24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Catut Nama Kapolres-Kasatreskrim, Penipu Minta Uang kepada Istri Tersangka

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Berbagai cara dilakukan penipu untuk mengelabui korban. Tidak jarang mereka mencatut nama seseorang untuk melancarkan aksinya. Bahkan, nama Kapolres dan Kasatreskrim pun tidak luput dari pencatutan tersebut.

Seperti yang dialami Mutmainnah, asal Kecamatan Sepulu, Bangkalan. Perempuan 42 tahun itu terpaksa mentransfer sejumlah uang kepada seseorang yang mengaku sebagai Kasatreskrim Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya.

Penipuan itu berawal dari penahanan Sekretaris  Desa (Sekdes) di Kecamatan Sepulu Musafak atas tuduhan sebagai penadah motor curian. Keluarga tersangka dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai Kasatreskrim AKP Bangkit Dananjaya kemarin (22/11).

Nomor tidak dikenal itu menelepon nomor putra Musafak. Namun, yang menerima istrinya, Mutmainnah. Orang tak dikenal yang mengaku Kasatreskrim itu mengatakan bahwa perkara Musafak bisa dicabut dengan syarat mengirim uang.

”Saya yang ditelepon sebelum pukul 11.00,” kata Mutmainnah yang ditemui di ruang Kanit PPA Polres Bangkalan kemarin (22/11).

Menurut Mutmainnah, awalnya orang tersebut meminta uang Rp 7,5 juta. Namun, dia mengatakan tidak punya uang sebanyak itu. Kemudian, orang di balik telepon itu menanyakan adanya uang yang dimilikinya. Lalu, Mutmainnah menyampaikan jika uang yang ada hanya Rp 3 juta. ”Uang Rp 3 juta itu masih mau menggadaikan emas. Saya bilang begitu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rehab Kantor Disdik Bangkalan Baru 50 Persen

Dari sambungan telepon itu, Mutmainnah mendengar pembicaraan layaknya atasan dan bawahan. Kemudian, penelepon mendesak dirinya supaya segera mengirim uang tersebut sebelum pukul 11.00. Sebab, kata orang yang mengaku Kasatreskrim itu, Kapolres segera berangkat ke polda.

Kareana tidak menyangka itu penipuan, dia mengiyakan permintaan orang tersebut. Kemudian, mentransfer ke nomor rekening atas nama Siti Emilda Zahro. ”Yang mentransfer anak saya. Sedangkan saya menyiapkan berkas seperti KK, KTP, dan meterai. Itu saya siapkan karena untuk pencabutan berkas suami,” ceritanya.

Setelah transfer uang, lanjut Mutmainnah, dirinya bergegas ke Polres Bangkalan. Dia langsung menemui petugas yang sedang berjaga menuju tahanan. Saat ditanya atas nama yang dimaksud, ternyata tidak ada. ”Saya bingung setelah itu. Kenapa tahu nomor anak saya. Kasusnya suami. Juga menyebut nama Ali. Itu yang saya bingung,” bebernya.

Baca Juga :  Mantan Pj Kades Jadi Tersangka

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya membenarkan pencatutan namanya dan Kapolres tersebut. ”Kami akan menindaklanjuti siapa yang mencatut nama kami dan pimpinan. Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan,” tegas alumnus Akpol 2012 itu.

Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono menyatakan, kasus Musafak sampai saat ini terus jalan. Termasuk, yang mencuri sudah diamankan. Untuk itu, pihaknya menginstruksikan Kasatreskrim untuk melacak nomor yang sudah mencatut dirinya dan bawahannya itu. ”Kasus tetap gas. Dilanjut itu,” ucapnya.

Perwira menengah (pamen) asal Jakarta itu mengimbau kepada masyarakat Bangkalan agar tidak percaya kepada orang baru atau nomor baru yang meminta uang. Apalagi, dengan alasan untuk menyelesaikan persoalan hukum.

