alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Hasil Penelitian Jagung dan Garam Sejahterakan Masayarakat

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Capaian kinerja dan prestasi dari masing-masing bidang di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sangat membanggakan. Dalam bidang akademik diketahui mengalami peningkatan akreditasi program studi. Alhasil, UTM terus menunjukkan peningkatannya. 

 Ada enam program studi (prodi) yang status akreditasinya baru. Yaitu, S-2 akutansi, S-1 teknik elektro, S-2 PSDA, D-3 akutansi, S-1 teknik informatika, dan D-3 entrepreneurship. Kemudian, empat prodi perpanjangan dan dua prodi reakreditasi. Lalu, dua prodi yang status akreditasinya meningkat, yakni S-2 PSDA dan D-3 entrepreneurship..

Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik UTM Deni Setya Bagus Yuherawan menjelaskan, prodi itu hanya diberi kesempatan satu kali proses perpanjangan. Lalu, akreditasi berikutnya mengikuti borang APS 4.0.

”Sebenarnya banyak hal yang harus dilakukan untuk menjadi prodi yang unggul sesuai dengan kriteria APS 4.0. Intinya, semua unit di bawah koordinator bidang akademik harus membuat program dan kegiatan yang mengacu pada perbaikan status akreditasi menunju program studi unggul,” katanya.

Warek II Bidang Administrai dan Keuangan UTM Abdul Aziz menyampaikan, UTM terus melakukan terobosan dan inovasi. Sebab itu, pihaknya mengambil bagian dalam hal supporting infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan anggaran. Tujuannya, untuk kemajuan UTM. ”Kami support urusan infrastruktur, anggaran, dan SDM,” tegasnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Agung Ali Fahmi menambahkan, urusan bidang kemahasiswaan tidak lain untuk peningkatan prestasi mahasiswa. Terutama level nasional dan internasional. ”Alhamdulillah, untuk 2019, total mahasiswa UTM yang berprestasi pada level nasional 99 orang dan 27 orang di tingkat internasional. Meningkat tajam dibanding dengan tahun 2018 yang berjumlah 53 orang di tingkat nasional,” sebutnya.

Prestasi itu diraih para mahasiswa dalam berbagai latar belakang kompetisi. Ada karya tulis, film pendek, pengembangan minat dan bakat, ada yang beregu dan individu, dan lain-lain. Namun, karena pandemi, target 2020 tidak dapat dicapai. Sebab, beberapa event belum juga dilaksanakan seperti seleksi MTQ Regional Jawa Timur. Pada 2020, ada 23 orang dengan piagam penghargaan nasional dan 30 orang dengan piagam penghargaan tingkat internasional. 

Baca Juga :  20 TKI Terancam Hukuman Mati

”Tutup tahun 2020, kita akhiri dengan perolehan juara 2 festival film mahasiswa yang diselenggarakan Kemendikbud, lalu juara 2 nasional monolog Festival Seni Budaya UIN Maliki Malang. Selain itu, Paduan Suara Golden menyabet The Silver Medal From 2ND World Virtual Choir yang diadakan Bandung Choral Society dengan total peserta dari keseluruhan cabang lomba diikuti 60 paduan suara dari 14 negara,” paparnya.

 Adapun hasil penelitian UTM berdasar ilmu pengetahuan telah banyak terbukti dan bisa meningkatkan perekonomian. Sebut saja, jagung dan garam.

Kapuslit Pangan UTM Achmad Amzeri mengutarakan, sebenarnya lahan yang berpotensi untuk pengembangan jagung di Pulau Madura itu relatif luas. Bahkan, total luasan areal penanaman jagung di empat kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) berkisar 300.000 hektare dengan produktivitas 2,154 ton per haktare. 

”Angka tersebut sangat jauh bila dibandingkan dengan daerah penghasil jagung lainnya, di mana rata-rata produkstivitas jagung nasional sebesar 5,6 ton per hektare,” katanya.

Menurut dia, rendahnya produktivitas itu disebabkan kesuburan lahan yang rendah, curah hujan rendah, dan penggunaan kultivar lokal tanpa seleksi terlebih dahulu.

 Namun, sebenarnya Pulau Madura mempunyai potensi pengembangan jagung yang cukup bagus. Dengan demikian, komoditas ini bisa dijadikan komoditas unggulan untuk pembangunan daerah. 

Untuk itu, UTM bekerja sama dengan Balitsereal Maros. Hasilnya, mampu melahirkan beberapa benih varietas jagung unggul Madura. Yakni, Madura 3, Madura 4, Madura 5, dan Madura 6.

Khusus penggunaan Jagung Unggul Madura (Madura 3) terbukti dapat meningkatkan produktivitas jagung dari 2,15 menjadi 6 ton per hektare. Dengan luas areal penanaman jagung unggul Madura pada tahun 2020 seluas 1.000 hektare di 4 kabupaten di Madura. 

