alexametrics
22.7 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Tegang, Pembuktian Kualifikasi Lelang Dijaga Polisi

BANGKALAN – Ketegangan terjadi di luar ruang pembuktian kualifikasi lelang proyek di lingkungan Pemkab Bangkalan, Jumat (25/5). Tidak sedikit antara pendukung rekanan atau kontraktor cekcok. Sejumlah polisi pun disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.

Plt Kabag ULP Barang dan Jasa Setkab Bangkalan Abdul Wasi’ mengutarakan, tiap pembuktian kualifikasi pihaknya selalu menggandeng kepolisian. Sebab, yang bertatap muka langsung adalah kelompok kerja (pokja) dan kontraktor atau penyedia jasa. ”Ketika pembuktian kualifikasi memang bertemu langsung. Selebihnya kan lewat online,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, yang menjadi pemicu kekisruhan atau gesekan antar penyedia itu karena sama-sama ingin menjadi pemenang. ”Sehingga, terjadi gesekan antar penyedia,” terangnya.

Dia mengungkapkan, penyedia yang diundang itu kadang membawa rekan-rekannya. Hal itu perlu diantisipasi karena yang masuk dalam ruang pembuktian kualifikasi hanya orang-orang yang berkepentingan. ”Misalnya direkturnya. Maksimal tiga orang yang boleh masuk. Yang tidak berkepentingan di luar,” paparnya.

Baca Juga :  Firdausi Nuzula, Anak Petani Pembawa Bendera Merah Putih

Prinsipnya, kata dia, pihak ULP siap melaksanakan tahapan lelang sesuai prosedur. Tidak terpengaruh jika ada pihak yang menyebut tidak profesional. ”Yang penting kami bekerja normatif. Tidak menyimpang,” ucapnya.

Bagi peserta lelang yang tidak memenuhi syarat, otomatis tidak diundang. Itu setelah dilakukan evaluasi oleh panitia. ”Terkadang 30 peserta tidak memenuhi. Ya tidak kami undang ketika pembuktian kualifikasi,” terangnya.

Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh mengatakan, pihaknya sudah menyarankan ULP untuk bekerja normatif. Pihaknya tidak akan intervensi apa pun. Pilih pemenang lelang yang benar-benar layak dan berkualitas.

”Sudah kami ingatkan agar bekerja sesuai prosedur. Yang tidak memenuhi syarat tidak usah diloloskan,” terangnya.

Baca Juga :  Kekosongan Jabatan Tak Boleh Dibiarkan

Menurut dia, ketika pemenang lelang itu berkualitas dan memenuhi syarat, akan berdampak pada pelaksanaan program. ”Tidak akan sembarangan dalam pengerjaannya,” ucapnya.

Sekadar diketahui, terdapat dua kegiatan hotmix yang memasuki pembuktian kualifikasi. Yakni, peningkatan Jalan Bungkak–Cangkareman dengan alokasi anggaran Rp 1,7 miliar. Selain itu  peningkatan Jalan Dupok-Mano’an senilai Rp 3 miliar. 

BANGKALAN – Ketegangan terjadi di luar ruang pembuktian kualifikasi lelang proyek di lingkungan Pemkab Bangkalan, Jumat (25/5). Tidak sedikit antara pendukung rekanan atau kontraktor cekcok. Sejumlah polisi pun disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.

Plt Kabag ULP Barang dan Jasa Setkab Bangkalan Abdul Wasi’ mengutarakan, tiap pembuktian kualifikasi pihaknya selalu menggandeng kepolisian. Sebab, yang bertatap muka langsung adalah kelompok kerja (pokja) dan kontraktor atau penyedia jasa. ”Ketika pembuktian kualifikasi memang bertemu langsung. Selebihnya kan lewat online,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, yang menjadi pemicu kekisruhan atau gesekan antar penyedia itu karena sama-sama ingin menjadi pemenang. ”Sehingga, terjadi gesekan antar penyedia,” terangnya.


Dia mengungkapkan, penyedia yang diundang itu kadang membawa rekan-rekannya. Hal itu perlu diantisipasi karena yang masuk dalam ruang pembuktian kualifikasi hanya orang-orang yang berkepentingan. ”Misalnya direkturnya. Maksimal tiga orang yang boleh masuk. Yang tidak berkepentingan di luar,” paparnya.

Baca Juga :  Usut Program Kambing Etawa, Kejari Gilir Timgar

Prinsipnya, kata dia, pihak ULP siap melaksanakan tahapan lelang sesuai prosedur. Tidak terpengaruh jika ada pihak yang menyebut tidak profesional. ”Yang penting kami bekerja normatif. Tidak menyimpang,” ucapnya.

Bagi peserta lelang yang tidak memenuhi syarat, otomatis tidak diundang. Itu setelah dilakukan evaluasi oleh panitia. ”Terkadang 30 peserta tidak memenuhi. Ya tidak kami undang ketika pembuktian kualifikasi,” terangnya.

Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh mengatakan, pihaknya sudah menyarankan ULP untuk bekerja normatif. Pihaknya tidak akan intervensi apa pun. Pilih pemenang lelang yang benar-benar layak dan berkualitas.

- Advertisement -

”Sudah kami ingatkan agar bekerja sesuai prosedur. Yang tidak memenuhi syarat tidak usah diloloskan,” terangnya.

Baca Juga :  Tunjangan Eselon II-III Dipangkas

Menurut dia, ketika pemenang lelang itu berkualitas dan memenuhi syarat, akan berdampak pada pelaksanaan program. ”Tidak akan sembarangan dalam pengerjaannya,” ucapnya.

Sekadar diketahui, terdapat dua kegiatan hotmix yang memasuki pembuktian kualifikasi. Yakni, peningkatan Jalan Bungkak–Cangkareman dengan alokasi anggaran Rp 1,7 miliar. Selain itu  peningkatan Jalan Dupok-Mano’an senilai Rp 3 miliar. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/