alexametrics
25.3 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Pemerintah Harus Perluas Lapangan Kerja

BANGKALAN – Tidak semua lulusan perguruan tinggi (PT) negeri maupun swasta di Bangkalan mempunyai pekerjaan. Pemerintah pun didesak mampu memperluas lapangan kerja. Dengan demikian, angka pengangguran di Kota Salak bisa ditekan.

Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Bangkalan Sunardjo menyampaikan, untuk mengatasi masalah tersebut, mahasiswa perlu diberikan bekal pengetahuan tentang berwirausaha. ”Selain kuliah sesuai jurusan masing-masing, juga perlu diasah kemampuannya. Perlu ada mata kuliah entrepreneurship juga,” katanya Selasa (22/5).

Keterampilan berwirausaha ditujukan agar lulusan bisa menciptakan lapangan kerja mandiri. PT juga perlu melakukan kerja sama dengan sejumlah instansi. Khususnya perusahaan yang bisa menampung dan menyerap para lulusan.

Baca Juga :  Cetak Insan BRILiaN Unggul, BRI Kembali Buka Program BFLP

Di sisi lain, lanjut Sunardjo, pemerintah juga harus memperluas lapangan kerja bagi para sarjana. Menurut dia, kualitas sumber daya manusia (SDM) Madura sudah banyak yang mumpuni. Tinggal lapangan kerja yang perlu dibuka seluas-luasnya.

”Investor perlu dipermudah untuk masuk ke Madura. Dengan investasi yang tinggi, bisa memperluas lapangan kerja juga,” jelas Sunardjo.

Mahasiswa juga perlu memperluas relasi dan meningkatkan skill individu. Dengan demikian, dunia usaha mudah melihat potensi yang dimiliki para lulusan perguruan tinggi.

Sementara itu, Plt Kabid Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Sri Suhartini menerangkan, pada awal 2018, jumlah pencari kerja (pencaker) 74 orang. Mereka kebanyakan dari kalangan sarjana. Tahun lalu dari jenjang S-1 59 orang.

Baca Juga :  Paving Proyek IKM Rp 10 Miliar Rusak

Sejauh ini, lanjut Sri Suhartini, penyerapan pencaker tidak bisa diprediksi. Tergantung pada lowongan kerja (loker) yang tersedia. Pihaknya berjanji akan mengupayakan penyaluran pencaker secara maksimal. ”Kami rekomendasikan sesuai kemampuan atau bidang keahlian pendaftar,” katanya.

Seperti diketahui, Januari–April 2018, pencaker lulusan diploma, S-1 dan S-2 yang terdaftar di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan 83 orang. Terdiri dari 7 diploma dan 74 sarjana.

Sementara untuk tamatan SD sebanyak 10 orang, SMP 1 orang, SMA/MA 30 orang, dan SMK 21 orang. Jumlah keseluruhan mencapai 143 pencaker yang tercatat di Disperinaker Bangkalan pada awal 2018.

 

BANGKALAN – Tidak semua lulusan perguruan tinggi (PT) negeri maupun swasta di Bangkalan mempunyai pekerjaan. Pemerintah pun didesak mampu memperluas lapangan kerja. Dengan demikian, angka pengangguran di Kota Salak bisa ditekan.

Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Bangkalan Sunardjo menyampaikan, untuk mengatasi masalah tersebut, mahasiswa perlu diberikan bekal pengetahuan tentang berwirausaha. ”Selain kuliah sesuai jurusan masing-masing, juga perlu diasah kemampuannya. Perlu ada mata kuliah entrepreneurship juga,” katanya Selasa (22/5).

Keterampilan berwirausaha ditujukan agar lulusan bisa menciptakan lapangan kerja mandiri. PT juga perlu melakukan kerja sama dengan sejumlah instansi. Khususnya perusahaan yang bisa menampung dan menyerap para lulusan.

Baca Juga :  Paving Proyek IKM Rp 10 Miliar Rusak

Di sisi lain, lanjut Sunardjo, pemerintah juga harus memperluas lapangan kerja bagi para sarjana. Menurut dia, kualitas sumber daya manusia (SDM) Madura sudah banyak yang mumpuni. Tinggal lapangan kerja yang perlu dibuka seluas-luasnya.

”Investor perlu dipermudah untuk masuk ke Madura. Dengan investasi yang tinggi, bisa memperluas lapangan kerja juga,” jelas Sunardjo.

Mahasiswa juga perlu memperluas relasi dan meningkatkan skill individu. Dengan demikian, dunia usaha mudah melihat potensi yang dimiliki para lulusan perguruan tinggi.

Sementara itu, Plt Kabid Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Sri Suhartini menerangkan, pada awal 2018, jumlah pencari kerja (pencaker) 74 orang. Mereka kebanyakan dari kalangan sarjana. Tahun lalu dari jenjang S-1 59 orang.

Baca Juga :  Rektor UTM: JPRM Jadi Barometer Media Madura

Sejauh ini, lanjut Sri Suhartini, penyerapan pencaker tidak bisa diprediksi. Tergantung pada lowongan kerja (loker) yang tersedia. Pihaknya berjanji akan mengupayakan penyaluran pencaker secara maksimal. ”Kami rekomendasikan sesuai kemampuan atau bidang keahlian pendaftar,” katanya.

Seperti diketahui, Januari–April 2018, pencaker lulusan diploma, S-1 dan S-2 yang terdaftar di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan 83 orang. Terdiri dari 7 diploma dan 74 sarjana.

Sementara untuk tamatan SD sebanyak 10 orang, SMP 1 orang, SMA/MA 30 orang, dan SMK 21 orang. Jumlah keseluruhan mencapai 143 pencaker yang tercatat di Disperinaker Bangkalan pada awal 2018.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/