Baca Juga :  Perekam Video SARA Dipastikan Orang Luar

”Selanjutnya, pada tahun 2021 akan ditingkatkan luas areal penanamannya karena meningkatnya permintaan benih jagung unggul di tingkat petani,” jelasnya. 

Sekretaris Pusat Unggulan Iptek Garam UTM Nizar Amir mengatakan, adapun urusan garam, Pusat Unggulan Riset (PUI) Garam UTM telah berhasil membuat teknologi produksi garam untuk menghasilkan garam kualitas industri dengan kadar konsentrasi NaCl lebih dari 98 persen. Sumber garam inputnya dari garam krosok yang dihasilkan oleh petani garam Madura. 

”Teknologi produksi garam industri PUI garam Universitas Trunojoyo Madura sangat sederhana, tetapi mempunyai efektivitas dan efisiensi yang cukup tinggi. Dengan demikian, bisa menjadi solusi bagi petani garam dan industri garam skala UMKM di Pulau Madura dan kini sedang proses pembuatan paten,” terangnya.

Selain itu, teknologi produksi garam UTM juga mampu memproduksi garam kualitas industri sebesar 1 ton per hari dan dapat ditingkatkan kapasitas produksinya hingga 1 ton per jam dengan modifikasi pada alat yang ada. Teknologi sederhana tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani garam Madura.

”Semisal, garam krosok yang biasa petani garam jual dengan harga Rp 250–500 per kilogram, dengan penggunaan teknologi tersebut dapat dijual dengan harga Rp 3.000–4.000 per kilogram. Naik 10 kali lipat dibanding dengan menjual garam krosok secara langsung,” sambungnya. 

Sementara, kebutuhan garam industri Pulau Madura sendiri cukup tinggi. Di antaranya, untuk industri pengalengan, pengawetan ikan, industri aneka pangan dan peternakan, serta perkebunan. Selain itu, tingginya konsumsi garam di Jatim diperkirakan mencapai 30 ribu ton per tahun atau setara dengan Rp 105 miliar rupiah. 

”Sudah selayaknya industri manufaktur dan turunan garam dibangun di Pulau Madura. UTM siap menjadi produsen garam industri yang bekerja sama dengan petani garam Madura,” pungkasnya. (par)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Capaian kinerja dan prestasi dari masing-masing bidang di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sangat membanggakan. Dalam bidang akademik diketahui mengalami peningkatan akreditasi program studi. Alhasil, UTM terus menunjukkan peningkatannya. 

 Ada enam program studi (prodi) yang status akreditasinya baru. Yaitu, S-2 akutansi, S-1 teknik elektro, S-2 PSDA, D-3 akutansi, S-1 teknik informatika, dan D-3 entrepreneurship. Kemudian, empat prodi perpanjangan dan dua prodi reakreditasi. Lalu, dua prodi yang status akreditasinya meningkat, yakni S-2 PSDA dan D-3 entrepreneurship..

Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik UTM Deni Setya Bagus Yuherawan menjelaskan, prodi itu hanya diberi kesempatan satu kali proses perpanjangan. Lalu, akreditasi berikutnya mengikuti borang APS 4.0.


”Sebenarnya banyak hal yang harus dilakukan untuk menjadi prodi yang unggul sesuai dengan kriteria APS 4.0. Intinya, semua unit di bawah koordinator bidang akademik harus membuat program dan kegiatan yang mengacu pada perbaikan status akreditasi menunju program studi unggul,” katanya.

Warek II Bidang Administrai dan Keuangan UTM Abdul Aziz menyampaikan, UTM terus melakukan terobosan dan inovasi. Sebab itu, pihaknya mengambil bagian dalam hal supporting infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan anggaran. Tujuannya, untuk kemajuan UTM. ”Kami support urusan infrastruktur, anggaran, dan SDM,” tegasnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Agung Ali Fahmi menambahkan, urusan bidang kemahasiswaan tidak lain untuk peningkatan prestasi mahasiswa. Terutama level nasional dan internasional. ”Alhamdulillah, untuk 2019, total mahasiswa UTM yang berprestasi pada level nasional 99 orang dan 27 orang di tingkat internasional. Meningkat tajam dibanding dengan tahun 2018 yang berjumlah 53 orang di tingkat nasional,” sebutnya.

Prestasi itu diraih para mahasiswa dalam berbagai latar belakang kompetisi. Ada karya tulis, film pendek, pengembangan minat dan bakat, ada yang beregu dan individu, dan lain-lain. Namun, karena pandemi, target 2020 tidak dapat dicapai. Sebab, beberapa event belum juga dilaksanakan seperti seleksi MTQ Regional Jawa Timur. Pada 2020, ada 23 orang dengan piagam penghargaan nasional dan 30 orang dengan piagam penghargaan tingkat internasional. 

