alexametrics
25.6 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Hasil Swab Keluar Hari Ini

BANGKALAN – Tes swab yang dilakukan RSUD Syamrabu Bangkalan terhadap warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) belum turun. Hasil pemeriksaan terhadap warga Klampis itu kemungkinan keluar hari ini (26/3). Dengan demikian, status orang itu positif Covid-19 atau tidak segera diketahui.

Juru Bicara Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Bangkalan Catur Budi Keswardiono mengutarakan, hasil tes swab itu biasanya tidak terlalu lama. Namun, sampai sekarang belum turun. ”Kami juga menunggu ini,” kata dia kemarin (25/3).

Catur menyampaikan, tes swab itu dikirim Senin (22/3) ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. Namun, yang diperiksa tidak hanya dari Bangkalan, melainkan juga dari kabupaten/kota lain di Jawa Timur. ”Seperti biasa, empat hari sudah turun. Berarti besok (hari ini),” ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Pasar Galis Terancam Lebihi Deadline

Tetapi, pihaknya tidak bisa memastikan. Sebab, saat ini yang mengajukan swab itu banyak. Kemungkinan telat turunnya. ”Bisa diketahui bersama, pasti banyaklah yang melakukan tes swab,” paparnya.

Dokter spesialis paru itu menyatakan, hasil tes swab itu sangat penting untuk mengetahui seseorang itu positif atau tidak terjangkit virus korona. Terlebih, pasien itu berstatus PDP. ”Kalau kami berharap semoga tidak positif,” ucapnya.

Sebab, pasien yang baru pulang dari Afrika itu, sebelum dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan pernah hadir dalam pengajian dan kegiatan sosial lainnya. Otomatis ada kontak langsung dengan warga lain. ”Itu yang kami khawatirkan kalau sampai positif,” sebutnya.

Karena itu, Catur berharap hasil tes swab negatif. Dengan demikian, kemungkinan ada penyebaran sangat kecil. ”Kami ingin masyarakat juga ikut berperan. Minimal dengan memberi tahu ke petugas manakala ada tetangganya yang baru pulang dari luar negeri,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemdes Semprotkan Disinfektan di Tempat Ibadah

Seperti diberitakan, di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan ada seseorang yang berstatus PDP. Warga Kecamatan Klampis itu berada di ruang isolasi. Dia pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Afrika.

Pada rontgen pertama, kondisi pasien tidak menunjukkan hasil lebih baik. Lalu, dilakukan rontgen kedua. Hasilnya justru mulai mengarah pada gejala Covid-19. Karena itu ditetapkan PDP, tapi belum positif Covid-19.

Pasien tersebut datang ke RSUD Syamrabu empat hari yang lalu. Saat itu gejalanya menunjukkan seperti demam berdarah dengue (DBD). Namun, belakangan dan berdasar hasil laboratorium mengarah ke Covid-19. Karena itu, dilakukan swab tenggorokan.

BANGKALAN – Tes swab yang dilakukan RSUD Syamrabu Bangkalan terhadap warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) belum turun. Hasil pemeriksaan terhadap warga Klampis itu kemungkinan keluar hari ini (26/3). Dengan demikian, status orang itu positif Covid-19 atau tidak segera diketahui.

Juru Bicara Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Bangkalan Catur Budi Keswardiono mengutarakan, hasil tes swab itu biasanya tidak terlalu lama. Namun, sampai sekarang belum turun. ”Kami juga menunggu ini,” kata dia kemarin (25/3).

Catur menyampaikan, tes swab itu dikirim Senin (22/3) ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. Namun, yang diperiksa tidak hanya dari Bangkalan, melainkan juga dari kabupaten/kota lain di Jawa Timur. ”Seperti biasa, empat hari sudah turun. Berarti besok (hari ini),” ujarnya.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Salurkan Beasiswa dan JKM

Tetapi, pihaknya tidak bisa memastikan. Sebab, saat ini yang mengajukan swab itu banyak. Kemungkinan telat turunnya. ”Bisa diketahui bersama, pasti banyaklah yang melakukan tes swab,” paparnya.

Dokter spesialis paru itu menyatakan, hasil tes swab itu sangat penting untuk mengetahui seseorang itu positif atau tidak terjangkit virus korona. Terlebih, pasien itu berstatus PDP. ”Kalau kami berharap semoga tidak positif,” ucapnya.

Sebab, pasien yang baru pulang dari Afrika itu, sebelum dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan pernah hadir dalam pengajian dan kegiatan sosial lainnya. Otomatis ada kontak langsung dengan warga lain. ”Itu yang kami khawatirkan kalau sampai positif,” sebutnya.

Karena itu, Catur berharap hasil tes swab negatif. Dengan demikian, kemungkinan ada penyebaran sangat kecil. ”Kami ingin masyarakat juga ikut berperan. Minimal dengan memberi tahu ke petugas manakala ada tetangganya yang baru pulang dari luar negeri,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pagu PPDB Tunggu Persetujuan Pemprov

Seperti diberitakan, di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan ada seseorang yang berstatus PDP. Warga Kecamatan Klampis itu berada di ruang isolasi. Dia pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Afrika.

Pada rontgen pertama, kondisi pasien tidak menunjukkan hasil lebih baik. Lalu, dilakukan rontgen kedua. Hasilnya justru mulai mengarah pada gejala Covid-19. Karena itu ditetapkan PDP, tapi belum positif Covid-19.

Pasien tersebut datang ke RSUD Syamrabu empat hari yang lalu. Saat itu gejalanya menunjukkan seperti demam berdarah dengue (DBD). Namun, belakangan dan berdasar hasil laboratorium mengarah ke Covid-19. Karena itu, dilakukan swab tenggorokan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/