alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Aktifis PMII Bangkalan Wadul Dinkes

BANGKALAN – Sejumlah aktifis Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bangkalan mendatangi Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (24/10). Mereka menyampaikan beberapa aspirasi banyaknya keluhan pelayanan kesehatan di Kota ujung barat pulau Madura.

Sedikitnya ada tiga poin yang disampaikan dalam pertemuan itu. Antara lain, dinilai kinerja pelayanan kesehatan tidak maksimal. Masih banyak keluhan dari masyarakat tentang pelayanan. Selain itu mereka menilai sosialisasi BPJS Sehati dan SPM tidak diketahui masyarakat. Sehingga masih banyak yang belum memahami mekanisme program tersebut.

Terakhir, mereka mendesak dibangunnya tempat pelayan di akses Suramadu. Sebab di lokasi tersebut jauh dari tempat pelayanan kesehatan atau Puskesmas Pembantu (Pustu) Akibatnya jika terjadi kecelakaan pertolongan tergolong lambat. 

Baca Juga :  Dinkes Siapkan Anggaran Khusus Rp 3,24 Miliar

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo mengaku kinerja beberapa instansi yang kurang ramah dan sigap akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait. Sedangkan mengenai berbagai kartu kesehatan yang membingungkan masyarakat, pihaknya mengaku tidak begitu paham. Sebab menurutnya ditangani kantor BPJS.

“Untuk posko, kami tidak bisa bertindak sendirian. Perlu adanya bantuan dari pihak kepolisian untuk membantu agar posko yang kita buat nanti memiliki pelayanan yang sigap,” ucapnya. 

Menurutnya, rencana pembangunan Puskesmas Mandiri yang setara dengan rumah sakit. Direncanakan akan dibangundi beberapa kecamatan. “Untuk perencanaan ini, dalam waktu dekat akan ada empat pembangunan Puskesmas Mandiri. Semuanya masih kami kaji termasuk perizinan pembangunannya,” tambahnya. (rm2)

Baca Juga :  Temuan Dinkes Jatim Usai Lakukan Survei di Sampang

BANGKALAN – Sejumlah aktifis Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bangkalan mendatangi Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (24/10). Mereka menyampaikan beberapa aspirasi banyaknya keluhan pelayanan kesehatan di Kota ujung barat pulau Madura.

Sedikitnya ada tiga poin yang disampaikan dalam pertemuan itu. Antara lain, dinilai kinerja pelayanan kesehatan tidak maksimal. Masih banyak keluhan dari masyarakat tentang pelayanan. Selain itu mereka menilai sosialisasi BPJS Sehati dan SPM tidak diketahui masyarakat. Sehingga masih banyak yang belum memahami mekanisme program tersebut.

Terakhir, mereka mendesak dibangunnya tempat pelayan di akses Suramadu. Sebab di lokasi tersebut jauh dari tempat pelayanan kesehatan atau Puskesmas Pembantu (Pustu) Akibatnya jika terjadi kecelakaan pertolongan tergolong lambat. 

Baca Juga :  Dinkes Bangkalan Gelar Senam dan Berbagai Lomba

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo mengaku kinerja beberapa instansi yang kurang ramah dan sigap akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait. Sedangkan mengenai berbagai kartu kesehatan yang membingungkan masyarakat, pihaknya mengaku tidak begitu paham. Sebab menurutnya ditangani kantor BPJS.

“Untuk posko, kami tidak bisa bertindak sendirian. Perlu adanya bantuan dari pihak kepolisian untuk membantu agar posko yang kita buat nanti memiliki pelayanan yang sigap,” ucapnya. 

Menurutnya, rencana pembangunan Puskesmas Mandiri yang setara dengan rumah sakit. Direncanakan akan dibangundi beberapa kecamatan. “Untuk perencanaan ini, dalam waktu dekat akan ada empat pembangunan Puskesmas Mandiri. Semuanya masih kami kaji termasuk perizinan pembangunannya,” tambahnya. (rm2)

Baca Juga :  Dinkes Siapkan Anggaran Khusus Rp 3,24 Miliar
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/