin Imron dan Wakil Bupati Mohni. Selain itu juga menandatangani kesepakatan Ketua MUI Bangkalan KH. Syarifuddin Damanhuri dan Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi. Termasuk sejumlah ulama dan kiai yang menandatangani kesepakatan damai.

Mereka sepakat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Menjaga kondisifitas Kabupaten Bangkalan. Memasrahkan kasus pembakaran bendera organisasi terlarang kepada pihak kepolisian. Terakhir sepakat untuk tidak terprovokasi adanya kasus pembakaran salah satu organisasi terlarang di Indonesia. 

Baca Juga :  Tegaskan Pelantikan 76 Pejabat Tidak Bodong

Sehingga, pada momentum itu, Kapolres berharap kepada ulama dan kiai untuk  mendinginkan suasana. “Dengan adanya pertemuan ini kami sepakat menjaga kondusivitas di Bangkalan.  Kami berharap masyarakat Bangkalan tidak mudah terprovokasi,” kata. Kapolres Bangkalan AKBP Bobby Pa’ludin Tambunan. 

Di lokasi yang sama, Ketua MUI Bangkalan KH. Syarifuddin Damanhuri mengatakan sepakat untuk menjaga kondusivitas Bangkalan. Pihaknya berharap masyarakat tidak terprovokasi. “Adanya pembakaran itu bukan soal tauhid tapi pembakaran bendera organisasi terlarang,” ucapnya.

Sementara Bupati Bangkalan Abdul Latief Amin Imron meminta warga Bangkalan tetap kondusiv. Pihaknya berharap masyarakatnya tidak terpengaruh adanya kasus pembakaran bendera.

 “Kita semua sudah sepakat jika Kabupaten Bangkalan tidak terpengaruh soal kasus pembakaran bendera. Kami berharap tidak ada mobilisasi untuk melakukan aksi demonstrasi,” ucapnya. (rm2)

Baca Juga :  POGI Minta Cabut SIP Dokter RSIA Glamour Husada Kebun

BANGKALAN – Polres Bangkalan melakukan pertemuan dengan sejumlah ulama di Mapolres setempat, Jum’at (26/10). Mereka menandatangi kesepakatan damai untuk menjaga kondusivitas Kota Salak. Khususnya, soal kejadian pembakaran bendera organisasi terlarang.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Bupati Bangkalan Abdul Latief Amin Imron dan Wakil Bupati Mohni. Selain itu juga menandatangani kesepakatan Ketua MUI Bangkalan KH. Syarifuddin Damanhuri dan Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi. Termasuk sejumlah ulama dan kiai yang menandatangani kesepakatan damai.

Mereka sepakat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Menjaga kondisifitas Kabupaten Bangkalan. Memasrahkan kasus pembakaran bendera organisasi terlarang kepada pihak kepolisian. Terakhir sepakat untuk tidak terprovokasi adanya kasus pembakaran salah satu organisasi terlarang di Indonesia. 

Baca Juga :  POGI Minta Cabut SIP Dokter RSIA Glamour Husada Kebun

Sehingga, pada momentum itu, Kapolres berharap kepada ulama dan kiai untuk  mendinginkan suasana. “Dengan adanya pertemuan ini kami sepakat menjaga kondusivitas di Bangkalan.  Kami berharap masyarakat Bangkalan tidak mudah terprovokasi,” kata. Kapolres Bangkalan AKBP Bobby Pa’ludin Tambunan. 

Di lokasi yang sama, Ketua MUI Bangkalan KH. Syarifuddin Damanhuri mengatakan sepakat untuk menjaga kondusivitas Bangkalan. Pihaknya berharap masyarakat tidak terprovokasi. “Adanya pembakaran itu bukan soal tauhid tapi pembakaran bendera organisasi terlarang,” ucapnya.

Sementara Bupati Bangkalan Abdul Latief Amin Imron meminta warga Bangkalan tetap kondusiv. Pihaknya berharap masyarakatnya tidak terpengaruh adanya kasus pembakaran bendera.

 “Kita semua sudah sepakat jika Kabupaten Bangkalan tidak terpengaruh soal kasus pembakaran bendera. Kami berharap tidak ada mobilisasi untuk melakukan aksi demonstrasi,” ucapnya. (rm2)

Baca Juga :  Bangkalan Usulkan 320 Formasi CPNS
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/