alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

UTM Fokus Kembangkan Potensi Madura

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat. Tetapi, juga pada sosial, budaya, dan ekonomi. Musibah tersebut turut menjadi batu ujian bagi eksistensi Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Kampus negeri kebanggaan orang Madura itu mengeluarkan kebijakan keprihatinan. Yakni, melalui pemberian keringanan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak. Ada 1.918 mahasiswa yang mengajukan dan diberi bantuan dalam skema keringanan UKT.

Rektor UTM Muh. Syarif mengatakan, masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dirasakan semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa. Komitmen UTM tidak boleh ada mahasiswa yang drop out (DO).

”Jangan sampai ada mahasiswa yang DO karena alasan tidak mampu membayar UKT,” tegas Syarif kemarin (22/12).

Selain itu, ada 11.546 mahasiswa mendapatkan bantuan pulsa sebesar Rp 150 ribu untuk tiga bulan. Sebab, dengan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes), kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa bergeser melalui daring. ”Karenanya kami berikan bantuan pulsa bagi seluruh mahasiswa yang mengajukan,” katanya.

Rektor bersahaja itu juga menyampaikan mengenai kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Menurut dia, perubahan regulasi pemerintah pusat atas pengelolaan pendidikan tinggi berdampak besar terhadap konsep tridarma UTM. 

Baca Juga :  Ribuan Nelayan Terdampak Korona

Konsep MBKM yang ditetapkan kementerian menggeser banyak hal seperti kemudahan membuka prodi baru, mendorong perguruan tinggi (PT) mendapatkan akriditasi internasional, kuliah diprodi lain, dan mendorong kemandirian PTN dari satuan kerja (satker) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

”Untuk jadi PTNBH, kita tidak boleh hanya bergantung pada pemasukan UKT. Tetapi, UTM harus mampu berinovasi untuk memperkuat kemandiriannya,” terangnya.

Sekarang ini UTM sudah membuat inovasi di bidang pangan dengan produk benih jagung UTM. Punya inovasi peningkatan kualitas garam melalui rekayasa teknologi. Pihaknya sedang berkonsentrasi mengembangkan produk berbahan rempah-rempah Madura, halal center, pariwisata, dan lainnya. 

UTM juga sudah menandatangani MOU dengan 30 desa untuk bersama melakukan inovasi, kemitraan, dan pendampingan. Terutama di desa sekitar kampus. Tapi, tetap kami terbuka kepada seluruh masyarakat, khususnya di Madura, untuk mengajukan kerja sama bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. 

Baca Juga :  Janji Dishub Meleset, Pengadaan Alat Uji Kendaraan Belum Lelang

”Hal tersebut merupakan visi dan misi kami untuk fokus pada pengembangan potensi Madura,” jelasnya.

Bahkan, pada akhir 2020 UTM menegaskan komitmen internasionalisasi program. Tujuannya, meningkatkan kerja sama tridarma, juga mengukuhkan prestasi internasional. 

Di bidang penelitan, UTM berkomitmen membiayai enam kelompok penelitian dosen, bekerja sama dengan Western Sydney University, Universitas of Groningen Netherlands, University Sultan Zainal Abidin Malaysia, University Palacky Czech Republic, University Teknologi Peteronas Malaysia, dan University of Auckland.

”Unit kegiatan mahasiswa Paduan Suara PS Golden menyabet The Silver Medal From 2ND World Virtual Choir yang diadakan Bandung Choral Society dengan total peserta dari keseluruhan cabang lomba diikuti 60 paduan suara dari 14 negara,” paparnya.

”Dan seorang mahasiswa fakultas hukum atas nama Farah Diya Yasmin mewakili Uni Emirat Arab di Unicef pada QMUN 3.0. Ini membuktikan bahwa mahasiswa UTM mampu berkompetisi di tingkat internasional,” pungkas rektor dua periode itu. (daf/par)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat. Tetapi, juga pada sosial, budaya, dan ekonomi. Musibah tersebut turut menjadi batu ujian bagi eksistensi Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Kampus negeri kebanggaan orang Madura itu mengeluarkan kebijakan keprihatinan. Yakni, melalui pemberian keringanan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak. Ada 1.918 mahasiswa yang mengajukan dan diberi bantuan dalam skema keringanan UKT.

Rektor UTM Muh. Syarif mengatakan, masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dirasakan semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa. Komitmen UTM tidak boleh ada mahasiswa yang drop out (DO).


”Jangan sampai ada mahasiswa yang DO karena alasan tidak mampu membayar UKT,” tegas Syarif kemarin (22/12).

Selain itu, ada 11.546 mahasiswa mendapatkan bantuan pulsa sebesar Rp 150 ribu untuk tiga bulan. Sebab, dengan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes), kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa bergeser melalui daring. ”Karenanya kami berikan bantuan pulsa bagi seluruh mahasiswa yang mengajukan,” katanya.

Rektor bersahaja itu juga menyampaikan mengenai kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Menurut dia, perubahan regulasi pemerintah pusat atas pengelolaan pendidikan tinggi berdampak besar terhadap konsep tridarma UTM. 

Baca Juga :  Profesional, Kolaborasi dan Pemasaran Digital Dongkrak Produk Lokal

Konsep MBKM yang ditetapkan kementerian menggeser banyak hal seperti kemudahan membuka prodi baru, mendorong perguruan tinggi (PT) mendapatkan akriditasi internasional, kuliah diprodi lain, dan mendorong kemandirian PTN dari satuan kerja (satker) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

”Untuk jadi PTNBH, kita tidak boleh hanya bergantung pada pemasukan UKT. Tetapi, UTM harus mampu berinovasi untuk memperkuat kemandiriannya,” terangnya.

Sekarang ini UTM sudah membuat inovasi di bidang pangan dengan produk benih jagung UTM. Punya inovasi peningkatan kualitas garam melalui rekayasa teknologi. Pihaknya sedang berkonsentrasi mengembangkan produk berbahan rempah-rempah Madura, halal center, pariwisata, dan lainnya. 

UTM juga sudah menandatangani MOU dengan 30 desa untuk bersama melakukan inovasi, kemitraan, dan pendampingan. Terutama di desa sekitar kampus. Tapi, tetap kami terbuka kepada seluruh masyarakat, khususnya di Madura, untuk mengajukan kerja sama bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. 

Baca Juga :  Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19, Ini Yang Dilakukan Jatman

”Hal tersebut merupakan visi dan misi kami untuk fokus pada pengembangan potensi Madura,” jelasnya.

Bahkan, pada akhir 2020 UTM menegaskan komitmen internasionalisasi program. Tujuannya, meningkatkan kerja sama tridarma, juga mengukuhkan prestasi internasional. 

Di bidang penelitan, UTM berkomitmen membiayai enam kelompok penelitian dosen, bekerja sama dengan Western Sydney University, Universitas of Groningen Netherlands, University Sultan Zainal Abidin Malaysia, University Palacky Czech Republic, University Teknologi Peteronas Malaysia, dan University of Auckland.

”Unit kegiatan mahasiswa Paduan Suara PS Golden menyabet The Silver Medal From 2ND World Virtual Choir yang diadakan Bandung Choral Society dengan total peserta dari keseluruhan cabang lomba diikuti 60 paduan suara dari 14 negara,” paparnya.

”Dan seorang mahasiswa fakultas hukum atas nama Farah Diya Yasmin mewakili Uni Emirat Arab di Unicef pada QMUN 3.0. Ini membuktikan bahwa mahasiswa UTM mampu berkompetisi di tingkat internasional,” pungkas rektor dua periode itu. (daf/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/