21 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

Sarpras Ruang ICU RSUD Syamrabu Memadai

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Manajemen RSUD Syamrabu menyediakan ruangan khusus bagi pasien yang membutuhkan pengawasan ketat. Yakni, ruang intensive care unit (ICU). Ruangan itu dilengkapi peralatan medis khusus menunjang pengobatan dan pemulihan pasien.

Kepala Ruangan ICU RSUD Syamrabu Nurul Hikmah Eka Noviyanti mengatakan, ICU diisi pasien tertentu. Yakni, pasien yang mengalami gagal napas, gagal jantung, dan penyakit lain yang perlu monitoring khusus. Selama di ICU, pasien dipantau selama 24 jam oleh dokter umum, spesialis, dan perawat kompeten. Tujuannya, mengetahui kondisi kesehatan pasien secara detail. ”Pasien yang ditempatkan di ICU terhubung dengan berbagai peralatan medis berteknologi canggih,” ucapnya.

Nurul menuturkan, sampai saat ini masih terjadi kesalahpahaman mengenai ruang ICU. Kebanyakan, orang menganggap jika pasien dirawat di ICU, nyawanya tidak akan tertolong. Padahal, faktanya tidak demikian. Berdasar hasil riset, lebih dari separo pasien yang dirawat di ICU memiliki risiko kematian yang sangat rendah. Sebab, ICU dirancang untuk menjaga kelangsungan hidup pasien yang membutuhkan penanganan khusus. ”Seperti alat bantu napas atau ventilator, alat kejut jantung, dan dukungan penggunaan obat untuk menjaga stabilitas tekanan darah,” katanya.

Baca Juga :  Desa Pesanggrahan Gelar Vaksinasi agar Masyarakat Sehat

Dia menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa pasien di ICU harus diawasi ketat. Misalnya, karena berkaitan dengan optimalisasi kondisi hemodinamik pasien, pernapasan, suhu, nutrisi, dan metabolisme. Apalagi, pasien yang mengalami gangguan paru-paru dan jantung sering kesulitan bernapas. Pasien membutuhkan dukungan ventilator untuk membantu bernapas secara normal. (jup/yan)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Manajemen RSUD Syamrabu menyediakan ruangan khusus bagi pasien yang membutuhkan pengawasan ketat. Yakni, ruang intensive care unit (ICU). Ruangan itu dilengkapi peralatan medis khusus menunjang pengobatan dan pemulihan pasien.

Kepala Ruangan ICU RSUD Syamrabu Nurul Hikmah Eka Noviyanti mengatakan, ICU diisi pasien tertentu. Yakni, pasien yang mengalami gagal napas, gagal jantung, dan penyakit lain yang perlu monitoring khusus. Selama di ICU, pasien dipantau selama 24 jam oleh dokter umum, spesialis, dan perawat kompeten. Tujuannya, mengetahui kondisi kesehatan pasien secara detail. ”Pasien yang ditempatkan di ICU terhubung dengan berbagai peralatan medis berteknologi canggih,” ucapnya.

Nurul menuturkan, sampai saat ini masih terjadi kesalahpahaman mengenai ruang ICU. Kebanyakan, orang menganggap jika pasien dirawat di ICU, nyawanya tidak akan tertolong. Padahal, faktanya tidak demikian. Berdasar hasil riset, lebih dari separo pasien yang dirawat di ICU memiliki risiko kematian yang sangat rendah. Sebab, ICU dirancang untuk menjaga kelangsungan hidup pasien yang membutuhkan penanganan khusus. ”Seperti alat bantu napas atau ventilator, alat kejut jantung, dan dukungan penggunaan obat untuk menjaga stabilitas tekanan darah,” katanya.

Baca Juga :  Dalam Rangka Grand Opening Music Studio Cafe BNS Garden

Dia menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa pasien di ICU harus diawasi ketat. Misalnya, karena berkaitan dengan optimalisasi kondisi hemodinamik pasien, pernapasan, suhu, nutrisi, dan metabolisme. Apalagi, pasien yang mengalami gangguan paru-paru dan jantung sering kesulitan bernapas. Pasien membutuhkan dukungan ventilator untuk membantu bernapas secara normal. (jup/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/