alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Kemenag Bangkalan Sebut Banyak Travel Umrah Ilegal

BANGKALAN – Masyarakat harus pandai menentukan travel untuk melaksanakan ibadah umrah. Di Bangkalan hanya ada satu travel yang dinyatakan resmi. Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan memastikan banyak travel umrah yang tidak resmi alias ilegal.

Banyaknya travel umrah yang tidak resmi membuat Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bangkalan Wafir khawatir. Dia mengatakan, banyak travel yang tak terdaftar di kemenag. ”Mereka tidak kami rekomendasikan. Yang kami rekomendasikan adalah travel resmi,” ujar Wafir.

Kekhawatiran Wafir ini beralasan. Sebab, banyak sekali travel umrah yang hanya memanfaatkan kepolosan calon jamaah umrah. Dia mengakui tidak semua calon jamaah mengetahui dan paham regulasi yang mengatur mengenai travel umrah. ”Khawatir bisa dikibuli nanti,” katanya.

Baca Juga :  Indonesia-Arab Saudi Akan Berdiplomasi

Padahal, calon jamaah harus berangkat melalui travel resmi. Itu sesuai dengan regulasi yang diturunkan Kementerian Hukum dan HAM terkait imigrasi haji dan umrah. Peraturan tersebut sudah berjalan sejak 2017.

”Jamaah umrah yang melakukan ibadah umrah yang lewat travel resmi akan ada jaminan keamanan dari negara,” ungkap Wafir. Namun kemenag tak menutup mata bagi jamaah yang berangkat menggunakan travel yang tidak terdaftar itu.

Meski tidak resmi, lanjut Wafir, namun travel umrah lainnya merupakan usaha swasta di Bangkalan. Sehingga, ketika mereka hendak memberangkatkan jamaah umrah, travel swasta ini harus mendapat rekomendasi dari kemenag.

Wafir juga menginformasikan calon jamaah haji asal Kabupaten Bangkalan yang bersiap akan berangkat tahun ini. CJH asal Kota Salak masuk kelompok terbang (kloter) pertama keberangkatan dari Tanah Air menuju Madinah.

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Ulama Sukseskan Prokes Lebaran Idul Adha

”Tanggal 21 Juli, jamaah calon haji Bangkalan berangkat menuju asrama haji Jawa Timur. Dilanjutkan pada 22 Juli akan terbang ke Madinah dulu, baru menuju Makkah,” terangnya.

 

BANGKALAN – Masyarakat harus pandai menentukan travel untuk melaksanakan ibadah umrah. Di Bangkalan hanya ada satu travel yang dinyatakan resmi. Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan memastikan banyak travel umrah yang tidak resmi alias ilegal.

Banyaknya travel umrah yang tidak resmi membuat Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bangkalan Wafir khawatir. Dia mengatakan, banyak travel yang tak terdaftar di kemenag. ”Mereka tidak kami rekomendasikan. Yang kami rekomendasikan adalah travel resmi,” ujar Wafir.

Kekhawatiran Wafir ini beralasan. Sebab, banyak sekali travel umrah yang hanya memanfaatkan kepolosan calon jamaah umrah. Dia mengakui tidak semua calon jamaah mengetahui dan paham regulasi yang mengatur mengenai travel umrah. ”Khawatir bisa dikibuli nanti,” katanya.

Baca Juga :  Singgung Kelanjutan Proyek MISI

Padahal, calon jamaah harus berangkat melalui travel resmi. Itu sesuai dengan regulasi yang diturunkan Kementerian Hukum dan HAM terkait imigrasi haji dan umrah. Peraturan tersebut sudah berjalan sejak 2017.

”Jamaah umrah yang melakukan ibadah umrah yang lewat travel resmi akan ada jaminan keamanan dari negara,” ungkap Wafir. Namun kemenag tak menutup mata bagi jamaah yang berangkat menggunakan travel yang tidak terdaftar itu.

Meski tidak resmi, lanjut Wafir, namun travel umrah lainnya merupakan usaha swasta di Bangkalan. Sehingga, ketika mereka hendak memberangkatkan jamaah umrah, travel swasta ini harus mendapat rekomendasi dari kemenag.

Wafir juga menginformasikan calon jamaah haji asal Kabupaten Bangkalan yang bersiap akan berangkat tahun ini. CJH asal Kota Salak masuk kelompok terbang (kloter) pertama keberangkatan dari Tanah Air menuju Madinah.

Baca Juga :  Jamaah KBIH Al-Khairat Kunjungi Percetakan Alquran

”Tanggal 21 Juli, jamaah calon haji Bangkalan berangkat menuju asrama haji Jawa Timur. Dilanjutkan pada 22 Juli akan terbang ke Madinah dulu, baru menuju Makkah,” terangnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/