alexametrics
20.9 C
Madura
Saturday, August 20, 2022

Santri Temukan Bayi Perempuan Telanjang

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura ­– Warga Dusun Mancengan, Desa Langpanggang, Kecamatan Modung, Bangkalan, geger kemarin (23/1). Penyebabnya, salah seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Asy’ariyah menemukan bayi di tumpukan sampah. Bayi perempuan itu ditemukan dalam kondisi sehat tanpa sehelai kain.

Bayi malang itu pertama ditemukan oleh Abdur Rohim, 23, warga Dusun Pandekong, Desa/Kecamatan Modung, sekitar pukul 04.15. Melihat bayi pada bagi buta dia dirundung rasa ketakutan. Lalu, dia memanggil Abdul Kholik, 19, rekan satu dusun. Mereka sama-sama nyantri di Ponpes Al-Asy’ariyah.

Kepala Desa Langpanggang Fadhorrosi membenarkan, bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan oleh santri. Kondisi bayi tersebut sehat dan lengkap dengan tali pusar. ”Bayi itu nangis di tumpukan sampah. Tumpukan sampah itu memang di pinggir jalan dan dekat dengan laut,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca Juga :  Dinilai 10 Bulan, Kejari Bangkalan Akhirnya Sabet Penghargaan ZI WBK

Dari lokasi penemuan itu warga melapor ke pemerintah desa. Menerima laporan itu, Fadhorrosi segera menuju tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi itu warga sudah ramai. ”Karena dekat dengan bidan desa, akhirnya kami meminta bidan desa untuk mengurus. Nama bidannya Ibu Maulidini,” ungkapnya.

Pihaknya juga melapor ke Polsek Modung. Tidak lama kemudian, polisi datang melakukan penyelidikan. Kondisi bayi sehat dan ari-arinya masih basah. Menurut polisi, jika tidak ada yang mengadopsi, bayi tersebut diminta untuk diserahkan ke RSUD Syamrabu Bangkalan. ”Alhamdulillah ada yang mau mengadopsi,” tutupnya.

Kapolsek Modung AKP Suwaji mengungkapkan, ketika polisi sampai lokasi, bayi itu sudah diamankan warga. Memang, bayi tersebut ditemukan di tumpukan sampah sekitar 100 meter ada pondok pesantren. ”Yang menemukan kali pertama santri saat membuang sampah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gelar Bursa Inovasi Desa, Warga Tiga Kecamatan Pamer Produk Unggulan

Saat ini dirawat oleh Maulidini, bidan desa di Dusun Sumber Langkap, Desa Langpanggang, Kecamatan Modung. Hasil penyelidikan polisi, dugaan sementara yang membuang orang jauh. Sebab, kondisi jalan sepi dan di pinggir jalan. Polisi sudah menelusuri ke bidan-bidan dan persatuannya.

”Kalau dilihat dari tali pusarnya, lahirnya tidak di bidan karena putusnya tidak rata. Bisa diputus dengan benda tumpul atau digigit,” imbuhnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menjelaskan, bayi tersebut ditemukan dalam keadaan telanjang. Ciri-cirinya rambut hitam dan lebat, panjang 45 sentimeter, dan berat 2 kilogram 1 ons. ”Kami akan proses. Saat ini masih melakukan lidik,” tegasnya. (rul)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura ­– Warga Dusun Mancengan, Desa Langpanggang, Kecamatan Modung, Bangkalan, geger kemarin (23/1). Penyebabnya, salah seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Asy’ariyah menemukan bayi di tumpukan sampah. Bayi perempuan itu ditemukan dalam kondisi sehat tanpa sehelai kain.

Bayi malang itu pertama ditemukan oleh Abdur Rohim, 23, warga Dusun Pandekong, Desa/Kecamatan Modung, sekitar pukul 04.15. Melihat bayi pada bagi buta dia dirundung rasa ketakutan. Lalu, dia memanggil Abdul Kholik, 19, rekan satu dusun. Mereka sama-sama nyantri di Ponpes Al-Asy’ariyah.

Kepala Desa Langpanggang Fadhorrosi membenarkan, bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan oleh santri. Kondisi bayi tersebut sehat dan lengkap dengan tali pusar. ”Bayi itu nangis di tumpukan sampah. Tumpukan sampah itu memang di pinggir jalan dan dekat dengan laut,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca Juga :  Giliran Proyek Jalan Coldmix Makan Korban

Dari lokasi penemuan itu warga melapor ke pemerintah desa. Menerima laporan itu, Fadhorrosi segera menuju tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi itu warga sudah ramai. ”Karena dekat dengan bidan desa, akhirnya kami meminta bidan desa untuk mengurus. Nama bidannya Ibu Maulidini,” ungkapnya.

Pihaknya juga melapor ke Polsek Modung. Tidak lama kemudian, polisi datang melakukan penyelidikan. Kondisi bayi sehat dan ari-arinya masih basah. Menurut polisi, jika tidak ada yang mengadopsi, bayi tersebut diminta untuk diserahkan ke RSUD Syamrabu Bangkalan. ”Alhamdulillah ada yang mau mengadopsi,” tutupnya.

Kapolsek Modung AKP Suwaji mengungkapkan, ketika polisi sampai lokasi, bayi itu sudah diamankan warga. Memang, bayi tersebut ditemukan di tumpukan sampah sekitar 100 meter ada pondok pesantren. ”Yang menemukan kali pertama santri saat membuang sampah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Jantung Di Masa Pandemi Covid-19

Saat ini dirawat oleh Maulidini, bidan desa di Dusun Sumber Langkap, Desa Langpanggang, Kecamatan Modung. Hasil penyelidikan polisi, dugaan sementara yang membuang orang jauh. Sebab, kondisi jalan sepi dan di pinggir jalan. Polisi sudah menelusuri ke bidan-bidan dan persatuannya.

- Advertisement -

”Kalau dilihat dari tali pusarnya, lahirnya tidak di bidan karena putusnya tidak rata. Bisa diputus dengan benda tumpul atau digigit,” imbuhnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menjelaskan, bayi tersebut ditemukan dalam keadaan telanjang. Ciri-cirinya rambut hitam dan lebat, panjang 45 sentimeter, dan berat 2 kilogram 1 ons. ”Kami akan proses. Saat ini masih melakukan lidik,” tegasnya. (rul)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/