alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Hari Pertama UNBK SMP Bermasalah

BANGKALAN – Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP/MTs tidak berjalan lancar Senin (23/4). Semua lembaga penyelenggara di Bangkalan mengalami masalah server pusat offline.

Kepala SMPN 2 Bangkalan Edy Haryadi menyampaikan, kemungkinan kendala ini terjadi secara nasional karena server pusat bermasalah. Soal yang ditunggu-tunggu siswa tak kunjung muncul. Ujian semestinya dimulai pukul 07.30. Namun, hingga pukul 08.15 server pusat tetap offline.

”Nanti ada SOP. Dari sekolah tidak ada masalah. Ada petunjuk langsung dari kementerian. Kami menunggu,” ujarnya. Di Jawa Timur, lanjut Edy, ada beberapa daerah yang bisa terhubung. Di antaranya, Banyuwangi dan Pasuruan. ”Tapi, log out lagi. Sama-sama mengalami masalah. Hanya, sempat bisa sebentar. Mudah-mudahan bisa diatasi. Kasihan anak-anak,” kata ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Bangkalan itu.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, server sempat online selama dua menit sekitar pukul 08.30. Namun kembali offline. Kemudian, server kembali tersambung sekitar pukul 09.00. Peserta lanjut mengisi soal ujian dan belum ada laporan gangguan lainnya. ”Server pusat tidak stabil. Kami tetap mengikuti petunjuk provinsi maupun pusat,” tuturnya.

Pelaksanaan UNBK molor hingga pukul 17.30. UNBK hari pertama seharusnya selesai pukul 16.00. ”Mundurnya satu setengah jam, tambahan waktunya juga segitu,” kata Bambang.

Kemungkinan, server pusat tidak stabil karena banyak lembaga penyelenggara UNBK tahun ini. Pada 2017, lebih stabil karena lembaga yang melaksanakan UNBK hanya sebagian. Tahun lalu hanya sekitar 30 lembaga yang menyelenggarakan UNBK. Sedangkan pada 2018 kali ini, 219 lembaga sudah UNBK. ”Jadi, kemungkinan itu salah satu faktor. Tentu masalah ini bisa diatasi,” paparnya.

Baca Juga :  Bus Pelat Merah Dikomersialkan

Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh bersama sejumlah pejabat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan Komisi D DPRD Bangkalan memantau ujian hari pertama. Menurut Indra, kendala server offline memang menghambat pelaksanaan ujian. ”Kami harap tidak mengurangi kelancaran ujian. Nanti akan kami pantau sekolah lain. Di daerah hanya sebagai pelaksana. Kebijakan ada di pusat,” terangnya.

Lembaga pendidikan di Bangkalan sudah menjalankan kewajibannya melaksanakan UNBK dengan baik. Misalnya, menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan. Dia meminta peserta didik mengikuti ujian dengan jujur dan semangat. ”Insya Allah bisa mengerjakan dengan sebaik-baiknya dan lulus dengan nilai terbaik. Mudah-mudahan tidak ada masalah selanjutnya,” harap Indra.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Tohir menyayangkan adanya gangguan pada saat pelaksanaan UNBK berlangsung. Namun baginya, daerah sudah mengupayakan persiapan maksimal. ”Ini perlu menjadi evaluasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pemerintah harus berkerja maksimal agar hasil ujian nasional tahun ini sesuai harapan. Lebih baik daripada tahun lalu. ”Bangkalan tidak lagi di peringkat bawah,” tukasnya.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, 15.820 siswa dari 354 lembaga SMP/MTs di Bangkalan melaksanakan ujian nasional. Sebanyak 109 lembaga SMP menyelenggarakan UNBK mandiri dan 110 lembaga penggabung. Total 219 lembaga dan diikuti 10.951 peserta.

Baca Juga :  Berharap Integritas Siswa Semakin Tinggi

Sedangkan untuk MTs, 80 lembaga melaksanakan UNBK mandiri dan 55 lembaga penggabung. Total terdapat 135 lembaga dan diikuti 4.869 peserta. Lembaga yang mengikuti terdiri atas negeri dan swasta. ”Pagi server offline. Sudah lancar,” terang Kepala SMPN 7 Bangkalan Totok Gunarto sekitar pukul 15.00.

Gangguwan juga terjadi di Sumenep. Ujian baru bisa dimulai pukul 08.50 dari jadwal semula pukul 08.00. Keterlambatan UNBK hari pertama karena ada proktor yang belum bisa mengunduh soal dari pusat.

Kepala Disdik Sumenep A. Shadik mengklaim, pelaksanaan UNBK molor bukan karena kelalaian penyelenggara. Tapi, murni dari pusat ada gangguan yang mengakibatkan server sekolah offline. ”Untuk mengerjakan soal, siswa masih menunggu hingga server terhubung,” tegasnya.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan menambahkan, masalah di SMPN 2 Pasongsongan juga karena dari pusat. Listrik di sekolah itu sempat padam. Akhirnya diganti dengan server cadangan. ”Baru bisa dimulai pukul 13.00. Di sana hanya satu sesi,” jelasnya.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Sumenep Rudi Hartono mengatakan, pemadaman listrik pada pagi hari hanya di Kecamatan Kalianget dan Talango. Kalianget pemadaman hanya sepuluh menit dan di Talango satu jam. ”Hanya di dau lokasi itu,” ucapnya.

Tahun ini sekolah di bawah naungan Disdik Sumenep yang melaksanakan UNBK berjumlah 149 lembaga dan 24 lembaga menggunakan UNKP. Jumlah siswa yang mengikuti UNBK 5.831 siswa dan 961 siswa UNKP.

