alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Proyek Jalan Nasional Terancam Molor

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Proyek preservasi jalan nasional di Kecamatan Blega terancam molor. Indikasinya, capaian harian dari proyek Rp 20,8 miliar yang dikerjakan oleh PT Unggul Sokaja masih jauh dari yang ditargetkan.

Tim Teknis PT Unggul Sokaja Jimmy mengatakan, proyek preservasi itu dimulai sejak Juli lalu. Dia mengklaim, capaian proyek sudah 50 persen. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pengecoran jalan di sisi selatan. ”Di kontraknya sampai akhir Desember,” ucapnya kemarin (24/11).

Di awal pekerjaan, Jimmy mengaku mengalami beberapa kendala. Di antaranya harus melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dan pemilik toko yang ada di sepanjang Jalan Raya Blega.

”Kami juga masih menumbangkan pohon-pohon yang ada di pinggir jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Kabupaten Rusak Parah warga Tanam Pohon

Dia menegaskan, pengecoran jalan ditarget selesai Senin (20/12). Namun, pihaknya juga mengaku pesimistis target itu terpenuhi. Apalagi, dengan situasi cuaca yang kurang mendukung karena sudah masuk musim hujan. ”Kalau ada air (di jalan, Red) gimana kita mau ngecor,” ungkapnya.

Kendala lainnya yaitu kemacetan panjang. Kondisi itu mengganggu proses pengangkutan bahan material proyek. ”Karena macet itu, truk kita (pengangkut material proyek) jadi lambat masuknya,” katanya.

Jimmy tidak memungkiri bahwa capaian harian dari pekerjaan yang dilaksanakan lebih kecil dari yang ditargetkan. Setiap hari pihaknya menargetkan capaian pengecoran jalan bisa mencapai 150 meter. Namun, realisasinya hanya 90 hingga 100 meter. Kendati demikian, perusahaan tempatnya bekerja bisa menuntaskan kegiatan sesuai target dan surat perintah kerja (SPK) yang ditandatangani.

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Belum Jalan

”Kami menambah pekerja dan jam kerja. Perusahaan kami berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai kontrak kerja,” sambung dia.

Terpisah, anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro mendesak PT Unggul Sokaja untuk menuntaskan pengerjaan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Dirinya juga berjanji akan melakukan evaluasi jika proyek itu tidak selesai tepat waktu.

”Nanti akan kita evaluasi pihak ketiganya kalau sampai molor,” tegasnya.

Dengan sisa waktu yang terus berkurang, politikus PKB itu meminta pelaksana untuk tetap mengedepankan kualitas. Dengan begitu, hasilnya maksimal, kuat, dan tahan lama.

”Pekerja dan jam kerjanya bisa ditambah, pelaksana harus solutif. Pokoknya jangan sampai tidak selesai,” desaknya. (jup)

- Advertisement -

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Proyek preservasi jalan nasional di Kecamatan Blega terancam molor. Indikasinya, capaian harian dari proyek Rp 20,8 miliar yang dikerjakan oleh PT Unggul Sokaja masih jauh dari yang ditargetkan.

Tim Teknis PT Unggul Sokaja Jimmy mengatakan, proyek preservasi itu dimulai sejak Juli lalu. Dia mengklaim, capaian proyek sudah 50 persen. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pengecoran jalan di sisi selatan. ”Di kontraknya sampai akhir Desember,” ucapnya kemarin (24/11).

Di awal pekerjaan, Jimmy mengaku mengalami beberapa kendala. Di antaranya harus melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dan pemilik toko yang ada di sepanjang Jalan Raya Blega.


”Kami juga masih menumbangkan pohon-pohon yang ada di pinggir jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Pertahankan Lahan

Dia menegaskan, pengecoran jalan ditarget selesai Senin (20/12). Namun, pihaknya juga mengaku pesimistis target itu terpenuhi. Apalagi, dengan situasi cuaca yang kurang mendukung karena sudah masuk musim hujan. ”Kalau ada air (di jalan, Red) gimana kita mau ngecor,” ungkapnya.

Kendala lainnya yaitu kemacetan panjang. Kondisi itu mengganggu proses pengangkutan bahan material proyek. ”Karena macet itu, truk kita (pengangkut material proyek) jadi lambat masuknya,” katanya.

Jimmy tidak memungkiri bahwa capaian harian dari pekerjaan yang dilaksanakan lebih kecil dari yang ditargetkan. Setiap hari pihaknya menargetkan capaian pengecoran jalan bisa mencapai 150 meter. Namun, realisasinya hanya 90 hingga 100 meter. Kendati demikian, perusahaan tempatnya bekerja bisa menuntaskan kegiatan sesuai target dan surat perintah kerja (SPK) yang ditandatangani.

Baca Juga :  KPU Tetapkan 1.457 Warga Bangkalan Masuk DPTb Daerah Lain

”Kami menambah pekerja dan jam kerja. Perusahaan kami berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai kontrak kerja,” sambung dia.

Terpisah, anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro mendesak PT Unggul Sokaja untuk menuntaskan pengerjaan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Dirinya juga berjanji akan melakukan evaluasi jika proyek itu tidak selesai tepat waktu.

”Nanti akan kita evaluasi pihak ketiganya kalau sampai molor,” tegasnya.

Dengan sisa waktu yang terus berkurang, politikus PKB itu meminta pelaksana untuk tetap mengedepankan kualitas. Dengan begitu, hasilnya maksimal, kuat, dan tahan lama.

”Pekerja dan jam kerjanya bisa ditambah, pelaksana harus solutif. Pokoknya jangan sampai tidak selesai,” desaknya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Jembatan Antar Desa Ambruk

Sampang Raih BKN Award 2018

Artikel Terbaru

/