alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Santri Selalu Tulus Jaga Keutuhan NKRI

BANGKALAN – Banyak hal yang dilakukan kaum sarungan dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Di Bangkalan, sejumlah pondok pesantren (ponpes) ikut menyemarakkan hari penting yang diperingati tiap 22 Oktober itu.

Sabtu malam (21/10), ribuan warga dan santri dari berbagai ponpes mengikuti tablig akbar, zikir, dan salawat di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Kemudian, Minggu pagi (22/10) ribuan santri menggelar apel akbar memperingati HSN.

Ketua Tanfidziyah PC NU Bangkalan KH Makki Nasir menyampaikan, di SGB melibatkan semua komponen masyarakat, khususnya santri. Sekitar 10.000 peserta dari berbagai ponpes. ”Stadion penuh sampai jalan raya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kontribusi ponpes terhadap perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak perlu diragukan. Mulai pemikiran, tenaga hingga pengisi jabatan pimpinan negara pernah diemban orang pesantren. Pada masa penjajahan juga banyak santri yang ikut berperang merebut kemerdekaan.

Baca Juga :  Ra Latif dan Forkopimda Apresiasi IJTI

”Peran santri terhadap keutuhan NKRI sangat signifikan karena di pesantren amanat dasar-dasar negara itu ada. Membangun manusia seutuhnya. Tidak hanya kecerdasan otak, tapi juga spiritual,” paparnya.

Dia berpesan, santri muda bisa menghargai dan menghormati jasa pahlawan dan syuhada. Dengan demikian, setiap perjalanan menimba ilmu mendapat barokah. ”Tekun belajar. Gembleng jiwa dan hati di pesantren. Gembleng keimanan di pesantren. Pupuk keimanan yang kuat untuk menghadapi serangan-serangan di era teknologi,” pesannya.

Dia juga meminta kaum sarungan tidak terpengaruh budaya yang merusak akhlak. Terlebih jangan terbuai dan terlena rayuan media sosial (medsos) yang mudah membentuk perilaku menyimpang. ”Di pesantren, yang dicetak agar santri mandiri. Sehingga, timbul slogan santri mandiri, NKRI hebat. Mandiri dan tidak terpengaruh oleh budaya-budaya yang tidak sesuai dengan agama dan budaya kita sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Kacong-Jebbing Harus Bisa Bahasa Madura

Apel akbar HSN di alun-alun diikuti sekitar 1.000 peserta. Kegiatan seperti upacara bendera memperingati Kemerdekaan RI. Tapi, peserta mengenakan songkok, baju lengan panjang, dan sarung.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengapresiasi semangat santri. Peran santri di masyarakat sangat dibutuhkan. Terutama dalam memerangi narkoba. ”Jika pemudanya sudah menjadi budak narkoba, masa depan bangsa menjadi buram,” ucapnya.

Santri menjadi salah satu komponen pemersatu bangsa. Berbeda latar belakang, budaya, suku bangsa, bisa bersama-sama dalam satu naungan pesantren. ”Kehadiran pesantren di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan,” katanya. 

BANGKALAN – Banyak hal yang dilakukan kaum sarungan dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Di Bangkalan, sejumlah pondok pesantren (ponpes) ikut menyemarakkan hari penting yang diperingati tiap 22 Oktober itu.

Sabtu malam (21/10), ribuan warga dan santri dari berbagai ponpes mengikuti tablig akbar, zikir, dan salawat di Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Kemudian, Minggu pagi (22/10) ribuan santri menggelar apel akbar memperingati HSN.

Ketua Tanfidziyah PC NU Bangkalan KH Makki Nasir menyampaikan, di SGB melibatkan semua komponen masyarakat, khususnya santri. Sekitar 10.000 peserta dari berbagai ponpes. ”Stadion penuh sampai jalan raya,” ungkapnya.


Dia mengatakan, kontribusi ponpes terhadap perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak perlu diragukan. Mulai pemikiran, tenaga hingga pengisi jabatan pimpinan negara pernah diemban orang pesantren. Pada masa penjajahan juga banyak santri yang ikut berperang merebut kemerdekaan.

Baca Juga :  Santri Jadi Penentu Jalan Perubahan

”Peran santri terhadap keutuhan NKRI sangat signifikan karena di pesantren amanat dasar-dasar negara itu ada. Membangun manusia seutuhnya. Tidak hanya kecerdasan otak, tapi juga spiritual,” paparnya.

Dia berpesan, santri muda bisa menghargai dan menghormati jasa pahlawan dan syuhada. Dengan demikian, setiap perjalanan menimba ilmu mendapat barokah. ”Tekun belajar. Gembleng jiwa dan hati di pesantren. Gembleng keimanan di pesantren. Pupuk keimanan yang kuat untuk menghadapi serangan-serangan di era teknologi,” pesannya.

Dia juga meminta kaum sarungan tidak terpengaruh budaya yang merusak akhlak. Terlebih jangan terbuai dan terlena rayuan media sosial (medsos) yang mudah membentuk perilaku menyimpang. ”Di pesantren, yang dicetak agar santri mandiri. Sehingga, timbul slogan santri mandiri, NKRI hebat. Mandiri dan tidak terpengaruh oleh budaya-budaya yang tidak sesuai dengan agama dan budaya kita sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Suara Ujung Telepon Cukup Meredam Rindu

Apel akbar HSN di alun-alun diikuti sekitar 1.000 peserta. Kegiatan seperti upacara bendera memperingati Kemerdekaan RI. Tapi, peserta mengenakan songkok, baju lengan panjang, dan sarung.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengapresiasi semangat santri. Peran santri di masyarakat sangat dibutuhkan. Terutama dalam memerangi narkoba. ”Jika pemudanya sudah menjadi budak narkoba, masa depan bangsa menjadi buram,” ucapnya.

Santri menjadi salah satu komponen pemersatu bangsa. Berbeda latar belakang, budaya, suku bangsa, bisa bersama-sama dalam satu naungan pesantren. ”Kehadiran pesantren di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/