24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Unit Linen Dukung Optimalisasi Pelayanan kepada Pasien

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kepuasan pasien yang berobat di RSUD Syamrabu tidak hanya dipengaruhi SDM dan alat kesehatan (alkes) berkualitas. Namun, juga didukung sarana perawatan pasien yang bagus. Salah satunya dengan adanya unit linen.

Kepala Unit Linen RSUD Syamrabu Bangkalan Luluk Mukarromah menyatakan, pelayanan di unit linen berpengaruh terhadap citra rumah sakit. Sebab, terdapat fasilitas penyediaan yang lebih steril untuk pasien serta seluruh pegawai di lingkungan rumah sakit. Misalnya, seprai, bantal, selimut, baju pasien, hingga profesionalitas petugas.

Menurut dia, ada beberapa sarana penunjang yang disiapkan untuk mendukung penatalaksanaan penyediaan linen bersih dan siap pakai. Di antaranya, mesin cuci dengan kapasitas 10 dan 36 kilogram. ”Kemudian, dua unit mesin pengering 34 kilogram,” katanya.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Tradisional Butuh Rp 326 Miliar

Perempuan berhijab itu menjelaskan, pencucian linen kotor infeksius dan noninfeksius dilakukan secara terpisah. Cara kerjanya menggunakan chemical yang terprogram oleh dispenser secara otomatis. Tujuannya, menghasilkan pencucian yang maksimal dengan residu yang tidak berbahaya, baik bagi petugas maupun lingkungan sekitar rumah sakit. ”Karena limbah dari pencucian linen langsung dengan unit pengolahan limbah di RSUD Syamrabu,” imbuhnya.

Luluk mengatakan, ada beberapa proses yang dilakukan dalam penerimaan hingga penyediaan linen. Yaitu, menerima, memilah, dan menimbang seluruh linen kotor. Kemudian, dilakukan pencucian untuk menghilangkan noda supaya bersih dan awet. ”Namun, tetap memperhatikan persyaratan sehat bebas mikroorganisme patogen,” katanya.

Selain itu, lanjut Luluk, dilakukan pemerasan untuk mengurangi kadar air. Lalu, berikutnya dilakukan pengeringan dengan mesin bersuhu 70 derajat selama 10 menit. Setelah itu, dirapikan menggunakan setrika otomatis dengan suhu 120 derajat.

Baca Juga :  IGD Jadi Ujung Tombak Pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan

”Kemudian, disimpan agar tidak terkontaminasi mikroorganisme dan pest. Terkahir didisribusikan ke setiap ruangan dengan kondisi siap pakai,” tandasnya. (jup/daf)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kepuasan pasien yang berobat di RSUD Syamrabu tidak hanya dipengaruhi SDM dan alat kesehatan (alkes) berkualitas. Namun, juga didukung sarana perawatan pasien yang bagus. Salah satunya dengan adanya unit linen.

Kepala Unit Linen RSUD Syamrabu Bangkalan Luluk Mukarromah menyatakan, pelayanan di unit linen berpengaruh terhadap citra rumah sakit. Sebab, terdapat fasilitas penyediaan yang lebih steril untuk pasien serta seluruh pegawai di lingkungan rumah sakit. Misalnya, seprai, bantal, selimut, baju pasien, hingga profesionalitas petugas.

Menurut dia, ada beberapa sarana penunjang yang disiapkan untuk mendukung penatalaksanaan penyediaan linen bersih dan siap pakai. Di antaranya, mesin cuci dengan kapasitas 10 dan 36 kilogram. ”Kemudian, dua unit mesin pengering 34 kilogram,” katanya.

Baca Juga :  Perolehan PAD Disperinaker Nol

Perempuan berhijab itu menjelaskan, pencucian linen kotor infeksius dan noninfeksius dilakukan secara terpisah. Cara kerjanya menggunakan chemical yang terprogram oleh dispenser secara otomatis. Tujuannya, menghasilkan pencucian yang maksimal dengan residu yang tidak berbahaya, baik bagi petugas maupun lingkungan sekitar rumah sakit. ”Karena limbah dari pencucian linen langsung dengan unit pengolahan limbah di RSUD Syamrabu,” imbuhnya.

Luluk mengatakan, ada beberapa proses yang dilakukan dalam penerimaan hingga penyediaan linen. Yaitu, menerima, memilah, dan menimbang seluruh linen kotor. Kemudian, dilakukan pencucian untuk menghilangkan noda supaya bersih dan awet. ”Namun, tetap memperhatikan persyaratan sehat bebas mikroorganisme patogen,” katanya.

Selain itu, lanjut Luluk, dilakukan pemerasan untuk mengurangi kadar air. Lalu, berikutnya dilakukan pengeringan dengan mesin bersuhu 70 derajat selama 10 menit. Setelah itu, dirapikan menggunakan setrika otomatis dengan suhu 120 derajat.

Baca Juga :  Mulyanto Dahlan Masih Rawat Inap

”Kemudian, disimpan agar tidak terkontaminasi mikroorganisme dan pest. Terkahir didisribusikan ke setiap ruangan dengan kondisi siap pakai,” tandasnya. (jup/daf)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/