”Suami sudah di penjara, ditambah menjadi korban penipuan yang mencatut nama kami. Zaman seperti saat ini jangan mudah percaya,” pinta alumnus Akpol 2002 itu. (rul/han)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Berbagai cara dilakukan penipu untuk mengelabui korban. Tidak jarang mereka mencatut nama seseorang untuk melancarkan aksinya. Bahkan, nama Kapolres dan Kasatreskrim pun tidak luput dari pencatutan tersebut.

Seperti yang dialami Mutmainnah, asal Kecamatan Sepulu, Bangkalan. Perempuan 42 tahun itu terpaksa mentransfer sejumlah uang kepada seseorang yang mengaku sebagai Kasatreskrim Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya.

Penipuan itu berawal dari penahanan Sekretaris  Desa (Sekdes) di Kecamatan Sepulu Musafak atas tuduhan sebagai penadah motor curian. Keluarga tersangka dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai Kasatreskrim AKP Bangkit Dananjaya kemarin (22/11).


Nomor tidak dikenal itu menelepon nomor putra Musafak. Namun, yang menerima istrinya, Mutmainnah. Orang tak dikenal yang mengaku Kasatreskrim itu mengatakan bahwa perkara Musafak bisa dicabut dengan syarat mengirim uang.

”Saya yang ditelepon sebelum pukul 11.00,” kata Mutmainnah yang ditemui di ruang Kanit PPA Polres Bangkalan kemarin (22/11).

Menurut Mutmainnah, awalnya orang tersebut meminta uang Rp 7,5 juta. Namun, dia mengatakan tidak punya uang sebanyak itu. Kemudian, orang di balik telepon itu menanyakan adanya uang yang dimilikinya. Lalu, Mutmainnah menyampaikan jika uang yang ada hanya Rp 3 juta. ”Uang Rp 3 juta itu masih mau menggadaikan emas. Saya bilang begitu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kejari: Masih Ada Pejabat Terlibat Kasus penarikan fee proyek

Dari sambungan telepon itu, Mutmainnah mendengar pembicaraan layaknya atasan dan bawahan. Kemudian, penelepon mendesak dirinya supaya segera mengirim uang tersebut sebelum pukul 11.00. Sebab, kata orang yang mengaku Kasatreskrim itu, Kapolres segera berangkat ke polda.

- Advertisement -

Kareana tidak menyangka itu penipuan, dia mengiyakan permintaan orang tersebut. Kemudian, mentransfer ke nomor rekening atas nama Siti Emilda Zahro. ”Yang mentransfer anak saya. Sedangkan saya menyiapkan berkas seperti KK, KTP, dan meterai. Itu saya siapkan karena untuk pencabutan berkas suami,” ceritanya.

Setelah transfer uang, lanjut Mutmainnah, dirinya bergegas ke Polres Bangkalan. Dia langsung menemui petugas yang sedang berjaga menuju tahanan. Saat ditanya atas nama yang dimaksud, ternyata tidak ada. ”Saya bingung setelah itu. Kenapa tahu nomor anak saya. Kasusnya suami. Juga menyebut nama Ali. Itu yang saya bingung,” bebernya.

Baca Juga :  Pj Bupati Tegur Kepala Dispora soal GOR

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya membenarkan pencatutan namanya dan Kapolres tersebut. ”Kami akan menindaklanjuti siapa yang mencatut nama kami dan pimpinan. Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan,” tegas alumnus Akpol 2012 itu.

Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono menyatakan, kasus Musafak sampai saat ini terus jalan. Termasuk, yang mencuri sudah diamankan. Untuk itu, pihaknya menginstruksikan Kasatreskrim untuk melacak nomor yang sudah mencatut dirinya dan bawahannya itu. ”Kasus tetap gas. Dilanjut itu,” ucapnya.

Perwira menengah (pamen) asal Jakarta itu mengimbau kepada masyarakat Bangkalan agar tidak percaya kepada orang baru atau nomor baru yang meminta uang. Apalagi, dengan alasan untuk menyelesaikan persoalan hukum.

”Suami sudah di penjara, ditambah menjadi korban penipuan yang mencatut nama kami. Zaman seperti saat ini jangan mudah percaya,” pinta alumnus Akpol 2002 itu. (rul/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/