alexametrics
29.1 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Dispertapahorbun Baru Cetak 8.700 Kartu Tani

BANGKALAN – Dispertapahorbun Bangkalan memastikan petani di Kota Salak memiliki kartu tani. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Banyak kendala teknis yang menghambat.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), target pembuatan kartu tani tahun ini 35 ribu lembar. Yang tercetak baru 8.700  kartu. Yang didistribusikan masih 3.500 lembar.

Kasi Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dispertapahorbun Bangkalan Rudi Hariyanto mengutarakan, mengenai pembuatan kartu tani memang banyak mengalami kendala. Banyak NIK KTP dan KK tidak cocok. Juga, banyak mengira ada unsur politis ketika meminta dan melakukan pendataan administrasi kependudukan.

”Susahnya minta ampun ketika minta KTP karena dikira untuk kepentingan pilkada. Ini yang tidak habis pikir dari petani. Kami mencoba memaklumi, karena tahun politik,” ujarnya.

Baca Juga :  Kartu Tani Belum Bisa Digunakan

Atas dasar itu, kartu tani yang tercetak baru 8.700 lebih. Sementara yang didistribusikan masih 3.500 kartu tani. Target akhir Desember, kartu tani tersebut sudah harus tuntas dan tersebar ke petani. ”Pendistribusian kartu tani juga mengalami kendala. Biasanya perihal kesiapan di masing-masing kecamatan,” katanya.

Tidak mungkin kartu tani yang tercetak diberikan satu per satu. Perlu dikumpulkan di tiap kecamatan. ”Kalau dibagikan satu per satu banyak waktu tersita,” jelasnya.

Dengan sisa waktu yang ada, pendistribusian kartu tani harus segera direalisasikan. ”Diperkirakan sebelum awal 2018 kartu tani yang belum didistribusikan akan segera dibagikan,” janjinya.

Rudi menyampaikan, andai saja masyarakat paham manfaat kartu tani, tidak mungkin mempersulit data kependudukan. Selama ini petani mengira permintaan data kependudukan itu untuk kepentingan calon perseorangan. ”Itu salah,” terangnya.

Baca Juga :  Realisasi Kartu Tani Tidak Maksimal

Petani seharusnya senang mendapatkan kartu tani. Dengan kartu tani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, bantuan benih subsidi, pinjaman modal melalui sistem KUR, dan lainnya. ”Hal itu tidak dipahami oleh petani. Sehingga, sedikit mempersulit,” paparnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muchlis Assuryani mengatakan, dispertapahorbun harus mencari cara agar petani tidak berpikir macam-macam. Caranya, mulai melakukan pendekatan secara intens. ”Selain memberikan penjelasan mengenai manfaat kartu tani, juga bisa melakukan pendekatan. Terutama, kepada ketua-ketua poktan,” katanya.

BANGKALAN – Dispertapahorbun Bangkalan memastikan petani di Kota Salak memiliki kartu tani. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Banyak kendala teknis yang menghambat.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), target pembuatan kartu tani tahun ini 35 ribu lembar. Yang tercetak baru 8.700  kartu. Yang didistribusikan masih 3.500 lembar.

Kasi Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dispertapahorbun Bangkalan Rudi Hariyanto mengutarakan, mengenai pembuatan kartu tani memang banyak mengalami kendala. Banyak NIK KTP dan KK tidak cocok. Juga, banyak mengira ada unsur politis ketika meminta dan melakukan pendataan administrasi kependudukan.


”Susahnya minta ampun ketika minta KTP karena dikira untuk kepentingan pilkada. Ini yang tidak habis pikir dari petani. Kami mencoba memaklumi, karena tahun politik,” ujarnya.

Baca Juga :  Kartu Tani Belum Bisa Digunakan

Atas dasar itu, kartu tani yang tercetak baru 8.700 lebih. Sementara yang didistribusikan masih 3.500 kartu tani. Target akhir Desember, kartu tani tersebut sudah harus tuntas dan tersebar ke petani. ”Pendistribusian kartu tani juga mengalami kendala. Biasanya perihal kesiapan di masing-masing kecamatan,” katanya.

Tidak mungkin kartu tani yang tercetak diberikan satu per satu. Perlu dikumpulkan di tiap kecamatan. ”Kalau dibagikan satu per satu banyak waktu tersita,” jelasnya.

Dengan sisa waktu yang ada, pendistribusian kartu tani harus segera direalisasikan. ”Diperkirakan sebelum awal 2018 kartu tani yang belum didistribusikan akan segera dibagikan,” janjinya.

Rudi menyampaikan, andai saja masyarakat paham manfaat kartu tani, tidak mungkin mempersulit data kependudukan. Selama ini petani mengira permintaan data kependudukan itu untuk kepentingan calon perseorangan. ”Itu salah,” terangnya.

Baca Juga :  Sumber PAD Bapenda Bertambah

Petani seharusnya senang mendapatkan kartu tani. Dengan kartu tani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, bantuan benih subsidi, pinjaman modal melalui sistem KUR, dan lainnya. ”Hal itu tidak dipahami oleh petani. Sehingga, sedikit mempersulit,” paparnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muchlis Assuryani mengatakan, dispertapahorbun harus mencari cara agar petani tidak berpikir macam-macam. Caranya, mulai melakukan pendekatan secara intens. ”Selain memberikan penjelasan mengenai manfaat kartu tani, juga bisa melakukan pendekatan. Terutama, kepada ketua-ketua poktan,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/