alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Rehab Kantor Inspektorat Telan APBD Rp 311 Juta

BANGKALAN – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukimam (Perkim) Bangkalan menyediakan anggaran Rp 345 juta. Dana APBD 2017 itu untuk rehabilitasi gedung inspektorat. Pengerjaan proyek ini dalam sorotan banyak pihak.

Rekanan proyek tersebut adalah CV Bintang Jaya. Rekanan asal Kota Salak ini menang tender dari 23 peserta lelang dengan nilai kontrak Rp 311 juta. Sementara rekanan punya waktu pengerjaan sejak 15 September–31 Desember 2017.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, atap kantor Inspektorat Bangkalan telah dibongkar. Di lokasi sudah ada bahan atap dari galvalum. Sayangnya, proyek tersebut tidak dilengkapi papan pengumuman.

Kepala Dinas Perkim Bangkalan Achmad Fauzan menyatakan, tahap perencanaan sudah dilakukan. Kemudian, beberapa tahapan proses lelang juga telah dilakukan. CV Bintang Jaya keluar sebagai pemenang tender.

Baca Juga :  Masa Pengerjaan Proyek Lanskap Tinggal 1,5 Bulan

Dia mengungkapkan, proyek yang menelan anggaran ratusan juta itu telah dikerjakan. Pihaknya berpesan kepada rekanan untuk mengerjakan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Dengan brgitu, kualitasnya baik dan tidak cepat rusak. ”Kan sudah dikerjakan,” ujarnya Rabu (25/10).

Fauzan juga mengingatkan rekanan agar memerhatikan kontrak waktu. Artinya, jangan sampai pengerjaannya melebihi deadline. Menurut dia, ada beberapa item kegiatan yang akan dilakukan. Di antaranya, menggantikan atap bangunan dan memperbaiki gedung yang mulai rusak. ”Kalau pastinya, item apa saja lupa. Mending besok ke kantor saja,” ucapnya.

Selain konsultan pengawas yang sering melakukan kroscek, pihaknya juga akan mendatangi lokasi proyek. Tujuannya, mengetahui langsung pengerjaannya. ”Kalau pengerjaan sekiranya kurang pas, bisa dikoordinasikan langsung kepada rekanan untuk diperbaiki,” imbuhnya..

Baca Juga :  Tanah Merah dan Blega Langganan Macet

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Mussawir meminta rekanan mengerjakan proyek sesuai dengan RAB. Selain dinas perkim dan konsultan pengawas, dewan juga akan ikut memantau proyek tersebut. ”Jangan sampai dikerjakan asal-asalan,” ucapnya singkat.

 

BANGKALAN – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukimam (Perkim) Bangkalan menyediakan anggaran Rp 345 juta. Dana APBD 2017 itu untuk rehabilitasi gedung inspektorat. Pengerjaan proyek ini dalam sorotan banyak pihak.

Rekanan proyek tersebut adalah CV Bintang Jaya. Rekanan asal Kota Salak ini menang tender dari 23 peserta lelang dengan nilai kontrak Rp 311 juta. Sementara rekanan punya waktu pengerjaan sejak 15 September–31 Desember 2017.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, atap kantor Inspektorat Bangkalan telah dibongkar. Di lokasi sudah ada bahan atap dari galvalum. Sayangnya, proyek tersebut tidak dilengkapi papan pengumuman.


Kepala Dinas Perkim Bangkalan Achmad Fauzan menyatakan, tahap perencanaan sudah dilakukan. Kemudian, beberapa tahapan proses lelang juga telah dilakukan. CV Bintang Jaya keluar sebagai pemenang tender.

Baca Juga :  PT Harus Jamin Kualifikasi Para Lulusan

Dia mengungkapkan, proyek yang menelan anggaran ratusan juta itu telah dikerjakan. Pihaknya berpesan kepada rekanan untuk mengerjakan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Dengan brgitu, kualitasnya baik dan tidak cepat rusak. ”Kan sudah dikerjakan,” ujarnya Rabu (25/10).

Fauzan juga mengingatkan rekanan agar memerhatikan kontrak waktu. Artinya, jangan sampai pengerjaannya melebihi deadline. Menurut dia, ada beberapa item kegiatan yang akan dilakukan. Di antaranya, menggantikan atap bangunan dan memperbaiki gedung yang mulai rusak. ”Kalau pastinya, item apa saja lupa. Mending besok ke kantor saja,” ucapnya.

Selain konsultan pengawas yang sering melakukan kroscek, pihaknya juga akan mendatangi lokasi proyek. Tujuannya, mengetahui langsung pengerjaannya. ”Kalau pengerjaan sekiranya kurang pas, bisa dikoordinasikan langsung kepada rekanan untuk diperbaiki,” imbuhnya..

Baca Juga :  Tanah Merah dan Blega Langganan Macet

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Mussawir meminta rekanan mengerjakan proyek sesuai dengan RAB. Selain dinas perkim dan konsultan pengawas, dewan juga akan ikut memantau proyek tersebut. ”Jangan sampai dikerjakan asal-asalan,” ucapnya singkat.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/