alexametrics
29.5 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Capaian Program PTSL Rendah, 47.600 Bidang Tanah Belum Diukur BPN

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Target program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Bangkalan tahun ini mencapai 77.500 bidang tanah. Namun sampai akhir Juli, capaian program yang digagas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tersebut masih rendah. Buktinya, baru melakukan pengukuran terhadap 29.900 bidang tanah. Dengan demikian, 47.600 bidang tanah belum diukur.

Kasubbag TU BPN Bangkalan Aan Setya Habowo mengatakan, target PTSL yang dibebankan Kementerian ATR/BPN untuk Kota Salak semula 79.500 bidang tanah. Namun 2.000 bidang tanah di antaranya digeser ke Kota Surabaya. Dengan demikian, target yang dibebankan pasca dilakukan penyesuaian menjadi 77.500 bidang tanah.

”Karena diminta Surabaya, maka targetnya berkurang. Tinggal menunggu perubahan DPA (dokumen pelaksana anggaran) yang belum turun (dari pusat),” ucapnya kemarin (25/7).

Baca Juga :  Harga Normal hingga Akhir Tahun

Dari 77.500 yang ditargetkan, institusinya baru menuntaskan pengukuran 29.900 bidang tanah. Lokasinya tersebar di 30 desa. Sementara sertifikat yang telah diterbitkan baru 25 ribu bidang tanah. ”Sisanya sedang kita kerjakan,” imbuhnya.

Aan mengakui capaian pengukuran peta tanah dan penerbitan sertifikat program PTSL masih jauh dari target. Dia mengungkapkan, ada beberapa kendala yang dihadapi petugas. ”Antusiasme masyarakat (terhadap PTSL) sangat tinggi. Cuma, sekarang pandemi Covid-19. Saat ini petugas kami hendak datang ke desa, ternyata desanya lockdown. Ada juga kepala desa (Kades) yang sakit,” imbuhnya.

Kendati capaiannya rendah, Aan mengaku optimistis bisa memenuhi target. Institusinya menargetkan pengukuran peta bidang tanah bisa tuntas pada Oktober mendatang. ”Untuk pengukuran kami optimistis,” imbuhnya.

Sementara untuk penerbitan sertifikasi, Aan pesimistis bisa dituntaskan tahun ini. Sebab, untuk penerbitan sertifikat tanah, institusinya harus membuat pengumuman untuk mengetahui status tanah. Khawatir tanah sengketa. Sertifikat akan diterbitkan jika sudah klir dan tidak ada permasalahan hukum.

Baca Juga :  BPN Ingatkan Pemdes Tak Lakukan Pungli Program PTSL

”Jika setelah diumumkan ternyata ada pihak-pihak yang keberatan, sertifikatnya tidak bisa langsung diterbitkan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, realisasi program PTSL seharusnya sudah mencapai 50 persen. Karena itu, dia mendesak BPN bekerja keras agar bisa mencapai target. ”Harus kejar target,” ingatnya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan, PTLS merupakan salah satu program pemerintah yang sangat berpihak kepada masyarakat. Karena itu, dia meminta realisasi program itu harus 100 persen. ”Harapan kami bisa tuntas karena sudah menjadi salah satu program yang menjadi atensi pusat,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Target program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Bangkalan tahun ini mencapai 77.500 bidang tanah. Namun sampai akhir Juli, capaian program yang digagas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tersebut masih rendah. Buktinya, baru melakukan pengukuran terhadap 29.900 bidang tanah. Dengan demikian, 47.600 bidang tanah belum diukur.

Kasubbag TU BPN Bangkalan Aan Setya Habowo mengatakan, target PTSL yang dibebankan Kementerian ATR/BPN untuk Kota Salak semula 79.500 bidang tanah. Namun 2.000 bidang tanah di antaranya digeser ke Kota Surabaya. Dengan demikian, target yang dibebankan pasca dilakukan penyesuaian menjadi 77.500 bidang tanah.

”Karena diminta Surabaya, maka targetnya berkurang. Tinggal menunggu perubahan DPA (dokumen pelaksana anggaran) yang belum turun (dari pusat),” ucapnya kemarin (25/7).

Baca Juga :  Serapan APBD Masih Sangat Rendah

Dari 77.500 yang ditargetkan, institusinya baru menuntaskan pengukuran 29.900 bidang tanah. Lokasinya tersebar di 30 desa. Sementara sertifikat yang telah diterbitkan baru 25 ribu bidang tanah. ”Sisanya sedang kita kerjakan,” imbuhnya.

Aan mengakui capaian pengukuran peta tanah dan penerbitan sertifikat program PTSL masih jauh dari target. Dia mengungkapkan, ada beberapa kendala yang dihadapi petugas. ”Antusiasme masyarakat (terhadap PTSL) sangat tinggi. Cuma, sekarang pandemi Covid-19. Saat ini petugas kami hendak datang ke desa, ternyata desanya lockdown. Ada juga kepala desa (Kades) yang sakit,” imbuhnya.

Kendati capaiannya rendah, Aan mengaku optimistis bisa memenuhi target. Institusinya menargetkan pengukuran peta bidang tanah bisa tuntas pada Oktober mendatang. ”Untuk pengukuran kami optimistis,” imbuhnya.

Sementara untuk penerbitan sertifikasi, Aan pesimistis bisa dituntaskan tahun ini. Sebab, untuk penerbitan sertifikat tanah, institusinya harus membuat pengumuman untuk mengetahui status tanah. Khawatir tanah sengketa. Sertifikat akan diterbitkan jika sudah klir dan tidak ada permasalahan hukum.

Baca Juga :  BPN Pamekasan Serahkan Ratusan Sertipikat PTSL Kepada Warga Desa Bajur

”Jika setelah diumumkan ternyata ada pihak-pihak yang keberatan, sertifikatnya tidak bisa langsung diterbitkan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, realisasi program PTSL seharusnya sudah mencapai 50 persen. Karena itu, dia mendesak BPN bekerja keras agar bisa mencapai target. ”Harus kejar target,” ingatnya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan, PTLS merupakan salah satu program pemerintah yang sangat berpihak kepada masyarakat. Karena itu, dia meminta realisasi program itu harus 100 persen. ”Harapan kami bisa tuntas karena sudah menjadi salah satu program yang menjadi atensi pusat,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Dorong Pemuda Gemar Membaca

Takdir yang Membawa ke Jawa Timur

Artikel Terbaru

/