alexametrics
21 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Pemeliharaan Dianggarkan Rp 56 Miliar

BANGKALAN – Masyarakat Jawa Timur khususnya Madura tidak perlu waswas lagi. Setelah status jalan tol diubah menjadi non-tol, kendaraan roda empat gratis melintas di Suramadu. Kebijakan Presiden Joko Widodo itu sempat memunculkan kekhawatiran Suramadu tidak akan terawat.

Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menganggarkan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan Suramadu. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemen PUPR Endra S. Atmawidjaja menyampaikan, kebijakan presiden menggratiskan Suramadu sudah melalui beberapa tahapan.

Kendati Suramadu digratiskan, pemerintah pusat bertanggung jawab menanggung anggaran pemeliharaannya. Dengan demikian, jembatan yang menjadi ikon nasional itu tetap terawat. ”Kami sudah siapkan anggaran untuk pemeliharaan Suramadu,” terangnya.

Sayang, dia tidak menyebutkan nominal anggaran pemeliharaan Suramadu. Endra menyuruh menanyakan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya. ”Kalau mau tahu berapa anggaran pemeliharaan Suramadu, konfirmasi langsung ke balai besar,” ucapnya.

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya Sodeli mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai kondisi Suramadu yang banyak sampah dan rumput setelah digratiskan. Dia memerintahkan petugas untuk melakukan pembersihan. ”Tenang, sudah kami bersihkan. Pemeliharaan telah dianggarkan. Sabar dulu, masih proses lelang,” katanya.

Dia mengungkapkan, Kemen PUPR melalui BBPJN VIII menyiapkan anggaran Rp 56 miliar untuk pengamanan dan pemeliharaan Suramadu. Rinciannya, Rp 35 miliar untuk pemeliharaan serta Rp 21 miliar untuk pengadaan alat sensor dan inspeksi.

Rp 35 miliar akan digunakan untuk pemeliharaan semua aspek Suramadu. Seperti menjaga kebersihan, pemeliharaan jembatan, pemeliharaan pagar, pemeliharaan aspal jalan, pemeliharaan kaki-kaki, dan petugas jaga Suramadu. Diharapkan kondisi Suramadu tetap terawat.

Saat ini program pemeliharaan Suramadu memasuki proses lelang. Pihaknya menargetkan akhir Maret sudah ada pemenang lelang dan dan secepatnya tanda tangan kontrak.

Sodeli menyatakan, alat-alat sensor sangat penting dipasang di Suramadu untuk pendekteksian dini. Seperti memantau elemen-elemen jembatan, kondisi konstruksi bangunan, dan kecepatan angin. ”Pengadaan alat-alat sensor dianggarkan Rp 21 miliar. Saat ini masih proses persiapan lelang,” jelasnya.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru Jembatan Suramadu Tutup

Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengenai pemeliharaan Suramadu. Sebab, Kemen PUPR melalui BBPJN VIII sudah mengalokasikan anggaran pemeliharaan dan pengamanan. ”Kalau lelang rampung, pemeliharaan Suramadu dilakukan sepanjang tahun ini,” tutupnya.

Anggota Komisi V DPR RI Gatot Soedjito bersyukur Suramadu gratis. Lalu pemerintah pusat menyediakan anggaran untuk pemeliharaan dan pengamanan. Politikus Golkar itu berharap, proses lelang pemeliharaan dan pengadaan alat-alat sensor cepat rampung.

Dengan begitu, pemeliharaan Suramadu bisa segera dilakukan. Pembangunan jembatan penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Madura itu menelan anggaran triliunan rupiah sehingga wajib dipelihara dengan sebaik-baiknya.

”Sudah sepantasnya dianggarkan besar. Sebab kalau tidak dirawat dan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan, yang rugi masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, tahun ini sudah dianggarkan pemeliharaan Suramadu,” ucapnya.

