alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Khofifah Janji Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur di Madura

BANGKALAN – Khofifah Indar Parawansa menyambangi Bangkalan Sabtu (24/2). Calon gubernur Jawa Timur itu blusukan ke pasar-pasar tradisional. Salah satunya pasar hewan Tanah Merah.

Dia mengelilingi pasar tradisional yang terkenal sebagai pasar sapi dan kambing itu. Saat masuk, Khofifah mendapat sambutan luar biasa dari pedagang dan pembeli di Pasar Tanah Merah.

Kondisi pasar hewan tersebut kurang layak. Jalan pasar becek karena berlumpur dan tergenang air hujan. Terutama di bagian belakang pasar yang merupakan penjualan sapi dan kambing.

Wachid, 37, salah satu pedagang sapi mengatakan, pasar hewan Tanah Merah selalu ramai saat Sabtu. Kondisi pasar seluas satu hektare lebih itu sudah lama becek. Namun belum ada sentuhan perbaikan.

”Kalau bisa Ibu Khofifah membangun pasar ini agar tidak becek,” katanya. Dia mengaku siap mendukung Khofifah asal ke depan ada perbaikan pasar hewan Tanah Merah. ”Kami siap mendukung,” tegas Wachid.

Usai mendengarkan aspirasi rakyat, Khofifah mengaku permasalahan besar pasar hewan Tanah Merah adalah infrastruktur. Menurutnya, Pasar Tanah Merah merupakan salah satu pasar hewan andalan di Jawa Timur.

Baca Juga :  Gubernur Ingatkan Potensi La Nina

”Pasar sapi di Tanah Merah ini sangat terkenal. Setelah tadi kita melihat, fokus utamanya adalah infrastruktur perlu diperbaiki, supaya penjual dan pembeli lebih nyaman,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial ini menerangkan, dengan intensitas hujan yang tidak begitu tinggi, kondisi Pasar Tanah Merah sangat becek. Menurutnya, infrastruktur di beberapa pasar tradisional harus segera dibenahi.

”Saya rasa ini tidak mahal. Saya akan jadikan prioritas perbaikan infrastruktur di Pasar Tanah Merah ini jika masyarakat memercayakan saya memimpin Jawa Timur,” janjinya.

Selesai di Pasar Tanah Merah, rombongan Khofifah melanjutkan blusukan ke tempat pelelangan ikan (TPI) di Kecamatan Tanjungbumi. Khofifah juga mendengarkan aspirasi dari warga pesisir dan penjual ikan.

Perjalanan lantas lanjut ke pasar tradisional Tanjungbumi. Di sana Khofifah bertegur sapa dengan pedagang dan pembeli. Banyak warga yang mengabadikan momen bersama Khofifah.

Tak berhenti di situ, Khofifah lanjut menyambangi kawasan perajin batik tulis Tanjungbumi, tepatnya di Desa Paseseh. Khofifah melihat langsung pembuatan Batik Tulis Gentongan Tanjungbumi yang terkenal itu.

Baca Juga :  Dinas KB P3A Kekurangan Petugas

”Kekuatan yang luar biasa, budaya batik tulis. Salah satu kualitas batik andal di Madura. Mereka masih konsisten melestarikan batik tulis,” puji Khofifah.

Pembuatan batik tulis Tanjungbumi cukup rumit. Butuh banyak waktu untuk mendapat hasil memuaskan. Menurut Khofifah, harga batik tulis dengan tingkat kerumitan tinggi itu tidak diimbangi dengan kekuatan pasar. Harga batik tergolong sangat murah. ”Ada batik yang dibuat dua tahun dijual Rp 3,5 juta. Pasar batik harus difasilitasi,” tuturnya.

Setelah mengunjungi perajin batik, Khofifah menyempatkan diri ke hutan mangrove di Kecamatan Sepulu. Selama blusukan, banyak masyarakat yang berpesan dan menyampaikan harapan kepada Khofifah jika terpilih menjadi gubernur Jawa Timur.

Khofifah menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bangkalan masuk tiga besar angka kemiskinan tertinggi di Jatim. Untuk itu, segala permasalahan yang disampaikan masyarakat dicatat dan masuk dalam prioritas program yang akan dilakukan Khofifah. ”Jika Allah memberikan rida untuk memimpin Jawa Timur, ini jadi salah satu catatan saya untuk diprioritaskan,” ucapnya.

