alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Bupati Ra Latif Permudah Realisasi Bantuan Guru Ngaji-Madin

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mengubah sekema pencairan insentif guru ngaji dan madin. Biasanya pencairan dilakukan melalui rekening masing-masing penerima. Ke depan insentif itu bisa ditarik di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Bupati Bangkalan R. Latif Amin Imron mengatakan, pemerintah sengaja mengubah sekema pencairan insentif guru ngaji dan madin. Tujuannya, mempermudah penerima mencairkan bantuan. ”Kalau sudah cair, bisa diambil kapan dan di mana saja. Tidak perlu lagi berkerumun di bank penyalur saat bantuannya cair,” ucapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Ra Latif itu, penyerahan kartu ATM itu akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari guru ngaji dan madin yang ada di Kecamatan Kota Bangkalan. Nantinya akan dilanjutkan untuk guru ngaji dan madin yang ada di 17 kecamatan lainnya di Bangkalan.

Baca Juga :  Penelitian Sosial Bantu Pemerintah Rumuskan Kebijakan di Masa Pandemi

”Hari ini kami menyerahkan 801 kartu ATM guru ngajid dan madin di Kecamatan Kota Bangkalan,” tuturnya.

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan tersebut menjelaskan, dengan menggunakan ATM, potensi adanya pemotongan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam realisasi insentif guru ngaji dan madin sangat kecil. Dengan begitu, bantuan tersebut bisa tepat sasaran.

”Pemberian ATM sengaja dilakukan bertepatan di Hari Santri Nasional. Ini wujud apresiasi Pemkab Bangkalan kepada para insan yang mengabdikan diri di dunia pendidikan yang berbasis agama. Kami menganggap guru ngaji dan madin sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab, telah sudi mendidik generasi masa depan Bangkalan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Berharap 2019 Kasus Korupsi Kambing Etawa Disidangkan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bambang Budi Mustika mengatakan, progam insentif guru ngaji dan madin merupakan janji politik Bupati Ra Latif dengan Wakil Bupati Mohni. Program itu sebagai bentuk kepedulian bupati dan wakil bupati kepada para guru ngaji dan madin yang memiliki peranan besar dalam mencetak generasi yang religius dan berkarakter.

”Pencairan insentif ini tiga bulan sekali,” tandasnya. (jup/yan)

- Advertisement -

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mengubah sekema pencairan insentif guru ngaji dan madin. Biasanya pencairan dilakukan melalui rekening masing-masing penerima. Ke depan insentif itu bisa ditarik di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Bupati Bangkalan R. Latif Amin Imron mengatakan, pemerintah sengaja mengubah sekema pencairan insentif guru ngaji dan madin. Tujuannya, mempermudah penerima mencairkan bantuan. ”Kalau sudah cair, bisa diambil kapan dan di mana saja. Tidak perlu lagi berkerumun di bank penyalur saat bantuannya cair,” ucapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Ra Latif itu, penyerahan kartu ATM itu akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari guru ngaji dan madin yang ada di Kecamatan Kota Bangkalan. Nantinya akan dilanjutkan untuk guru ngaji dan madin yang ada di 17 kecamatan lainnya di Bangkalan.

Baca Juga :  Wisuda ke-XXV, UTM Cetak 692 Generasi Terbaik


”Hari ini kami menyerahkan 801 kartu ATM guru ngajid dan madin di Kecamatan Kota Bangkalan,” tuturnya.

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan tersebut menjelaskan, dengan menggunakan ATM, potensi adanya pemotongan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam realisasi insentif guru ngaji dan madin sangat kecil. Dengan begitu, bantuan tersebut bisa tepat sasaran.

”Pemberian ATM sengaja dilakukan bertepatan di Hari Santri Nasional. Ini wujud apresiasi Pemkab Bangkalan kepada para insan yang mengabdikan diri di dunia pendidikan yang berbasis agama. Kami menganggap guru ngaji dan madin sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab, telah sudi mendidik generasi masa depan Bangkalan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Siang Dinyatakan Sembuh Covid-19, Malam Meninggal Dunia

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bambang Budi Mustika mengatakan, progam insentif guru ngaji dan madin merupakan janji politik Bupati Ra Latif dengan Wakil Bupati Mohni. Program itu sebagai bentuk kepedulian bupati dan wakil bupati kepada para guru ngaji dan madin yang memiliki peranan besar dalam mencetak generasi yang religius dan berkarakter.

”Pencairan insentif ini tiga bulan sekali,” tandasnya. (jup/yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/