BANGKALAN – Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP/MTs tidak berjalan lancar Senin (23/4). Semua lembaga penyelenggara di Bangkalan mengalami masalah server pusat offline.

Kepala SMPN 2 Bangkalan Edy Haryadi menyampaikan, kemungkinan kendala ini terjadi secara nasional karena server pusat bermasalah. Soal yang ditunggu-tunggu siswa tak kunjung muncul. Ujian semestinya dimulai pukul 07.30. Namun, hingga pukul 08.15 server pusat tetap offline.

”Nanti ada SOP. Dari sekolah tidak ada masalah. Ada petunjuk langsung dari kementerian. Kami menunggu,” ujarnya. Di Jawa Timur, lanjut Edy, ada beberapa daerah yang bisa terhubung. Di antaranya, Banyuwangi dan Pasuruan. ”Tapi, log out lagi. Sama-sama mengalami masalah. Hanya, sempat bisa sebentar. Mudah-mudahan bisa diatasi. Kasihan anak-anak,” kata ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Bangkalan itu.


Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, server sempat online selama dua menit sekitar pukul 08.30. Namun kembali offline. Kemudian, server kembali tersambung sekitar pukul 09.00. Peserta lanjut mengisi soal ujian dan belum ada laporan gangguan lainnya. ”Server pusat tidak stabil. Kami tetap mengikuti petunjuk provinsi maupun pusat,” tuturnya.

Pelaksanaan UNBK molor hingga pukul 17.30. UNBK hari pertama seharusnya selesai pukul 16.00. ”Mundurnya satu setengah jam, tambahan waktunya juga segitu,” kata Bambang.

Kemungkinan, server pusat tidak stabil karena banyak lembaga penyelenggara UNBK tahun ini. Pada 2017, lebih stabil karena lembaga yang melaksanakan UNBK hanya sebagian. Tahun lalu hanya sekitar 30 lembaga yang menyelenggarakan UNBK. Sedangkan pada 2018 kali ini, 219 lembaga sudah UNBK. ”Jadi, kemungkinan itu salah satu faktor. Tentu masalah ini bisa diatasi,” paparnya.

Baca Juga :  Berharap Integritas Siswa Semakin Tinggi

Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh bersama sejumlah pejabat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan Komisi D DPRD Bangkalan memantau ujian hari pertama. Menurut Indra, kendala server offline memang menghambat pelaksanaan ujian. ”Kami harap tidak mengurangi kelancaran ujian. Nanti akan kami pantau sekolah lain. Di daerah hanya sebagai pelaksana. Kebijakan ada di pusat,” terangnya.

Lembaga pendidikan di Bangkalan sudah menjalankan kewajibannya melaksanakan UNBK dengan baik. Misalnya, menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan. Dia meminta peserta didik mengikuti ujian dengan jujur dan semangat. ”Insya Allah bisa mengerjakan dengan sebaik-baiknya dan lulus dengan nilai terbaik. Mudah-mudahan tidak ada masalah selanjutnya,” harap Indra.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Tohir menyayangkan adanya gangguan pada saat pelaksanaan UNBK berlangsung. Namun baginya, daerah sudah mengupayakan persiapan maksimal. ”Ini perlu menjadi evaluasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pemerintah harus berkerja maksimal agar hasil ujian nasional tahun ini sesuai harapan. Lebih baik daripada tahun lalu. ”Bangkalan tidak lagi di peringkat bawah,” tukasnya.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, 15.820 siswa dari 354 lembaga SMP/MTs di Bangkalan melaksanakan ujian nasional. Sebanyak 109 lembaga SMP menyelenggarakan UNBK mandiri dan 110 lembaga penggabung. Total 219 lembaga dan diikuti 10.951 peserta.

Baca Juga :  Tertibkan APK, Petugas Tersengat Listrik

Sedangkan untuk MTs, 80 lembaga melaksanakan UNBK mandiri dan 55 lembaga penggabung. Total terdapat 135 lembaga dan diikuti 4.869 peserta. Lembaga yang mengikuti terdiri atas negeri dan swasta. ”Pagi server offline. Sudah lancar,” terang Kepala SMPN 7 Bangkalan Totok Gunarto sekitar pukul 15.00.

Gangguwan juga terjadi di Sumenep. Ujian baru bisa dimulai pukul 08.50 dari jadwal semula pukul 08.00. Keterlambatan UNBK hari pertama karena ada proktor yang belum bisa mengunduh soal dari pusat.

Kepala Disdik Sumenep A. Shadik mengklaim, pelaksanaan UNBK molor bukan karena kelalaian penyelenggara. Tapi, murni dari pusat ada gangguan yang mengakibatkan server sekolah offline. ”Untuk mengerjakan soal, siswa masih menunggu hingga server terhubung,” tegasnya.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan menambahkan, masalah di SMPN 2 Pasongsongan juga karena dari pusat. Listrik di sekolah itu sempat padam. Akhirnya diganti dengan server cadangan. ”Baru bisa dimulai pukul 13.00. Di sana hanya satu sesi,” jelasnya.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Sumenep Rudi Hartono mengatakan, pemadaman listrik pada pagi hari hanya di Kecamatan Kalianget dan Talango. Kalianget pemadaman hanya sepuluh menit dan di Talango satu jam. ”Hanya di dau lokasi itu,” ucapnya.

Tahun ini sekolah di bawah naungan Disdik Sumenep yang melaksanakan UNBK berjumlah 149 lembaga dan 24 lembaga menggunakan UNKP. Jumlah siswa yang mengikuti UNBK 5.831 siswa dan 961 siswa UNKP.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/