alexametrics
21.5 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Kemacetan Blega dan Tanah Merah Parah

BANGKALAN – Tanah Merah seolah sulit keluar dari cap sebagai jalur kemacetan di Madura. Pada momen-momen tertentu kendaraan selalu mengular di jalur nasional ini. Seperti kemacetan panjang yang terjadi Minggu (24/6).

Antrean kendaraan mengular sekitar 8 kilometer. Mulai dari jalan raya Desa Longkek, Kecamatan Galis (barat Pasar Galis) hingga Pasar Tanah Merah hingga sekitar pukul 18.00. Kemacetan panjang dikarenakan kendaraan dari arah timur membeludak.

Tidak hanya roda empat, kemacetan juga menjebak para pengendara sepeda motor. Dari arah barat, kemacetan mencapai Jalan Raya Dumajah, Kecamatan Tanah Merah. Diperkirakan mencapai 2 kilometer.

Kemacetan juga disebabkan banyaknya kendaraan yang hendak keluar dari pertigaan tanah merah. Sejumlah pengendara roda dua menggunakan sisi pinggir jalan untuk menerobos kemacetan. Ada juga yang melawan arah.

Baca Juga :  Gelar MRSF, Jembatan Suramadu Ditutup Selama Enam Jam

Kemacetan juga terjadi di Jalan Raya Blega. Kemacetan diperkirakan mencapai 2 kilometer. Titik kemacetan berada di Pasar Blega. Kemacetan mulai dari Jalan Raya Karang Gayam hingga Pasar Blega.

Kemacetan semakin parah disebabkan kendaraan roda empat dari arah timur menggunakan dua lajur. Hingga melewati garis batas tengah jalan. Sehingga mempersempit lajur dari arah barat.

Berbeda dengan kondisi arus dari arah barat Pasar Blega. Tidak terjadi penumpukan kendaraan. Kondisi lalu lintas ramai lancar. Bahkan di Pasar Blega lengang. Kemacetan hanya terlihat mulai di pertigaan sebelah utara pasar.

Salim, 32, pengemudi roda empat mengaku terjebak macet sekitar 2 jam. Belum lagi kemacetan juga terjadi di Jalan Raya Blega. ”Banyak yang nyerobot. Tadi kena macet, sekarang kena macet lagi di Tanah Merah,” keluhnya.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru Jembatan Suramadu Tutup

Dia menambahkan, dirinya hendak kembali ke Bangkalan setelah melakukan silaturahmi dengan keluarganya di Sampang. Namun terjebak macet saat hendak kembali. ”Banyak yang mau balik ke tempat kerja masing-masing,” ungkap pria yang tinggal di Kelurahan Mlajah, Bangkalan, itu.

Sebelumnya, Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan, kemacetan lantaran ketidakseriusan Pemkab Bangkalan mengelola pasar. Pengelola pasar dan satpol PP membiarkan PKL berjualan di bahu jalan. Pengaturan parkir oleh dinas perhubungan (dishub) juga belum tertib.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan menyampaikan, kemacetan di Pasar Tanah Merah dan Blega karena volume kendaraan meningkat. Selain itu dua titik pasar tradisional tersebut memang menjadi atensi pada arus mudik-balik Lebaran. ”Masa libur berakhir. Pemudik berbondong-bondong kembali ke tempat kerja. ”Sudah ada petugas di lapangan,” terangnya.

 

BANGKALAN – Tanah Merah seolah sulit keluar dari cap sebagai jalur kemacetan di Madura. Pada momen-momen tertentu kendaraan selalu mengular di jalur nasional ini. Seperti kemacetan panjang yang terjadi Minggu (24/6).

Antrean kendaraan mengular sekitar 8 kilometer. Mulai dari jalan raya Desa Longkek, Kecamatan Galis (barat Pasar Galis) hingga Pasar Tanah Merah hingga sekitar pukul 18.00. Kemacetan panjang dikarenakan kendaraan dari arah timur membeludak.

Tidak hanya roda empat, kemacetan juga menjebak para pengendara sepeda motor. Dari arah barat, kemacetan mencapai Jalan Raya Dumajah, Kecamatan Tanah Merah. Diperkirakan mencapai 2 kilometer.


Kemacetan juga disebabkan banyaknya kendaraan yang hendak keluar dari pertigaan tanah merah. Sejumlah pengendara roda dua menggunakan sisi pinggir jalan untuk menerobos kemacetan. Ada juga yang melawan arah.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Resmikan Yayasan Nur Thayyibah Sahlun

Kemacetan juga terjadi di Jalan Raya Blega. Kemacetan diperkirakan mencapai 2 kilometer. Titik kemacetan berada di Pasar Blega. Kemacetan mulai dari Jalan Raya Karang Gayam hingga Pasar Blega.

Kemacetan semakin parah disebabkan kendaraan roda empat dari arah timur menggunakan dua lajur. Hingga melewati garis batas tengah jalan. Sehingga mempersempit lajur dari arah barat.

Berbeda dengan kondisi arus dari arah barat Pasar Blega. Tidak terjadi penumpukan kendaraan. Kondisi lalu lintas ramai lancar. Bahkan di Pasar Blega lengang. Kemacetan hanya terlihat mulai di pertigaan sebelah utara pasar.

Salim, 32, pengemudi roda empat mengaku terjebak macet sekitar 2 jam. Belum lagi kemacetan juga terjadi di Jalan Raya Blega. ”Banyak yang nyerobot. Tadi kena macet, sekarang kena macet lagi di Tanah Merah,” keluhnya.

Baca Juga :  Gelar MRSF, Jembatan Suramadu Ditutup Selama Enam Jam

Dia menambahkan, dirinya hendak kembali ke Bangkalan setelah melakukan silaturahmi dengan keluarganya di Sampang. Namun terjebak macet saat hendak kembali. ”Banyak yang mau balik ke tempat kerja masing-masing,” ungkap pria yang tinggal di Kelurahan Mlajah, Bangkalan, itu.

Sebelumnya, Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prasetiyanto mengatakan, kemacetan lantaran ketidakseriusan Pemkab Bangkalan mengelola pasar. Pengelola pasar dan satpol PP membiarkan PKL berjualan di bahu jalan. Pengaturan parkir oleh dinas perhubungan (dishub) juga belum tertib.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan menyampaikan, kemacetan di Pasar Tanah Merah dan Blega karena volume kendaraan meningkat. Selain itu dua titik pasar tradisional tersebut memang menjadi atensi pada arus mudik-balik Lebaran. ”Masa libur berakhir. Pemudik berbondong-bondong kembali ke tempat kerja. ”Sudah ada petugas di lapangan,” terangnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/