alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Bupati Ra Latif Launching Aplikasi Sidaya Sehat

BANGKALAN – Komitmen Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron untuk mewujudkan masyarakat sejahtera tidak pernah surut. Salah satunya dengan pengambangan berbagai inovasi.

Terbaru, inovasi yang diterapkan yaitu aplikasi Sistem Data dan Layanan Sejahtera Bersama Bupati (Sidaya Sehati). Aplikasi itu di-launching di Balai Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Selasa (23/11).

Bupati yang biasa disapa Ra Latif itu menyampaikan, salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat religius dan sejahtera harus didukung dengan data. Dengan begitu, semua kebijakan yang diambil dapat direalisasikan dan tetat sasaran. ”Harus sesuai kondisi riil di lapangan secara akurat dan valid,” tegasnya.

Perbaikan data masyarakat kurang mampu telah dilaksanakan secara berkesinambungan sejak September 2018. Namun, dalam pelaksanaannya belum maksimal. Karena itu, verifikasi dan validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) perlu dilaksanakan secara bertahap melalui sistem informasi kesejahteraan sosial–next generation (SIKS-NG).

Baca Juga :  Terpilih Aklamasi, Moh Amin Jadi Ketua PWI Bangkalan Periode 2019-2022

Sebab, lanjut Ra Latif, data kemiskinan dinamis. Yaitu, dapat berubah setiap detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun. Misalnya, ada yang meninggal, pindah, datang, maupun lahir. Maka, dalam sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) diperlukan penerapan aplikasi yang dapat mengakomodasi masyarakat kurang mampu.

”Untuk itu, Pemkab Bangkalan, mengembangkan aplikasi sistem Sidaya Sehati. Tujuan aplikasi itu adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Bangkalan yang sejahtera melalui data dan yang lebih mudah, akurat, dan valid,” tutur mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Ada beberapa layanan di aplikasi Sidaya Sehati. Pertama, layanan SLRT mandiri. Yaitu, layanan partisipasi publik untuk melakukan pelaporan informasi tentang kepesertaan di biakes maskin. Kemudian, jaminan persalinan (jampersal), DTKS, dan pusat layanan keluarga sejahtera (PPKS).

Baca Juga :  Bupati Bangkalan Ingin Semua Program OPD Terpublikasi ke Masyarakat

Kedua, layanan cek kepesertaan DTKS. Melalui DTKS, masyarakat dapat mengetahui apakah menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), kartu Indonesia sehat (KIS), dan kartu Indonesia pintar (KIP).

Ketiga, aplikasi Sidaya Sehati menyediakan layanan input DTKS mandiri. Aplikasi input pengelolaan dan penyajian data secara mandiri itu terintegrasi langsung dengan kependudukan yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menyampaikan, aplikasi Sidaya Sehat akan menjadi solusi masalah pendataan penerima bansos yang selama ini masih dianggap kurang valid. Dengan demikian, ke depan semua bantuan yang direalisasikan pemerintah bisa tepat sasaran.

”Karena selama ini banyak penerima yang sudah tidak layak, tetapi masih menerima bantuan,” tandasnya. (jup/onk)

BANGKALAN – Komitmen Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron untuk mewujudkan masyarakat sejahtera tidak pernah surut. Salah satunya dengan pengambangan berbagai inovasi.

Terbaru, inovasi yang diterapkan yaitu aplikasi Sistem Data dan Layanan Sejahtera Bersama Bupati (Sidaya Sehati). Aplikasi itu di-launching di Balai Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Selasa (23/11).

Bupati yang biasa disapa Ra Latif itu menyampaikan, salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat religius dan sejahtera harus didukung dengan data. Dengan begitu, semua kebijakan yang diambil dapat direalisasikan dan tetat sasaran. ”Harus sesuai kondisi riil di lapangan secara akurat dan valid,” tegasnya.


Perbaikan data masyarakat kurang mampu telah dilaksanakan secara berkesinambungan sejak September 2018. Namun, dalam pelaksanaannya belum maksimal. Karena itu, verifikasi dan validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) perlu dilaksanakan secara bertahap melalui sistem informasi kesejahteraan sosial–next generation (SIKS-NG).

Baca Juga :  Ra Ibong Terpilih Jadi Ketua DPD KNPI Bangkalan

Sebab, lanjut Ra Latif, data kemiskinan dinamis. Yaitu, dapat berubah setiap detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun. Misalnya, ada yang meninggal, pindah, datang, maupun lahir. Maka, dalam sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) diperlukan penerapan aplikasi yang dapat mengakomodasi masyarakat kurang mampu.

”Untuk itu, Pemkab Bangkalan, mengembangkan aplikasi sistem Sidaya Sehati. Tujuan aplikasi itu adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Bangkalan yang sejahtera melalui data dan yang lebih mudah, akurat, dan valid,” tutur mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Ada beberapa layanan di aplikasi Sidaya Sehati. Pertama, layanan SLRT mandiri. Yaitu, layanan partisipasi publik untuk melakukan pelaporan informasi tentang kepesertaan di biakes maskin. Kemudian, jaminan persalinan (jampersal), DTKS, dan pusat layanan keluarga sejahtera (PPKS).

Baca Juga :  DPRD Sebut Penertiban PMKS Hanya Formalitas

Kedua, layanan cek kepesertaan DTKS. Melalui DTKS, masyarakat dapat mengetahui apakah menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), kartu Indonesia sehat (KIS), dan kartu Indonesia pintar (KIP).

Ketiga, aplikasi Sidaya Sehati menyediakan layanan input DTKS mandiri. Aplikasi input pengelolaan dan penyajian data secara mandiri itu terintegrasi langsung dengan kependudukan yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menyampaikan, aplikasi Sidaya Sehat akan menjadi solusi masalah pendataan penerima bansos yang selama ini masih dianggap kurang valid. Dengan demikian, ke depan semua bantuan yang direalisasikan pemerintah bisa tepat sasaran.

”Karena selama ini banyak penerima yang sudah tidak layak, tetapi masih menerima bantuan,” tandasnya. (jup/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/