alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pasien Ke-30 Korona Bangkalan Batuk, Pilek, dan Sesak Napas

BANGKALAN – Persebaran Covid-19 di Bangkalan terus meluas. Hingga Sabtu (23/5) atau H-1 Hari Raya Idul Fitri 1441 H sudah tembus 30 kasus. Dari 30 kasus di Bangkalan itu, enam diantaranya sudah sembuh, 23 dalam perawatan, dan seorang pasien meninggal dunia.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, pasien ke-30 Covid-19 berinisial N, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah. Perempuan 26 tahun itu dinyatakan terpapar setelah hasil swab positif keluar pada 23 Mei. ”N merupakan pasien positif ke-30 di Bangkalan,” kata Agus.

Menurut Agus, N mengeluhkan sakit batuk dan panas pada 18 April lalu. Lalu, yang bersangkutan berobat ke salah satu bidan desa setempat. ”Tapi, karena tak kunjung sembuh, 23 April berobat ke bidan lain tapi di desa yang sama,” ujarnya.

Baca Juga :  Wisuda ke-XXV, UTM Cetak 692 Generasi Terbaik

Pada 28 April, N periksa ke dokter Nunuk Kristiani di Burneh. Keluhan N bertambah, yakni batuk, pilek, dan sesak napas. ”Karena keluhannya mengarah ke Covid-19, oleh dokter Nunuk disarankan melakukan rapid test di RSUD Syamrabu,” terangnya.

Atas saran dokter, N langsung menuju RSUD Syamrabu untuk melakukan tes cepat. Hasilnya tenyata reaktif dan langsung dilakukan isolasi di rumah sakit. Sembari menjalani isolasi, yang bersangkutan diambil swab.

Pada 15 Mei N sempat keluar dari rumah sakit. Tetapi, dengan syarat isolasi mandiri di rumah. ”Tanggal 23 Mei hasil swab keluar dengan dinyatakan positif,” pungkasnya. (daf/luq)

- Advertisement -

BANGKALAN – Persebaran Covid-19 di Bangkalan terus meluas. Hingga Sabtu (23/5) atau H-1 Hari Raya Idul Fitri 1441 H sudah tembus 30 kasus. Dari 30 kasus di Bangkalan itu, enam diantaranya sudah sembuh, 23 dalam perawatan, dan seorang pasien meninggal dunia.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, pasien ke-30 Covid-19 berinisial N, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah. Perempuan 26 tahun itu dinyatakan terpapar setelah hasil swab positif keluar pada 23 Mei. ”N merupakan pasien positif ke-30 di Bangkalan,” kata Agus.

Menurut Agus, N mengeluhkan sakit batuk dan panas pada 18 April lalu. Lalu, yang bersangkutan berobat ke salah satu bidan desa setempat. ”Tapi, karena tak kunjung sembuh, 23 April berobat ke bidan lain tapi di desa yang sama,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemilik Warung Tetap Bayar Sewa Rp 150 Ribu


Pada 28 April, N periksa ke dokter Nunuk Kristiani di Burneh. Keluhan N bertambah, yakni batuk, pilek, dan sesak napas. ”Karena keluhannya mengarah ke Covid-19, oleh dokter Nunuk disarankan melakukan rapid test di RSUD Syamrabu,” terangnya.

Atas saran dokter, N langsung menuju RSUD Syamrabu untuk melakukan tes cepat. Hasilnya tenyata reaktif dan langsung dilakukan isolasi di rumah sakit. Sembari menjalani isolasi, yang bersangkutan diambil swab.

Pada 15 Mei N sempat keluar dari rumah sakit. Tetapi, dengan syarat isolasi mandiri di rumah. ”Tanggal 23 Mei hasil swab keluar dengan dinyatakan positif,” pungkasnya. (daf/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/