24 C
Madura
Wednesday, June 7, 2023

Penyewa Banplaz Dapat Keringanan Rp 300 Juta

BANGKALAN – Pendapatan asli daerah (PAD) dari Bangkalan Plaza (Banplaz) dipastikan merosot. Permohonan pengurangan kontribusi tetap oleh PT Suramadu Sukses Sejahtera sebagai penyewa diamini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Abdus Sjahid menyatakan, kontribusi tetap yang harus dibayarkan PT Suramadu Sukses Sejahtera kepada pemkab tahun ini Rp 1,3 miliar. Namun, perusahaan yang beralamat di Kota Surabaya tersebut mengajukan pengurangan pembayaran 50 persen.

Permohonan itu karena dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa. Selain itu, karena pengunjung semakin berkurang. Akibatnya, perusahaan mengaku tidak mampu membayar kontribusi Rp 1,3 miliar. ”Pengelola pusat perbelanjaan seperti mal mendapat tantangan baru sejak adanya belanja online,” ucapnya kemarin (22/3).

Karena itu, pemerintah dan penyewa mencari solusi yang sama-sama menguntungkan (win-win solution) atas kewajiban pembayaran kontribusi pihak ketiga. Diputuskan, PT Suramadu Sukses Sejahtera diwajibkan hanya membayar kontribusi Rp 1 miliar. Dengan demikian, PAD dari Banplaz berkurang Rp 300 juta tahun ini.

Baca Juga :  Proyek BPWS 8,1 Miliar Korbankan PKL

Sjahid mengakui, persetujuan penurunan kontribusi tetap oleh pengelola Banplaz tidak melibatkan legislatif. Pemerintah beralasan ranah pembahasannya lebih pada pemanfaatan aset daerah. Bukan mengutamakan aspek pendapatan daerah.

”Di regulasi terbaru, tidak perlu mendapat persetujuan dewan. Kalau di aturan yang lama, memang harus ada,” imbuhnya.

Selain pembayaran kontribusi dikurangi, skema pembayaran PT Suramadu Sukses Sejahtera juga diubah. Biasanya, kontribusi tetap harus dibayar lunas setiap tahun per tanggal 15 Maret. Tahun ini mendapat keringanan dengan dicicil menjadi tiga tahap.

Tahap pertama harus membayar Rp 334 juta. Sedangkan di tahap kedua dan ketiga Rp 333 juta. ” Untuk yang tahap pertama sudah dibayarkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  PAD Pasar di Bangkalan Belum Capai Target

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Abd. Aziz mengatakan, pembayaran kontribusi sewa Banplaz pasti sudah disepakati dalam perjanjian. Permohonan pengurangan retribusi yang diajukan penyewa merupakan bukti tidak konsistennya PT Suramadu Sukses Sejahtera sebagai penyewa.

”Harusnya pemerintah bersikap tegas. Kalau tidak mau memabayar sesuai dengan yang disepakati, ya sudah angkat kaki dan cari penyewa lain yang berkomitmen,” imbuhnya.

Aziz menilai penurunan retribusi Rp 300 juta sangat merugikan pemerintah. Karena dana itu bisa mendongkrak perolehan PAD. Juga mempercepat pembangunan Bangkalan. ”Angka Rp 300 juta lumayan kalau untuk perbaikan jalan,” katanya.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) sudah berupaya untuk mendapat konfirmasi dari PT Suramadu Sukses Sejahtera. Namun, tim event PT Suramadu Sukses Sejahtera Busro Bara Segara tidak merepons berkali-kali dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan. (jup/luq)

 

BANGKALAN – Pendapatan asli daerah (PAD) dari Bangkalan Plaza (Banplaz) dipastikan merosot. Permohonan pengurangan kontribusi tetap oleh PT Suramadu Sukses Sejahtera sebagai penyewa diamini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Abdus Sjahid menyatakan, kontribusi tetap yang harus dibayarkan PT Suramadu Sukses Sejahtera kepada pemkab tahun ini Rp 1,3 miliar. Namun, perusahaan yang beralamat di Kota Surabaya tersebut mengajukan pengurangan pembayaran 50 persen.

Permohonan itu karena dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa. Selain itu, karena pengunjung semakin berkurang. Akibatnya, perusahaan mengaku tidak mampu membayar kontribusi Rp 1,3 miliar. ”Pengelola pusat perbelanjaan seperti mal mendapat tantangan baru sejak adanya belanja online,” ucapnya kemarin (22/3).


Karena itu, pemerintah dan penyewa mencari solusi yang sama-sama menguntungkan (win-win solution) atas kewajiban pembayaran kontribusi pihak ketiga. Diputuskan, PT Suramadu Sukses Sejahtera diwajibkan hanya membayar kontribusi Rp 1 miliar. Dengan demikian, PAD dari Banplaz berkurang Rp 300 juta tahun ini.

Baca Juga :  Gerobak PKL Disita, Dewan Kecewa

Sjahid mengakui, persetujuan penurunan kontribusi tetap oleh pengelola Banplaz tidak melibatkan legislatif. Pemerintah beralasan ranah pembahasannya lebih pada pemanfaatan aset daerah. Bukan mengutamakan aspek pendapatan daerah.

”Di regulasi terbaru, tidak perlu mendapat persetujuan dewan. Kalau di aturan yang lama, memang harus ada,” imbuhnya.

Selain pembayaran kontribusi dikurangi, skema pembayaran PT Suramadu Sukses Sejahtera juga diubah. Biasanya, kontribusi tetap harus dibayar lunas setiap tahun per tanggal 15 Maret. Tahun ini mendapat keringanan dengan dicicil menjadi tiga tahap.

- Advertisement -

Tahap pertama harus membayar Rp 334 juta. Sedangkan di tahap kedua dan ketiga Rp 333 juta. ” Untuk yang tahap pertama sudah dibayarkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  KMP DBS III seperti WC Terapung

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Abd. Aziz mengatakan, pembayaran kontribusi sewa Banplaz pasti sudah disepakati dalam perjanjian. Permohonan pengurangan retribusi yang diajukan penyewa merupakan bukti tidak konsistennya PT Suramadu Sukses Sejahtera sebagai penyewa.

”Harusnya pemerintah bersikap tegas. Kalau tidak mau memabayar sesuai dengan yang disepakati, ya sudah angkat kaki dan cari penyewa lain yang berkomitmen,” imbuhnya.

Aziz menilai penurunan retribusi Rp 300 juta sangat merugikan pemerintah. Karena dana itu bisa mendongkrak perolehan PAD. Juga mempercepat pembangunan Bangkalan. ”Angka Rp 300 juta lumayan kalau untuk perbaikan jalan,” katanya.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) sudah berupaya untuk mendapat konfirmasi dari PT Suramadu Sukses Sejahtera. Namun, tim event PT Suramadu Sukses Sejahtera Busro Bara Segara tidak merepons berkali-kali dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan. (jup/luq)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/