alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Ajak Mahasiswa Jadi Netizen Journalist

BANGKALAN – LPM Sinar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendatangkan redaktur Jawa Pos Doan Widiandiono sebagai pemateri kemarin (24/11). Seninar Jurnalistik Nasional itu bertajuk Be A Smart Netizen Journalist.

Doan Widiandiono mengajak mahasiswa yang notabene masyarakat terdidik untuk membaca setiap berita atau infomasi yang diterima hingga tuntas. ”Jangan langsung di-share, harus diteliti dulu, dipahami,” saran pria berkacamata itu.

Menurut Doan, pertumbuhan platform media digital di media sosial (medsos) sangat cepat. Di era 4.0 ini bertebarannya informasi di medsos perlu difilter agar tidak salah dalam menyebarkan informasi. ”Harapannya, kalau bisa itu harus jadi netizen jurnalis,” katanya.

Netizen jurnalis merupakan masyarakat biasa yang menyebarkan informasi melalui internet yang memperhatikan kaidah-kaidah jurnalistik. ”Intinya, tidak menyebarkan informasi sembarangan,” terangnya.

Baca Juga :  Ke Mana Satgas Saber Pungli? Tiap Tahun Kuras APBD Ratusan Juta

Sementara itu, Ketua LPM Sinar FKIP UTM Aminatum Mufidah mengatakan, budaya membaca masyarakat sangat kurang. Termasuk di kalangan mahasiswa sekalipun. ”Rata-rata membaca berita itu hanya judulnya saja, dikira bagus langsung di-share tanpa tahu isinya,” ujarnya.

Dengan seminar jurnalistik tersebut, mahasiswa diharapkan menjadi pembaca berita yang baik dan menularkannya kepada masyarakat. ”Kalau pembacanya baik, informasi yang disebar pastinya juga baik. Selain itu, bertujuan menumbuhkan kegemaran membaca dan menulis,” pungkasnya. (c1)

 

- Advertisement -

BANGKALAN – LPM Sinar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendatangkan redaktur Jawa Pos Doan Widiandiono sebagai pemateri kemarin (24/11). Seninar Jurnalistik Nasional itu bertajuk Be A Smart Netizen Journalist.

Doan Widiandiono mengajak mahasiswa yang notabene masyarakat terdidik untuk membaca setiap berita atau infomasi yang diterima hingga tuntas. ”Jangan langsung di-share, harus diteliti dulu, dipahami,” saran pria berkacamata itu.

Menurut Doan, pertumbuhan platform media digital di media sosial (medsos) sangat cepat. Di era 4.0 ini bertebarannya informasi di medsos perlu difilter agar tidak salah dalam menyebarkan informasi. ”Harapannya, kalau bisa itu harus jadi netizen jurnalis,” katanya.


Netizen jurnalis merupakan masyarakat biasa yang menyebarkan informasi melalui internet yang memperhatikan kaidah-kaidah jurnalistik. ”Intinya, tidak menyebarkan informasi sembarangan,” terangnya.

Baca Juga :  Kojor Bangkalan Tuntut Panwaslu Beri Sanksi

Sementara itu, Ketua LPM Sinar FKIP UTM Aminatum Mufidah mengatakan, budaya membaca masyarakat sangat kurang. Termasuk di kalangan mahasiswa sekalipun. ”Rata-rata membaca berita itu hanya judulnya saja, dikira bagus langsung di-share tanpa tahu isinya,” ujarnya.

Dengan seminar jurnalistik tersebut, mahasiswa diharapkan menjadi pembaca berita yang baik dan menularkannya kepada masyarakat. ”Kalau pembacanya baik, informasi yang disebar pastinya juga baik. Selain itu, bertujuan menumbuhkan kegemaran membaca dan menulis,” pungkasnya. (c1)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/