alexametrics
21.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Bupati Akan Survei sebelum Wujudkan Program Insentif

BANGKALAN – Salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron-Mohni adalah pemberian insentif kepada guru ngaji. Program ini tidak bisa terlaksana tahun ini.

R. Abdul Latif Amin Imron memastikan insentif guru ngaji bakal terwujud 2019 mendatang. Dia sangat serius menunaikan janji politiknya tersebut. Namun, tahun ini baru bisa menganggarkan bantuan insentif terhadap guru madrasah diniyah (madin).

”Saya memang titip ke Pj Bupati waktu itu. Tapi, di APBD Perubahan anggarannya hanya mampu untuk insentif guru madin,” kata bupati yang akrab disapa Ra Latif itu Rabu (24/10).

Pihaknya mengaku akan melakukan survei dan pendataan terlebih dahulu. Sebab, tidak menutup kemungkinan banyak guru ngaji dadakan. ”Dalam sisa bulan tahun ini, kami survei yang benar. Khawatir banyak yang mengaku guru ngaji,” ungkap dia.

Baca Juga :  PTSL Baru Terealisasi 35 Persen, Dewan Ragukan Kinerja BPN

Kategorinya, lanjut dia, guru ngaji tersebut harus punya langgar atau musala. Kemudian, ada aktivitas kegiatan belajar ngaji. ”Itu nanti yang kami berikan insentif,” tegasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Bangkalan itu menyatakan, keberadaan guru ngaji di Kota Salak dipastikan mencapai ribuan. Itu berkaca pada guru madin yang mencapai 8 ribu lebih. Karena itu, anggarannya baru cukup ketika tahun anggaran 2019.

”Yang guru madin saja, untuk tiga bulan dari Oktober, November, dan Desember. Itu anggarannya Rp 5 miliar lebih,” terangnya.

Kemudian, pada 2019 nanti juga ada beberapa kegiatan yang menjadi prioritas, terutama berkenaan dengan pembangunan fisik. Sebab, ada jembatan di salah satu desa yang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan.

Baca Juga :  Hanya 15 Pemohon Urus Akta Kematian

”Sampai-sampai warga mau urunan agar bisa menikmati jembatan yang bagus. Ya nanti 2019 kami selesaikan,” janjinya.

Untuk APBD Perubahan 2018 masih menjadi ranah Pj bupati sebelumnya. Tetapi, pada APBD 2019 itu bisa dengan penuh mengalokasikan anggaran untuk kegiatan. ”Pokoknya bertahap untuk pembenahan Bangkalan ke depan,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, sepanjang itu menjadi kebaikan untuk masyarakat Bangkalan, dewan sangat setuju. Termasuk, perihal bantuan insentif terhadap guru madin dan guru ngaji.

”Untuk guru ngaji memang belum bisa dilaksanakan tahun ini. Tapi, baru bisa tahun depan. Karena anggarannya belum cukup,”  katanya. 

BANGKALAN – Salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron-Mohni adalah pemberian insentif kepada guru ngaji. Program ini tidak bisa terlaksana tahun ini.

R. Abdul Latif Amin Imron memastikan insentif guru ngaji bakal terwujud 2019 mendatang. Dia sangat serius menunaikan janji politiknya tersebut. Namun, tahun ini baru bisa menganggarkan bantuan insentif terhadap guru madrasah diniyah (madin).

”Saya memang titip ke Pj Bupati waktu itu. Tapi, di APBD Perubahan anggarannya hanya mampu untuk insentif guru madin,” kata bupati yang akrab disapa Ra Latif itu Rabu (24/10).


Pihaknya mengaku akan melakukan survei dan pendataan terlebih dahulu. Sebab, tidak menutup kemungkinan banyak guru ngaji dadakan. ”Dalam sisa bulan tahun ini, kami survei yang benar. Khawatir banyak yang mengaku guru ngaji,” ungkap dia.

Baca Juga :  Hanya 15 Pemohon Urus Akta Kematian

Kategorinya, lanjut dia, guru ngaji tersebut harus punya langgar atau musala. Kemudian, ada aktivitas kegiatan belajar ngaji. ”Itu nanti yang kami berikan insentif,” tegasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Bangkalan itu menyatakan, keberadaan guru ngaji di Kota Salak dipastikan mencapai ribuan. Itu berkaca pada guru madin yang mencapai 8 ribu lebih. Karena itu, anggarannya baru cukup ketika tahun anggaran 2019.

”Yang guru madin saja, untuk tiga bulan dari Oktober, November, dan Desember. Itu anggarannya Rp 5 miliar lebih,” terangnya.

Kemudian, pada 2019 nanti juga ada beberapa kegiatan yang menjadi prioritas, terutama berkenaan dengan pembangunan fisik. Sebab, ada jembatan di salah satu desa yang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan.

Baca Juga :  Khawatir Padam, Sekolah Siapkan Genset Selama UNBK

”Sampai-sampai warga mau urunan agar bisa menikmati jembatan yang bagus. Ya nanti 2019 kami selesaikan,” janjinya.

Untuk APBD Perubahan 2018 masih menjadi ranah Pj bupati sebelumnya. Tetapi, pada APBD 2019 itu bisa dengan penuh mengalokasikan anggaran untuk kegiatan. ”Pokoknya bertahap untuk pembenahan Bangkalan ke depan,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, sepanjang itu menjadi kebaikan untuk masyarakat Bangkalan, dewan sangat setuju. Termasuk, perihal bantuan insentif terhadap guru madin dan guru ngaji.

”Untuk guru ngaji memang belum bisa dilaksanakan tahun ini. Tapi, baru bisa tahun depan. Karena anggarannya belum cukup,”  katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/