alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Passing Grade CPNS Diturunkan

BANGKALAN – Pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tidak memenuhi passing grade pada ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) sedikit bisa tersenyum. Berdasarkan Permen PAN-RB Nomor 61 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi CPNS 2018, ketentuan ambang batas diturunkan sejak ditetapkan 19 November.

Bagi pelamar CPNS 2018, yang semula tidak memenuhi passing grade, ada kemungkinan bisa mengikuti tahapan berikutnya. Yakni, ujian seleksi kompetensi bidang (SKB). Penurunan ambang batas tersebut berdasarkan nilai kumulatif.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan detail. Terutama berkenaan dengan jadwal ujian SKB untuk formasi umum. Sebelumnya dijadwalkan 22–28 November. Tetapi gagal, lantaran turun Permen PAN-RB 61/2018.

Baca Juga :  Hari Pramuka tanpa Upacara

Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kemen PAN-RB Mudzakir mengutarakan, Permen PAN-RB 61/2018 itu sudah diberlakukan. Dasarnya karena banyak pelamar yang mengikuti ujian SKD tidak memenuhi passing grade.

Mudzakir menyampaikan, dengan Permen PAN-RB 61/2018 itu, diharapkan yang sebelumnya tidak lolos bisa memenuhi ambang batas. ”Penurunan ambang batas ini dengan metode ranking,” ujarnya.

Kepala BKPSDA Bangkalan Moh. Gufron mengatakan, ujian SKB dijadwalkan 22–28 November. Tapi tidak bisa dilaksanakan lantaran keluar Permen PAN-RB 61/2018. ”Sabtu dan Minggu ini saya diundang ke Jakarta, ke BKN untuk rapat,” katanya.

Pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail karena sampai saat ini belum memegang juklak dan juknis. ”Terkait Permen PAN-RB itu, biar tidak multitafsir lagi, nanti dijelaskan di sana. Juklak dan juknis, termasuk jadwal SKB,” terangnya.

Baca Juga :  CPNS Wajib Magang Satu Bulan

Gufron mengaku, yang dimaksud nilai kumulatif paling rendah 255 untuk formasi umum dan 220 untuk guru dan medis belum ada pemahaman dari pemerintah pusat. Apakah nanti berdasarkan ranking nilai pelamar untuk bisa mengikuti tahapan berikutnya, itu masih akan dirapatkan. ”Sekarang saya mau ke BKN provinsi untuk konsultasi. Hasilnya saya bawa rapat ke Jakarta,” ucapnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tidak memenuhi passing grade pada ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) sedikit bisa tersenyum. Berdasarkan Permen PAN-RB Nomor 61 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi CPNS 2018, ketentuan ambang batas diturunkan sejak ditetapkan 19 November.

Bagi pelamar CPNS 2018, yang semula tidak memenuhi passing grade, ada kemungkinan bisa mengikuti tahapan berikutnya. Yakni, ujian seleksi kompetensi bidang (SKB). Penurunan ambang batas tersebut berdasarkan nilai kumulatif.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan detail. Terutama berkenaan dengan jadwal ujian SKB untuk formasi umum. Sebelumnya dijadwalkan 22–28 November. Tetapi gagal, lantaran turun Permen PAN-RB 61/2018.

Baca Juga :  Tak Ada yang Lolos SKD, Formasi Guru Agama Kosong

Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kemen PAN-RB Mudzakir mengutarakan, Permen PAN-RB 61/2018 itu sudah diberlakukan. Dasarnya karena banyak pelamar yang mengikuti ujian SKD tidak memenuhi passing grade.

Mudzakir menyampaikan, dengan Permen PAN-RB 61/2018 itu, diharapkan yang sebelumnya tidak lolos bisa memenuhi ambang batas. ”Penurunan ambang batas ini dengan metode ranking,” ujarnya.

Kepala BKPSDA Bangkalan Moh. Gufron mengatakan, ujian SKB dijadwalkan 22–28 November. Tapi tidak bisa dilaksanakan lantaran keluar Permen PAN-RB 61/2018. ”Sabtu dan Minggu ini saya diundang ke Jakarta, ke BKN untuk rapat,” katanya.

Pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail karena sampai saat ini belum memegang juklak dan juknis. ”Terkait Permen PAN-RB itu, biar tidak multitafsir lagi, nanti dijelaskan di sana. Juklak dan juknis, termasuk jadwal SKB,” terangnya.

Baca Juga :  CPNS Wajib Magang Satu Bulan

Gufron mengaku, yang dimaksud nilai kumulatif paling rendah 255 untuk formasi umum dan 220 untuk guru dan medis belum ada pemahaman dari pemerintah pusat. Apakah nanti berdasarkan ranking nilai pelamar untuk bisa mengikuti tahapan berikutnya, itu masih akan dirapatkan. ”Sekarang saya mau ke BKN provinsi untuk konsultasi. Hasilnya saya bawa rapat ke Jakarta,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/