Baca Juga :  UTM Gelar Kontes Teknologi Robotik, Ini Tujuannya

”Tutup tahun 2020, kita akhiri dengan perolehan juara 2 festival film mahasiswa yang diselenggarakan Kemendikbud, lalu juara 2 nasional monolog Festival Seni Budaya UIN Maliki Malang. Selain itu, Paduan Suara Golden menyabet The Silver Medal From 2ND World Virtual Choir yang diadakan Bandung Choral Society dengan total peserta dari keseluruhan cabang lomba diikuti 60 paduan suara dari 14 negara,” paparnya.

 Adapun hasil penelitian UTM berdasar ilmu pengetahuan telah banyak terbukti dan bisa meningkatkan perekonomian. Sebut saja, jagung dan garam.

Kapuslit Pangan UTM Achmad Amzeri mengutarakan, sebenarnya lahan yang berpotensi untuk pengembangan jagung di Pulau Madura itu relatif luas. Bahkan, total luasan areal penanaman jagung di empat kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) berkisar 300.000 hektare dengan produktivitas 2,154 ton per haktare. 

”Angka tersebut sangat jauh bila dibandingkan dengan daerah penghasil jagung lainnya, di mana rata-rata produkstivitas jagung nasional sebesar 5,6 ton per hektare,” katanya.

Menurut dia, rendahnya produktivitas itu disebabkan kesuburan lahan yang rendah, curah hujan rendah, dan penggunaan kultivar lokal tanpa seleksi terlebih dahulu.

 Namun, sebenarnya Pulau Madura mempunyai potensi pengembangan jagung yang cukup bagus. Dengan demikian, komoditas ini bisa dijadikan komoditas unggulan untuk pembangunan daerah. 

Untuk itu, UTM bekerja sama dengan Balitsereal Maros. Hasilnya, mampu melahirkan beberapa benih varietas jagung unggul Madura. Yakni, Madura 3, Madura 4, Madura 5, dan Madura 6.

Khusus penggunaan Jagung Unggul Madura (Madura 3) terbukti dapat meningkatkan produktivitas jagung dari 2,15 menjadi 6 ton per hektare. Dengan luas areal penanaman jagung unggul Madura pada tahun 2020 seluas 1.000 hektare di 4 kabupaten di Madura. 

Baca Juga :  Dorong Peserta Didik Terus Berprestasi

”Selanjutnya, pada tahun 2021 akan ditingkatkan luas areal penanamannya karena meningkatnya permintaan benih jagung unggul di tingkat petani,” jelasnya. 

Sekretaris Pusat Unggulan Iptek Garam UTM Nizar Amir mengatakan, adapun urusan garam, Pusat Unggulan Riset (PUI) Garam UTM telah berhasil membuat teknologi produksi garam untuk menghasilkan garam kualitas industri dengan kadar konsentrasi NaCl lebih dari 98 persen. Sumber garam inputnya dari garam krosok yang dihasilkan oleh petani garam Madura. 

”Teknologi produksi garam industri PUI garam Universitas Trunojoyo Madura sangat sederhana, tetapi mempunyai efektivitas dan efisiensi yang cukup tinggi. Dengan demikian, bisa menjadi solusi bagi petani garam dan industri garam skala UMKM di Pulau Madura dan kini sedang proses pembuatan paten,” terangnya.

Selain itu, teknologi produksi garam UTM juga mampu memproduksi garam kualitas industri sebesar 1 ton per hari dan dapat ditingkatkan kapasitas produksinya hingga 1 ton per jam dengan modifikasi pada alat yang ada. Teknologi sederhana tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani garam Madura.

”Semisal, garam krosok yang biasa petani garam jual dengan harga Rp 250–500 per kilogram, dengan penggunaan teknologi tersebut dapat dijual dengan harga Rp 3.000–4.000 per kilogram. Naik 10 kali lipat dibanding dengan menjual garam krosok secara langsung,” sambungnya. 

Sementara, kebutuhan garam industri Pulau Madura sendiri cukup tinggi. Di antaranya, untuk industri pengalengan, pengawetan ikan, industri aneka pangan dan peternakan, serta perkebunan. Selain itu, tingginya konsumsi garam di Jatim diperkirakan mencapai 30 ribu ton per tahun atau setara dengan Rp 105 miliar rupiah. 

”Sudah selayaknya industri manufaktur dan turunan garam dibangun di Pulau Madura. UTM siap menjadi produsen garam industri yang bekerja sama dengan petani garam Madura,” pungkasnya. (par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/