alexametrics
26.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Janji Segera Tangani Jaringan Listrik Rusak

BANGKALAN– Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa pekan terakhir menjadi atensi petugas PLN. Masyarakat kerap merasakan dampak listrik padam akibat cuaca yang kurang bersahabat itu.

Manajer PLN Rayon Bangkalan Umar Arif menyampaikan, dua pekan terakhir Bangkalan dilanda cuaca ekstrem. Misalnya, pada Senin (21/1) dan Selasa (22/1) lalu. Hujan deras dan angin kencang tidak hanya menimbulkan bencana seperti banjir, melainkan juga berdampak pada gangguan kelistrikan.

”Sekitar 90 persen kawasan Bangkalan padam. Termasuk daerah kota,” ungkap dia kemarin (24/1).

Akibat cuaca ekstrem, kata Umar, tiang PLN di beberapa titik roboh. Di antaranya di Desa Junganyar, Kecamatan Socah dan di Kecamatan Burneh. Beberapa konstruksi tiang PLN juga retak. Selain itu, ditemukan adanya puluhan titik kabel PLN yang tertimpa pohon tumbang.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Menyusuri Gang-Gang dengan Motor Tua

”Sementara kami melakukan pemulihan sistem. Kami prioritaskan untuk pemulihan sistem 20 kv,” ujarnya.

Setelah selesai pemulihan sistem, mulai pukul 02.00 kemarin (24/1) pihaknya lanjut memperbaiki jaringan yang lebih kecil. Seperti saluran ke rumah-rumah yang tidak memiliki dampak pemadaman terlalu luas. Perbaikan terus dilakukan.

Jika cuaca baik, PLN Rayon Bangkalan biasanya menyiagakan tiga mobil. Dengan intensitas hujan lebat dan angin kencang saat ini menyiapkan lima mobil siaga. Untuk bertugas melakukan penanggulangan dan percepatan penanganan kelistrikan.

”Sempat juga ditambah bantuan tiga unit mobil dari Pamekasan. Untuk membantu mempercepat penanganan,” kata dia.

Sampai saat ini PLN mendapat laporan ada dua tiang roboh. Sementara jumlah konstruksi tiang yang retak belum diidentifikasi. Untuk permasalahan pohon tumbang yang menimpa kabel PLN ada sekitar 30 titik. Terutama pohon bambu. Ada juga beberapa ranting pohon yang mengganggu.

Baca Juga :  Dua Tiang Tumbang Sebabkan Listrik Padam

”Satu titik kabel putus di depan Polres Bangkalan. Ada beberapa titik karena baliho kampanye,” kata pria asal Sumenep itu.

Dia mengimbau masyarakat yang memiliki pohon produktif untuk berkenan ditebang PLN. Khususnya di bagian dahan atau ranting yang terlalu dekat dengan jaringan listrik PLN. Meski belum menyentuh kabel PLN, lanjut Umar, pada saat cuaca seperti saat ini berpotensi mengganggu dan mengenai jaringan listrik.

Pemangkasan pohon akan dilakukan lembaganya jika ada persetujuan dari pemilik pohon tersebut. Hal itu untuk menjamin kelangsungan dan kenyamanan kelistrikan di Bangkalan. ”Jika beberapa masih ada rumah atau kawasan yang belum tertangani tidak usah khawatir. Data kami sudah punya. Kami akan tangani semua,” janjinya. 

BANGKALAN– Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa pekan terakhir menjadi atensi petugas PLN. Masyarakat kerap merasakan dampak listrik padam akibat cuaca yang kurang bersahabat itu.

Manajer PLN Rayon Bangkalan Umar Arif menyampaikan, dua pekan terakhir Bangkalan dilanda cuaca ekstrem. Misalnya, pada Senin (21/1) dan Selasa (22/1) lalu. Hujan deras dan angin kencang tidak hanya menimbulkan bencana seperti banjir, melainkan juga berdampak pada gangguan kelistrikan.

”Sekitar 90 persen kawasan Bangkalan padam. Termasuk daerah kota,” ungkap dia kemarin (24/1).


Akibat cuaca ekstrem, kata Umar, tiang PLN di beberapa titik roboh. Di antaranya di Desa Junganyar, Kecamatan Socah dan di Kecamatan Burneh. Beberapa konstruksi tiang PLN juga retak. Selain itu, ditemukan adanya puluhan titik kabel PLN yang tertimpa pohon tumbang.

Baca Juga :  Syahbandar Sebut Gelombang Laut Normal

”Sementara kami melakukan pemulihan sistem. Kami prioritaskan untuk pemulihan sistem 20 kv,” ujarnya.

Setelah selesai pemulihan sistem, mulai pukul 02.00 kemarin (24/1) pihaknya lanjut memperbaiki jaringan yang lebih kecil. Seperti saluran ke rumah-rumah yang tidak memiliki dampak pemadaman terlalu luas. Perbaikan terus dilakukan.

Jika cuaca baik, PLN Rayon Bangkalan biasanya menyiagakan tiga mobil. Dengan intensitas hujan lebat dan angin kencang saat ini menyiapkan lima mobil siaga. Untuk bertugas melakukan penanggulangan dan percepatan penanganan kelistrikan.

”Sempat juga ditambah bantuan tiga unit mobil dari Pamekasan. Untuk membantu mempercepat penanganan,” kata dia.

Sampai saat ini PLN mendapat laporan ada dua tiang roboh. Sementara jumlah konstruksi tiang yang retak belum diidentifikasi. Untuk permasalahan pohon tumbang yang menimpa kabel PLN ada sekitar 30 titik. Terutama pohon bambu. Ada juga beberapa ranting pohon yang mengganggu.

Baca Juga :  Waspada, Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah

”Satu titik kabel putus di depan Polres Bangkalan. Ada beberapa titik karena baliho kampanye,” kata pria asal Sumenep itu.

Dia mengimbau masyarakat yang memiliki pohon produktif untuk berkenan ditebang PLN. Khususnya di bagian dahan atau ranting yang terlalu dekat dengan jaringan listrik PLN. Meski belum menyentuh kabel PLN, lanjut Umar, pada saat cuaca seperti saat ini berpotensi mengganggu dan mengenai jaringan listrik.

Pemangkasan pohon akan dilakukan lembaganya jika ada persetujuan dari pemilik pohon tersebut. Hal itu untuk menjamin kelangsungan dan kenyamanan kelistrikan di Bangkalan. ”Jika beberapa masih ada rumah atau kawasan yang belum tertangani tidak usah khawatir. Data kami sudah punya. Kami akan tangani semua,” janjinya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Pemkab Bakal Bantu 3 Klaster

Kesetrum, Teknisi Tower Tewas

Artikel Terbaru

/