BANGKALAN – Khofifah Indar Parawansa menyambangi Bangkalan Sabtu (24/2). Calon gubernur Jawa Timur itu blusukan ke pasar-pasar tradisional. Salah satunya pasar hewan Tanah Merah.

Dia mengelilingi pasar tradisional yang terkenal sebagai pasar sapi dan kambing itu. Saat masuk, Khofifah mendapat sambutan luar biasa dari pedagang dan pembeli di Pasar Tanah Merah.

Kondisi pasar hewan tersebut kurang layak. Jalan pasar becek karena berlumpur dan tergenang air hujan. Terutama di bagian belakang pasar yang merupakan penjualan sapi dan kambing.


Wachid, 37, salah satu pedagang sapi mengatakan, pasar hewan Tanah Merah selalu ramai saat Sabtu. Kondisi pasar seluas satu hektare lebih itu sudah lama becek. Namun belum ada sentuhan perbaikan.

”Kalau bisa Ibu Khofifah membangun pasar ini agar tidak becek,” katanya. Dia mengaku siap mendukung Khofifah asal ke depan ada perbaikan pasar hewan Tanah Merah. ”Kami siap mendukung,” tegas Wachid.

Usai mendengarkan aspirasi rakyat, Khofifah mengaku permasalahan besar pasar hewan Tanah Merah adalah infrastruktur. Menurutnya, Pasar Tanah Merah merupakan salah satu pasar hewan andalan di Jawa Timur.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Ajak Stakeholder Perkukuh Penguatan Literasi

”Pasar sapi di Tanah Merah ini sangat terkenal. Setelah tadi kita melihat, fokus utamanya adalah infrastruktur perlu diperbaiki, supaya penjual dan pembeli lebih nyaman,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial ini menerangkan, dengan intensitas hujan yang tidak begitu tinggi, kondisi Pasar Tanah Merah sangat becek. Menurutnya, infrastruktur di beberapa pasar tradisional harus segera dibenahi.

”Saya rasa ini tidak mahal. Saya akan jadikan prioritas perbaikan infrastruktur di Pasar Tanah Merah ini jika masyarakat memercayakan saya memimpin Jawa Timur,” janjinya.

Selesai di Pasar Tanah Merah, rombongan Khofifah melanjutkan blusukan ke tempat pelelangan ikan (TPI) di Kecamatan Tanjungbumi. Khofifah juga mendengarkan aspirasi dari warga pesisir dan penjual ikan.

Perjalanan lantas lanjut ke pasar tradisional Tanjungbumi. Di sana Khofifah bertegur sapa dengan pedagang dan pembeli. Banyak warga yang mengabadikan momen bersama Khofifah.

Tak berhenti di situ, Khofifah lanjut menyambangi kawasan perajin batik tulis Tanjungbumi, tepatnya di Desa Paseseh. Khofifah melihat langsung pembuatan Batik Tulis Gentongan Tanjungbumi yang terkenal itu.

Baca Juga :  Puti Syukuri Kelahiran Bung Karno

”Kekuatan yang luar biasa, budaya batik tulis. Salah satu kualitas batik andal di Madura. Mereka masih konsisten melestarikan batik tulis,” puji Khofifah.

Pembuatan batik tulis Tanjungbumi cukup rumit. Butuh banyak waktu untuk mendapat hasil memuaskan. Menurut Khofifah, harga batik tulis dengan tingkat kerumitan tinggi itu tidak diimbangi dengan kekuatan pasar. Harga batik tergolong sangat murah. ”Ada batik yang dibuat dua tahun dijual Rp 3,5 juta. Pasar batik harus difasilitasi,” tuturnya.

Setelah mengunjungi perajin batik, Khofifah menyempatkan diri ke hutan mangrove di Kecamatan Sepulu. Selama blusukan, banyak masyarakat yang berpesan dan menyampaikan harapan kepada Khofifah jika terpilih menjadi gubernur Jawa Timur.

Khofifah menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bangkalan masuk tiga besar angka kemiskinan tertinggi di Jatim. Untuk itu, segala permasalahan yang disampaikan masyarakat dicatat dan masuk dalam prioritas program yang akan dilakukan Khofifah. ”Jika Allah memberikan rida untuk memimpin Jawa Timur, ini jadi salah satu catatan saya untuk diprioritaskan,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/