alexametrics
19.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Nasi Campur, Rawon, dan Petis Amboina Tetap Favorit

BANGKALAN – Nasi campur, rawon, dan soto menjadi kuliner cukup diminati masyarakat Madura. Di Bangkalan, ada warung yang cukup terkenal dengan masakan tersebut. Yakni, warung Amboina.

Siapa yang tidak tahu dengan warung Amboina Bangkalan. Tempat makan tersebut menyajikan berbagai menu masakan. Jika dihitung, ada 11 menu dan 9 jenis minuman. Warung dengan cat hijau itu selalu didatangi pengunjung.

Sebelum tutup selama bulan puasa, Jawa Pos Radar Madura berkesempatan mengunjungi warung makanan legendaris tersebut. Di warung di Jalan Sultan Abdul Kadirun, Nomor 8, utara Masjid Agung Alun-Alun Bangkalan, itu koran ini ditemui pemiliknya, Abdul Latif Jabbar.

Ada tiga menu favorit yang paling banyak dipesan. Di antaranya, nasi campur, nasi petis, dan nasi rawon. Menurut dia, tidak ada ciri khas khusus pada masakannya. Yang istimewa, resepnya sudah diwarisi secara turun-temurun.

”Kami tidak tahu pasti karena yang kami jual khas makanan daerah. Seperti campur ada use’, atau tholothoh dalam bahasa Madura,” ujarnya.

Baca Juga :  BPKAD: Bisa Berubah karena Masih Dibahas TAPD dan Banggar

Meski tidak ada ciri khas, warung yang didirikan neneknya tersebut tidak pernah sepi. Bahkan, ada pelanggan yang sudah bertahun-tahun tetap menyukai kuliner tersebut.

”Tergantung selera orang. Semua berdasarkan penilaian orang. Nasi campur awalnya tidak ada. Cuma karena banyak permintaan, dijadikan menu juga,” kata Abdul Latif.

Dia menjelaskan, nasi campur merupakan menu dengan campuran nasi petis dan kuah rawon. Rasanya lebih variatif di lidah. Dia mengaku bersyukur usaha kuliner yang diwariskan secara turun-temurun itu masih eksis hingga saat ini.

”Kami tidak menarget harus sekian pelanggan per hari. Rezeki sudah ada yang mengatur,” ucapnya saat diwawancarai.

Abdul Latif memamparkan, warung Amboina tidak buka cabang di tempat atau daerah lain. Jadi, warung Amboina hanya satu. Hal itu juga terlihat pada beberapa plakat nama warung Amboina. Tertulis ”Hanya Satu, Tidak Buka di Tempat Lain”.

Baca Juga :  Resep Rahasia Bikin Rasa Berbeda

Pelanggan bisa memesan sekaligus makan di tempat. Bisa juga dibungkus. Bisa dinikmati di rumah. Selain itu, warung Amboina melayani pemesanan nasi kotak.

Beberapa menu yang tersedia di warung tersebut di antaranya soto babat usus. Komposisinya, babat, usus, dan telur. Kemudian, gule sapi. Terdiri atas daging gule, empal, dan paru/hati. Untuk rawon, sajiannya terdiri atas daging rawon, empal, dan paru/hati.

Lalu, ada menu osik daging. Komposisinya, telur petis, daging osik, dan suun. Ada juga menu keringan. Terdiri atas telur, empal, paru, hati, dan serundeng. Sementara nasi petis komposisinya terdiri atas telur petis, daging osik, empal, paru/hati, dan suun.

Setiap menu masing-masing disajikan menggunakan nasi dan sambal. Perlu diketahui, selama Ramadan, warung Amboina tutup.

 

 

BANGKALAN – Nasi campur, rawon, dan soto menjadi kuliner cukup diminati masyarakat Madura. Di Bangkalan, ada warung yang cukup terkenal dengan masakan tersebut. Yakni, warung Amboina.

Siapa yang tidak tahu dengan warung Amboina Bangkalan. Tempat makan tersebut menyajikan berbagai menu masakan. Jika dihitung, ada 11 menu dan 9 jenis minuman. Warung dengan cat hijau itu selalu didatangi pengunjung.

Sebelum tutup selama bulan puasa, Jawa Pos Radar Madura berkesempatan mengunjungi warung makanan legendaris tersebut. Di warung di Jalan Sultan Abdul Kadirun, Nomor 8, utara Masjid Agung Alun-Alun Bangkalan, itu koran ini ditemui pemiliknya, Abdul Latif Jabbar.


Ada tiga menu favorit yang paling banyak dipesan. Di antaranya, nasi campur, nasi petis, dan nasi rawon. Menurut dia, tidak ada ciri khas khusus pada masakannya. Yang istimewa, resepnya sudah diwarisi secara turun-temurun.

”Kami tidak tahu pasti karena yang kami jual khas makanan daerah. Seperti campur ada use’, atau tholothoh dalam bahasa Madura,” ujarnya.

Baca Juga :  Janji Bupati Ra Latif saat Melepas 4 Atlet PON

Meski tidak ada ciri khas, warung yang didirikan neneknya tersebut tidak pernah sepi. Bahkan, ada pelanggan yang sudah bertahun-tahun tetap menyukai kuliner tersebut.

”Tergantung selera orang. Semua berdasarkan penilaian orang. Nasi campur awalnya tidak ada. Cuma karena banyak permintaan, dijadikan menu juga,” kata Abdul Latif.

Dia menjelaskan, nasi campur merupakan menu dengan campuran nasi petis dan kuah rawon. Rasanya lebih variatif di lidah. Dia mengaku bersyukur usaha kuliner yang diwariskan secara turun-temurun itu masih eksis hingga saat ini.

”Kami tidak menarget harus sekian pelanggan per hari. Rezeki sudah ada yang mengatur,” ucapnya saat diwawancarai.

Abdul Latif memamparkan, warung Amboina tidak buka cabang di tempat atau daerah lain. Jadi, warung Amboina hanya satu. Hal itu juga terlihat pada beberapa plakat nama warung Amboina. Tertulis ”Hanya Satu, Tidak Buka di Tempat Lain”.

Baca Juga :  Utamakan Kenyamanan dan Pelayanan Prima

Pelanggan bisa memesan sekaligus makan di tempat. Bisa juga dibungkus. Bisa dinikmati di rumah. Selain itu, warung Amboina melayani pemesanan nasi kotak.

Beberapa menu yang tersedia di warung tersebut di antaranya soto babat usus. Komposisinya, babat, usus, dan telur. Kemudian, gule sapi. Terdiri atas daging gule, empal, dan paru/hati. Untuk rawon, sajiannya terdiri atas daging rawon, empal, dan paru/hati.

Lalu, ada menu osik daging. Komposisinya, telur petis, daging osik, dan suun. Ada juga menu keringan. Terdiri atas telur, empal, paru, hati, dan serundeng. Sementara nasi petis komposisinya terdiri atas telur petis, daging osik, empal, paru/hati, dan suun.

Setiap menu masing-masing disajikan menggunakan nasi dan sambal. Perlu diketahui, selama Ramadan, warung Amboina tutup.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/