alexametrics
26.4 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Malu Melihat Fasilitas Skep Moh. Noer

BANGKALAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan mengalokasi anggaran Rp 1,6 miliar untuk Stadion Karapan Sapi (Skep) RP Moh. Noer tahun ini. Pasalnya, stadion di Kelurahan Bancaran itu belum ideal. Anggaran miliaran rupiah itu dialokasikan untuk pembangunan kios dan kamar mandi.

Kepala Disbudpar Bangkalan Moh. Hasan Faisol mengutarakan, fasilitas Skep RP Moh. Noer belum lengkap. Beruntung tahun ini dapat alokasi anggaran dari pemerintah pusat melalui DAK untuk pembangunan sarana prasarana. ”Dana Rp 1,6 miliar buat kios-kios para pedagang dan kamar mandi,” kata dia.

Menurut Faisol, pembangunan sarana prasarana tersebut untuk melengkapi fasilitas Skep. Sebab, ketika event karapan sapi sangat dibutuhkan. Selain itu, untuk menarik potensi pendapatan asli daerah (PAD).  ”Setiap event karapan sapi, pengunjung itu tidak hanya dari luar Madura. Tetapi dari luar negeri juga ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanya Kasus Dugaan Hate Speech, LIRA Datangi Kantor Kejari Bangkalan

Sementara, keberadaan Skep masih jauh dari kata ideal. Kamar mandi tidak ada. Kemudian, tidak ada kios yang bisa menjajakan pernak-pernik tradisi Madura. Karena itu, perlu dibangun fasilitas yang demikian. ”Kan malu kalau tidak ada kamar mandinya. Padahal, karapan sapi itu menjadi tontonan orang luar,” terangnya.

Kemudian, supaya pengunjung yang datang melihat event karapan sapi bisa membawa oleh-oleh khas Madura. Karena itu, perlu dibangun kios-kios. ”Terutama yang dari luar Madura, sangat membutuhkan itu. Apalagi, karapan sapi jadi tontotan internasional,” ucapnya lagi.

Mantan camat Kamal itu menyampaikan, pembangunan kios dan kamar mandi atau toilet bakal dilelang bulan ini. Tetapi, kalau perencanaan belum selesai, paling lambat bulan depan baru bisa ditender. ”Sebentar lagi akan dilelang. Pokoknya tahun ini sudah dibangun,” tuturnya.

Baca Juga :  Ratusan Wisnus Kunjungi Pantai Camplong
- Advertisement -

BANGKALAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan mengalokasi anggaran Rp 1,6 miliar untuk Stadion Karapan Sapi (Skep) RP Moh. Noer tahun ini. Pasalnya, stadion di Kelurahan Bancaran itu belum ideal. Anggaran miliaran rupiah itu dialokasikan untuk pembangunan kios dan kamar mandi.

Kepala Disbudpar Bangkalan Moh. Hasan Faisol mengutarakan, fasilitas Skep RP Moh. Noer belum lengkap. Beruntung tahun ini dapat alokasi anggaran dari pemerintah pusat melalui DAK untuk pembangunan sarana prasarana. ”Dana Rp 1,6 miliar buat kios-kios para pedagang dan kamar mandi,” kata dia.

Menurut Faisol, pembangunan sarana prasarana tersebut untuk melengkapi fasilitas Skep. Sebab, ketika event karapan sapi sangat dibutuhkan. Selain itu, untuk menarik potensi pendapatan asli daerah (PAD).  ”Setiap event karapan sapi, pengunjung itu tidak hanya dari luar Madura. Tetapi dari luar negeri juga ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanya Kasus Dugaan Hate Speech, LIRA Datangi Kantor Kejari Bangkalan

Sementara, keberadaan Skep masih jauh dari kata ideal. Kamar mandi tidak ada. Kemudian, tidak ada kios yang bisa menjajakan pernak-pernik tradisi Madura. Karena itu, perlu dibangun fasilitas yang demikian. ”Kan malu kalau tidak ada kamar mandinya. Padahal, karapan sapi itu menjadi tontonan orang luar,” terangnya.

Kemudian, supaya pengunjung yang datang melihat event karapan sapi bisa membawa oleh-oleh khas Madura. Karena itu, perlu dibangun kios-kios. ”Terutama yang dari luar Madura, sangat membutuhkan itu. Apalagi, karapan sapi jadi tontotan internasional,” ucapnya lagi.

Mantan camat Kamal itu menyampaikan, pembangunan kios dan kamar mandi atau toilet bakal dilelang bulan ini. Tetapi, kalau perencanaan belum selesai, paling lambat bulan depan baru bisa ditender. ”Sebentar lagi akan dilelang. Pokoknya tahun ini sudah dibangun,” tuturnya.

Baca Juga :  Menteri Parekraf Dorong Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Sumenep
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/