alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Serapan Anggaran Kecamatan Bangkalan Paling Buncit

BANGKALAN – Pemerintah kabupaten (pemkab) menyediakan anggaran Rp 26.482.960.868 untuk 18 kecamatan di Bangkalan. Namun, hingga 20 Desember 2019 belum ada satu pun kecamatan yang menyerap 100 persen.

Secara keseluruhan dana tersebut hanya terealisasi Rp 16.338.215.010 atau 61,69 persen. Kecamatan Bangkalan mendapat jatah paling tinggi. Yakni, Rp 12.258.797.222. Sayangnya, angaran itu hanya terserap Rp 4.447.720.945 atau 36 persen (perincian tiap kecamatan lihat grafis).

Camat Bangkalan Cicik Fidyah mengakui serapan anggaran memang tidak bisa terealisasi 100 persen. Tetapi, untuk mendekati 100 persen sangat mungkin. ”Kami terus naik untuk serapan anggaran. Karena tiap hari itu bisa berubah,” ujarnya kemarin (22/12).

Cicik menyampaikan beberapa alasan kenapa serapan anggaran rendah. Misalnya, terdapat kegiatan fisik yang dialokasikan sebesar Rp 1 miliar. Namun, dalam kontrak hanya Rp 900 juta. Dengan begitu, serapan anggarannya tidak bisa terserap 100 persen. ”Kalau fisiknya bisa 100 persen. Tapi, untuk serapan anggarannya tidak bisa,” dalihnya.

Baca Juga :  Tekan Persebaran Covid-19, Menkopolhukam Gandeng Ulama

Untuk di Kecamatan Bangkalan terkendala realisasi kegiatan fisik. Sebab, ada beberapa kegiatan tidak bisa dilaksanakan tahun ini dan terpaksa dikerjakan tahun depan. ”Waktunya terlalu mepet kalau dikerjakan sekarang karena kegiatannya dianggarkan setelah PAK (perubahan anggaran keuangan),” kata Cicik.

Daripada berurusan dengan hukum, lanjut dia, otomatis kegiatan-kegiatan tersebut dianggarkan kembali tahun mendatang. Cicik optimistis realisasi serapan anggaran hingga akhir tahun antara 75 sampai 80 persen. ”Rata-rata kegiatan fisik itu melekat di kelurahan. Kalau di kecamatan, paling besar untuk kegiatan fisik senilai Rp 10 juta,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mengutarakan, mendekati akhir tahun mestinya serapan anggaran sudah di atas 90 persen untuk kecamatan. Sebab, selain alokasi anggarannya tidak terlalu besar, juga tidak banyak menangani pekerjaan fisik.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Akan Umrahkan Dua Peserta Juara MTQ

”Kami sayangkan kalau masih ada yang di bawah 90 persen. Ke mana selama ini,” sindir politikus PKB itu.

Menurut Hotib, anggaran yang dikucurkan ke masing-masing kecamatan itu wajib diserap. Apalagi, memang menjadi tugas para pejabat yang ada di kecamatan-kecamatan untuk melaksanakan dengan tuntas.

”Berarti kalau masih di bawah 90 persen, bisa dibilang kinerjanya belum optimal,” sambungnya.

Hotib meminta pejabat di masing-masing kecamatan untuk lebih maksimal lagi dalam menyerap anggaran.”Yang parah itu, kalau sampai sekarang ada yang masih di bawah 50 persen,” katanya.

Dia berharap pihak kecamatan benar-benar serius bekerja, terutama urusan menyerap anggaran. Sebab, anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun Bangkalan yang lebih baik.

”Karena itu termasuk belanja langsung yang langsung bisa dinikmati masyarakat Bangkalan,” tandasnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Pemerintah kabupaten (pemkab) menyediakan anggaran Rp 26.482.960.868 untuk 18 kecamatan di Bangkalan. Namun, hingga 20 Desember 2019 belum ada satu pun kecamatan yang menyerap 100 persen.

Secara keseluruhan dana tersebut hanya terealisasi Rp 16.338.215.010 atau 61,69 persen. Kecamatan Bangkalan mendapat jatah paling tinggi. Yakni, Rp 12.258.797.222. Sayangnya, angaran itu hanya terserap Rp 4.447.720.945 atau 36 persen (perincian tiap kecamatan lihat grafis).

Camat Bangkalan Cicik Fidyah mengakui serapan anggaran memang tidak bisa terealisasi 100 persen. Tetapi, untuk mendekati 100 persen sangat mungkin. ”Kami terus naik untuk serapan anggaran. Karena tiap hari itu bisa berubah,” ujarnya kemarin (22/12).


Cicik menyampaikan beberapa alasan kenapa serapan anggaran rendah. Misalnya, terdapat kegiatan fisik yang dialokasikan sebesar Rp 1 miliar. Namun, dalam kontrak hanya Rp 900 juta. Dengan begitu, serapan anggarannya tidak bisa terserap 100 persen. ”Kalau fisiknya bisa 100 persen. Tapi, untuk serapan anggarannya tidak bisa,” dalihnya.

Baca Juga :  Kurang Sosialisasi, Bantuan Nelayan Tak Terserap

Untuk di Kecamatan Bangkalan terkendala realisasi kegiatan fisik. Sebab, ada beberapa kegiatan tidak bisa dilaksanakan tahun ini dan terpaksa dikerjakan tahun depan. ”Waktunya terlalu mepet kalau dikerjakan sekarang karena kegiatannya dianggarkan setelah PAK (perubahan anggaran keuangan),” kata Cicik.

Daripada berurusan dengan hukum, lanjut dia, otomatis kegiatan-kegiatan tersebut dianggarkan kembali tahun mendatang. Cicik optimistis realisasi serapan anggaran hingga akhir tahun antara 75 sampai 80 persen. ”Rata-rata kegiatan fisik itu melekat di kelurahan. Kalau di kecamatan, paling besar untuk kegiatan fisik senilai Rp 10 juta,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mengutarakan, mendekati akhir tahun mestinya serapan anggaran sudah di atas 90 persen untuk kecamatan. Sebab, selain alokasi anggarannya tidak terlalu besar, juga tidak banyak menangani pekerjaan fisik.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Akan Umrahkan Dua Peserta Juara MTQ

”Kami sayangkan kalau masih ada yang di bawah 90 persen. Ke mana selama ini,” sindir politikus PKB itu.

Menurut Hotib, anggaran yang dikucurkan ke masing-masing kecamatan itu wajib diserap. Apalagi, memang menjadi tugas para pejabat yang ada di kecamatan-kecamatan untuk melaksanakan dengan tuntas.

”Berarti kalau masih di bawah 90 persen, bisa dibilang kinerjanya belum optimal,” sambungnya.

Hotib meminta pejabat di masing-masing kecamatan untuk lebih maksimal lagi dalam menyerap anggaran.”Yang parah itu, kalau sampai sekarang ada yang masih di bawah 50 persen,” katanya.

Dia berharap pihak kecamatan benar-benar serius bekerja, terutama urusan menyerap anggaran. Sebab, anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun Bangkalan yang lebih baik.

”Karena itu termasuk belanja langsung yang langsung bisa dinikmati masyarakat Bangkalan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/