28 C
Madura
Monday, May 29, 2023

DPRD Sebut Penertiban PMKS Hanya Formalitas

BANGKALAN – Penertiban penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Bangkalan belum sepenuhnya berhasil. Buktinya, hingga saat ini masih banyak gelandangan yang berkeliaran di traffic light di pertigaan jalan raya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad menuding program razia terkesan formalitas . Penertiban para gelandangan tidak akan pernah tuntas jika tidak ada sanksi tegas dari pemerintah.

”Jangan hanya dirazia tapi juga dibina. Itu supaya Bangkalan tidak dianggap tempatnya gelandangan,” ucapnya Rabu (23/1).

Hosyan juga mendesak Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan untuk bisa mendatangkan ahli pada saat pembinaan. Dengan demikian, bisa menyadarkan mental mereka agar tidak lagi menjadi gelandangan.

”Ada yang karena coba-coba. Ini menyangkut citra Bangkalan. Banyaknya gelandangan dikira nanti kita tidak peduli. Jadi harus ada ketegasan,” katanya.

Baca Juga :  Hanya 15 Pemohon Urus Akta Kematian

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Bangkalan Ahmad Riyadi menyampaikan, banyaknya PMKS bukan didominasi dari warga asal Bangkalan, melainkan luar daerah. Diakui jika sampai saat ini lembaganya hanya melakukan pembinaan.

”Karena kebanyakan masih usia sekolah. Jadi kalau diberi sanksi, belum bisa. Tapi kalau pernah tertangkap terus tertangkap lagi, baru kami kirim ke panti,” tuturnya.

BANGKALAN – Penertiban penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Bangkalan belum sepenuhnya berhasil. Buktinya, hingga saat ini masih banyak gelandangan yang berkeliaran di traffic light di pertigaan jalan raya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad menuding program razia terkesan formalitas . Penertiban para gelandangan tidak akan pernah tuntas jika tidak ada sanksi tegas dari pemerintah.

”Jangan hanya dirazia tapi juga dibina. Itu supaya Bangkalan tidak dianggap tempatnya gelandangan,” ucapnya Rabu (23/1).


Hosyan juga mendesak Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan untuk bisa mendatangkan ahli pada saat pembinaan. Dengan demikian, bisa menyadarkan mental mereka agar tidak lagi menjadi gelandangan.

”Ada yang karena coba-coba. Ini menyangkut citra Bangkalan. Banyaknya gelandangan dikira nanti kita tidak peduli. Jadi harus ada ketegasan,” katanya.

Baca Juga :  Ciptakan Banyak Produk, SMKN 1 Kamal Tumbuhkan Kreativitas Wirausaha

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Bangkalan Ahmad Riyadi menyampaikan, banyaknya PMKS bukan didominasi dari warga asal Bangkalan, melainkan luar daerah. Diakui jika sampai saat ini lembaganya hanya melakukan pembinaan.

”Karena kebanyakan masih usia sekolah. Jadi kalau diberi sanksi, belum bisa. Tapi kalau pernah tertangkap terus tertangkap lagi, baru kami kirim ke panti,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/