alexametrics
22.1 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Perangi Narkoba, UTM Lakukan MoU dengan BNN

BANGKALAN – Upaya percepatan pembangunan Madura jelas terganggu jika peredaran narkoba masih marak dan mengancam generasi muda. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan langkah nyata untuk mengatasi ancaman tersebut.

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus melakukan upaya untuk mencetak mahasiswa andal. Salah satu tujuannya, agar lulusan kampus negeri terbesar di Pulau Garam itu mampu berperan aktif dalam percepatan pembangunan di Madura.

Menggelar kuliah umum dengan mengundang pemateri nasional, misalnya. Sejumlah menteri sudah banyak yang mengisi kuliah umum yang sudah menjadi agenda rutin UTM. Senin (25/9)  giliran Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso yang memberikan materi.

Tidak hanya mahasiswa dan siswa siswi SLTA se-Bangkalan yang memenuhi Gedung Pertemuan UTM kemarin. Undangan juga mengikuti pemaparan Budi Waseso. Bahkan, empat Kapolres di Madura, Kapolda Jatim, pejabat, anggota DPRD, tokoh masyarakat, tokoh ulama dari empat kabupaten di Pulau Garam juga hadir.

Baca Juga :  9 Bulan BNN Tangkap 5 Tersangka Narkoba

Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si., mengatakan, sejak 2010 UTM sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan BNN. Sebab, lembaganya, berkomitmen untuk melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Tidak hanya melakukan MoU dengan BNN, UTM juga menggandeng empat polres dan pemkab di Madura. Kemudian kiai dan ulama, serta lintas masyarakat. Tujuannya, agar sama-sama berkomitmen memerangi penyalahgunaan narkoba.

Dengan begitu, lanjut Syarif, ke depan, peredaran narkoba tidak merajalela. Bahkan, bisa dimusnahkan. ”Sejak awal UTM sudah berkomitmen untuk memerangi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, kuliah umum yang dihadiri Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mahasiswa tentang bahaya narkoba.

Baca Juga :  Pola Pembelajaran di UTM meski Bangkalan Beralih Level 1

Sebab, kata Syarif, sangat dibutuhkan pencerahan dari kepala BNN tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. ”Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman akan bahaya penyalahgunaan narkoba,” terangnya.

Syarif berharap, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya Madura, terus turun. Bahkan peredarannya bisa sirna. Dengan demikian, tida ada lagi korban akibat penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh UTM  untuk memerangi peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Madura. Dia berharap peredaran narkoba nantinya bisa hilang dari Indonesia. ”Kami mengapresiasi segala upaya UTM untuk memerangi peredaran narkoba,” ucapnya.

BANGKALAN – Upaya percepatan pembangunan Madura jelas terganggu jika peredaran narkoba masih marak dan mengancam generasi muda. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan langkah nyata untuk mengatasi ancaman tersebut.

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus melakukan upaya untuk mencetak mahasiswa andal. Salah satu tujuannya, agar lulusan kampus negeri terbesar di Pulau Garam itu mampu berperan aktif dalam percepatan pembangunan di Madura.

Menggelar kuliah umum dengan mengundang pemateri nasional, misalnya. Sejumlah menteri sudah banyak yang mengisi kuliah umum yang sudah menjadi agenda rutin UTM. Senin (25/9)  giliran Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso yang memberikan materi.

Tidak hanya mahasiswa dan siswa siswi SLTA se-Bangkalan yang memenuhi Gedung Pertemuan UTM kemarin. Undangan juga mengikuti pemaparan Budi Waseso. Bahkan, empat Kapolres di Madura, Kapolda Jatim, pejabat, anggota DPRD, tokoh masyarakat, tokoh ulama dari empat kabupaten di Pulau Garam juga hadir.

Baca Juga :  9 Bulan BNN Tangkap 5 Tersangka Narkoba

Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si., mengatakan, sejak 2010 UTM sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan BNN. Sebab, lembaganya, berkomitmen untuk melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Tidak hanya melakukan MoU dengan BNN, UTM juga menggandeng empat polres dan pemkab di Madura. Kemudian kiai dan ulama, serta lintas masyarakat. Tujuannya, agar sama-sama berkomitmen memerangi penyalahgunaan narkoba.

Dengan begitu, lanjut Syarif, ke depan, peredaran narkoba tidak merajalela. Bahkan, bisa dimusnahkan. ”Sejak awal UTM sudah berkomitmen untuk memerangi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, kuliah umum yang dihadiri Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mahasiswa tentang bahaya narkoba.

Baca Juga :  Polda dan UTM Sikapi Surat Terbuka untuk Kapolda Jatim

Sebab, kata Syarif, sangat dibutuhkan pencerahan dari kepala BNN tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. ”Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman akan bahaya penyalahgunaan narkoba,” terangnya.

Syarif berharap, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya Madura, terus turun. Bahkan peredarannya bisa sirna. Dengan demikian, tida ada lagi korban akibat penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh UTM  untuk memerangi peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Madura. Dia berharap peredaran narkoba nantinya bisa hilang dari Indonesia. ”Kami mengapresiasi segala upaya UTM untuk memerangi peredaran narkoba,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/