Baca Juga :  Pembangunan Lanjutan Gedung Dewan Usai Dipangkas Sisa Rp 20,4 M

BANGKALAN – Masyarakat Jawa Timur khususnya Madura tidak perlu waswas lagi. Setelah status jalan tol diubah menjadi non-tol, kendaraan roda empat gratis melintas di Suramadu. Kebijakan Presiden Joko Widodo itu sempat memunculkan kekhawatiran Suramadu tidak akan terawat.

Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menganggarkan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan Suramadu. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemen PUPR Endra S. Atmawidjaja menyampaikan, kebijakan presiden menggratiskan Suramadu sudah melalui beberapa tahapan.

Kendati Suramadu digratiskan, pemerintah pusat bertanggung jawab menanggung anggaran pemeliharaannya. Dengan demikian, jembatan yang menjadi ikon nasional itu tetap terawat. ”Kami sudah siapkan anggaran untuk pemeliharaan Suramadu,” terangnya.


Sayang, dia tidak menyebutkan nominal anggaran pemeliharaan Suramadu. Endra menyuruh menanyakan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya. ”Kalau mau tahu berapa anggaran pemeliharaan Suramadu, konfirmasi langsung ke balai besar,” ucapnya.

Kabid Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya Sodeli mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai kondisi Suramadu yang banyak sampah dan rumput setelah digratiskan. Dia memerintahkan petugas untuk melakukan pembersihan. ”Tenang, sudah kami bersihkan. Pemeliharaan telah dianggarkan. Sabar dulu, masih proses lelang,” katanya.

Dia mengungkapkan, Kemen PUPR melalui BBPJN VIII menyiapkan anggaran Rp 56 miliar untuk pengamanan dan pemeliharaan Suramadu. Rinciannya, Rp 35 miliar untuk pemeliharaan serta Rp 21 miliar untuk pengadaan alat sensor dan inspeksi.

Rp 35 miliar akan digunakan untuk pemeliharaan semua aspek Suramadu. Seperti menjaga kebersihan, pemeliharaan jembatan, pemeliharaan pagar, pemeliharaan aspal jalan, pemeliharaan kaki-kaki, dan petugas jaga Suramadu. Diharapkan kondisi Suramadu tetap terawat.

Saat ini program pemeliharaan Suramadu memasuki proses lelang. Pihaknya menargetkan akhir Maret sudah ada pemenang lelang dan dan secepatnya tanda tangan kontrak.

Sodeli menyatakan, alat-alat sensor sangat penting dipasang di Suramadu untuk pendekteksian dini. Seperti memantau elemen-elemen jembatan, kondisi konstruksi bangunan, dan kecepatan angin. ”Pengadaan alat-alat sensor dianggarkan Rp 21 miliar. Saat ini masih proses persiapan lelang,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyeksikan Dua Pasar Berstandar Nasional

Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengenai pemeliharaan Suramadu. Sebab, Kemen PUPR melalui BBPJN VIII sudah mengalokasikan anggaran pemeliharaan dan pengamanan. ”Kalau lelang rampung, pemeliharaan Suramadu dilakukan sepanjang tahun ini,” tutupnya.

Anggota Komisi V DPR RI Gatot Soedjito bersyukur Suramadu gratis. Lalu pemerintah pusat menyediakan anggaran untuk pemeliharaan dan pengamanan. Politikus Golkar itu berharap, proses lelang pemeliharaan dan pengadaan alat-alat sensor cepat rampung.

Dengan begitu, pemeliharaan Suramadu bisa segera dilakukan. Pembangunan jembatan penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Madura itu menelan anggaran triliunan rupiah sehingga wajib dipelihara dengan sebaik-baiknya.

”Sudah sepantasnya dianggarkan besar. Sebab kalau tidak dirawat dan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan, yang rugi masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, tahun ini sudah dianggarkan pemeliharaan Suramadu,” ucapnya.

Baca Juga :  Pembangunan Lanjutan Gedung Dewan Usai Dipangkas Sisa Rp 20,4 M
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/