alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Antisipasi Angin Kencang saat Mudik

BANGKALAN – Beberapa hari terakhir di perairan Madura angin sangat kencang. Hal itu dapat membahayakan warga yang akan mudik melalui Jembatan Suramadu. Terutama bagi pengendara roda dua. Terlebih sejak digratiskan, tidak ada petugas yang berjaga di jembatan terpanjang di Indonesia tersebut.

Jika tidak hati-hati bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Terutama bagi yang baru melintas di sana. ”Jika kecepatan di atas 60 meter per jam sepeda motor seperti mau dibawa angin,” kata Moh. Imron salah satu pengendara yang melintasi Suramadu pada Jumat malam (24/5).

Pria berumur 38 asal Kecamatan Tanah Merah itu menjelaskan, saat ini melintas di Jembatan Suramadu gratis. Tidak ada petugas yang berjaga. Tidak hanya itu, ruas jalan bergelombang. Itu membahayakan pengendara. ”Bahkan, ada jalan yang berlubang. Kalau tidak terbiasa melintas terkadang mengenai lubang,” jelasnya.

Baca Juga :  Aset ASDP Tak Terawat

Kabid Preservasi dan Peralatan I Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBP JN) VII Surabaya Sodeli menyampaikan, kenaikan volume kendaraan diperkirakan mulai Rabu (29/5) dan Jumat sore (31/5). Saat itu diprediksi banyak warga yang sudah mudik. Dia berharap dengan libur panjang ini, warga tidak mudik berbarengan. Terkait jumlah kendaraan yang melintas di Suramadu kemungkinan diketahui sesudah H-7 Lebaran.

Dia mengakui, beberapa pekan terakhir, angin sangat kencang. Utamanya pada malam hari. Oleh sebab itu, akan ada pengamanan kepada pengendara dan di bawah Jembatan Suramadu. ”Termasuk pengamanan keselamatan pengendara. Saat ini sedang dalam proses menentukan titik,” imbuhnya.

Pihaknya bekerja sama dengan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, BPBD Jatim, PMI, dan dinas kesehatan. Nantinya akan bergerak sesuai dengan bidangnya masing-masing juga dibantu tim lainnya manakala ada insiden di lapangan.

Baca Juga :  ASDP Sediakan Tiga Kapal

”Persiapan mudik Lebaran, H-10 kami sudah siapkan semua. Masing-masing wilayah sudah dipersiapkan. Seperti petugas jaga dan perlengkapannya juga antisipasi penanganan rutin. Penanganan rutin itu harus stand by baik material dan personelnya,” jelasnya.

Di samping itu, pihaknya juga mengandangkan kendaraan berat. Seperti dump truck dan juga alat berat untuk pekerjaan. Demi kenyamanan pengendara, pihaknya siap menambal jalan yang berlubang di sepanjang jalan menuju Madura. ”H-5 dan H+5 kendaraan berat sudah harus dikandangkan,” tukasnya. 

BANGKALAN – Beberapa hari terakhir di perairan Madura angin sangat kencang. Hal itu dapat membahayakan warga yang akan mudik melalui Jembatan Suramadu. Terutama bagi pengendara roda dua. Terlebih sejak digratiskan, tidak ada petugas yang berjaga di jembatan terpanjang di Indonesia tersebut.

Jika tidak hati-hati bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Terutama bagi yang baru melintas di sana. ”Jika kecepatan di atas 60 meter per jam sepeda motor seperti mau dibawa angin,” kata Moh. Imron salah satu pengendara yang melintasi Suramadu pada Jumat malam (24/5).

Pria berumur 38 asal Kecamatan Tanah Merah itu menjelaskan, saat ini melintas di Jembatan Suramadu gratis. Tidak ada petugas yang berjaga. Tidak hanya itu, ruas jalan bergelombang. Itu membahayakan pengendara. ”Bahkan, ada jalan yang berlubang. Kalau tidak terbiasa melintas terkadang mengenai lubang,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelebaran Jalan Nasional Madura Terprogram di APBN 2022

Kabid Preservasi dan Peralatan I Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBP JN) VII Surabaya Sodeli menyampaikan, kenaikan volume kendaraan diperkirakan mulai Rabu (29/5) dan Jumat sore (31/5). Saat itu diprediksi banyak warga yang sudah mudik. Dia berharap dengan libur panjang ini, warga tidak mudik berbarengan. Terkait jumlah kendaraan yang melintas di Suramadu kemungkinan diketahui sesudah H-7 Lebaran.

Dia mengakui, beberapa pekan terakhir, angin sangat kencang. Utamanya pada malam hari. Oleh sebab itu, akan ada pengamanan kepada pengendara dan di bawah Jembatan Suramadu. ”Termasuk pengamanan keselamatan pengendara. Saat ini sedang dalam proses menentukan titik,” imbuhnya.

Pihaknya bekerja sama dengan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, BPBD Jatim, PMI, dan dinas kesehatan. Nantinya akan bergerak sesuai dengan bidangnya masing-masing juga dibantu tim lainnya manakala ada insiden di lapangan.

Baca Juga :  Sedia Tiga Kapal, Hanya Beroperasi Dua

”Persiapan mudik Lebaran, H-10 kami sudah siapkan semua. Masing-masing wilayah sudah dipersiapkan. Seperti petugas jaga dan perlengkapannya juga antisipasi penanganan rutin. Penanganan rutin itu harus stand by baik material dan personelnya,” jelasnya.

Di samping itu, pihaknya juga mengandangkan kendaraan berat. Seperti dump truck dan juga alat berat untuk pekerjaan. Demi kenyamanan pengendara, pihaknya siap menambal jalan yang berlubang di sepanjang jalan menuju Madura. ”H-5 dan H+5 kendaraan berat sudah harus dikandangkan,” tukasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/