alexametrics
17.8 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Lanskap Rp 8,1 M Baru Pemerataan Lahan

BANGKALAN – PT Lamkapai Pratama Mandiri mulai menggarap pembangunan lanskap di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM) di Desa Pangpong, Kecamatan Labang. Rekanan baru membersihkan dan meratakan lahan lokasi proyek.

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menyiapkan Rp 8.160.000.000 untuk pembangunan lanskap. Harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 8.126.579.000. PT Lamkapai Pratama Mandiri keluar sebagai pemenang dengan harga terkoreksi Rp 7.227.895.000. Sementara teken kontrak dilakukan Rabu (10/10).

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan menyampaikan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Sebab, sejak awal mengawal program pembangunan lanskap.

”Setelah terbit beberapa kali di RadarMadura.id, rekanan langsung memulai pengerjaan. Kami lihat sudah ada alat berat di lokasi,” ucapnya singkat Kamis (25/10).

Baca Juga :  Kemarau Panjang, Danau Bukit Jaddih Mengering

Pelaksana Lapangan PT Lamkapai Pratama Mandiri Roni Kurnia mengklaim, setelah dilakukan teken kontrak, pihaknya langsung action. Yakni, dengan mulai meninjau lokasi proyek lalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Kemudian, pengukuran lokasi dan merapikan kabel listrik yang terbenam di dalam tanah. Lalu, pembersihan dan penebangan pohon. Saat ini pihaknya terus melakukan stripping dan pemerataan tanah.

”Setelah teken kontrak kami langsung action. Kami juga harus kulonuwun (permisi, Red) kepada masyarakat di sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Dijelaskan, setelah pemerataan dan pengurukan, tanah tersebut dilakukan pemadatan. Lalu, pembuatan fondasi. Proyek itu tidak ada penggarapan fisik gedung. Sebab, proyek fokus pembuatan taman dan tempat nongkrong serta dilengkapi dengan pemandangan yang indah. ”Di sini nantinya dipasang tulisan besar Taneyan Suramadu,” ungkap dia.

Baca Juga :  Kemenkeu Tahan Jatah DBH Rp 15,1 M

Roni optimistis bisa merampungkan pekerjaan pada akhir 2018. Sebab, masih memiliki waktu dua bulan lebih untuk menggarap proyek. ”Ini cuma taman. Tidak ada pengerjaan gedung. Kami yakin bisa merampungkan pekerjaan tepat waktu,” tutupnya.

BANGKALAN – PT Lamkapai Pratama Mandiri mulai menggarap pembangunan lanskap di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJSM) di Desa Pangpong, Kecamatan Labang. Rekanan baru membersihkan dan meratakan lahan lokasi proyek.

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menyiapkan Rp 8.160.000.000 untuk pembangunan lanskap. Harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 8.126.579.000. PT Lamkapai Pratama Mandiri keluar sebagai pemenang dengan harga terkoreksi Rp 7.227.895.000. Sementara teken kontrak dilakukan Rabu (10/10).

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan menyampaikan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Sebab, sejak awal mengawal program pembangunan lanskap.


”Setelah terbit beberapa kali di RadarMadura.id, rekanan langsung memulai pengerjaan. Kami lihat sudah ada alat berat di lokasi,” ucapnya singkat Kamis (25/10).

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Santuni Istri dan Anak Almarhum Serda Eko

Pelaksana Lapangan PT Lamkapai Pratama Mandiri Roni Kurnia mengklaim, setelah dilakukan teken kontrak, pihaknya langsung action. Yakni, dengan mulai meninjau lokasi proyek lalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Kemudian, pengukuran lokasi dan merapikan kabel listrik yang terbenam di dalam tanah. Lalu, pembersihan dan penebangan pohon. Saat ini pihaknya terus melakukan stripping dan pemerataan tanah.

”Setelah teken kontrak kami langsung action. Kami juga harus kulonuwun (permisi, Red) kepada masyarakat di sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Dijelaskan, setelah pemerataan dan pengurukan, tanah tersebut dilakukan pemadatan. Lalu, pembuatan fondasi. Proyek itu tidak ada penggarapan fisik gedung. Sebab, proyek fokus pembuatan taman dan tempat nongkrong serta dilengkapi dengan pemandangan yang indah. ”Di sini nantinya dipasang tulisan besar Taneyan Suramadu,” ungkap dia.

Baca Juga :  99 Persen Yakin Suramadu Gratis

Roni optimistis bisa merampungkan pekerjaan pada akhir 2018. Sebab, masih memiliki waktu dua bulan lebih untuk menggarap proyek. ”Ini cuma taman. Tidak ada pengerjaan gedung. Kami yakin bisa merampungkan pekerjaan tepat waktu,” tutupnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/