24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Target Pendapatan Naik 10 Persen

Semua Unit Perumda Sumber Sejahtera Diminta Ikut Menagih

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Target pendapatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sumber Sejahtera Bangkalan naik. Yakni, dari tahun lalu Rp 27 miliar menjadi Rp 29 miliar.

Kabag Keuangan Perumda Sumber Sejahtera Bangkalan Subairi mengatakan, ada 26.007 saluran rumah (SR) yang menjadi pelanggan tetap. Mayoritas pelanggan tersebut berasal dari golongan rumah tangga. ”Yakni, 99 persen rumah tangga,” katanya Jumat (20/1).

Dijelaskan, tahun ini target pendapatan yang harus diperoleh sebesar Rp 29 miliar. Target tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. ”Tahun ini naik 10 persen,” tambahnya.

Selain dari hasil penjualan air ke pelanggan, sumber pendapatan perusahaan air terbesar di Bangkalan itu juga bersumber dari mobil tangki air. Ada lima tangki air yang dalam setahun dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp 200 juta.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Serahkan Data BSU Tahap II kepada Kemenaker

Selain pendapatan secara keseluruhan, setoran pendapatan asli daerah (PAD) juga mengalami kenaikan. Semula di 2022 Rp 545 juta, ditambah Rp 55 juta. ”Jadi rencana pembayaran PAD tahun ini menjadi Rp 600 juta,” tuturnya.

Menurutnya, pihaknya akan gencar menagih iuran pelanggan. Apalagi, tahun lalu tunggakan yang belum dibayar oleh pelanggan mencapai Rp 1 miliar. Kisarannya, dalam satu SR bisa mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta. ”Semoga mereka sadar untuk bayar tepat waktu,” pintanya.

Tingginya tunggakan pelanggan tersebut karena beberapa alasan. Misalnya, kondisi rumah kosong. Ada juga yang tidak sadar memiliki tunggakan. ”Kadang ada yang tidak sadar kalau belum bayar, jadi numpuk tunggakannya. Ada juga yang bayarnya masih nyicil,” jelasnya.

Baca Juga :  Universitas Trunojoyo Madura Gelar Sarasehan Pustaka Bersama KPK

Untuk mengejar target, instansi melakukan beberapa inovasi. Yakni, dengan melakukan unit reaksi cepat (URC) dan penurunan kehilangan air. Dengan cara menggalakkan semua pegawai perumda untuk melakukan penagihan.

”Semua pegawai digalakkan untuk menarik penagihan. Semua unit harus bekerja. Hal itu untuk menutupi tunggakan pelanggan,” pungkasnya. (ay/han)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Target pendapatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sumber Sejahtera Bangkalan naik. Yakni, dari tahun lalu Rp 27 miliar menjadi Rp 29 miliar.

Kabag Keuangan Perumda Sumber Sejahtera Bangkalan Subairi mengatakan, ada 26.007 saluran rumah (SR) yang menjadi pelanggan tetap. Mayoritas pelanggan tersebut berasal dari golongan rumah tangga. ”Yakni, 99 persen rumah tangga,” katanya Jumat (20/1).

Dijelaskan, tahun ini target pendapatan yang harus diperoleh sebesar Rp 29 miliar. Target tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. ”Tahun ini naik 10 persen,” tambahnya.


Selain dari hasil penjualan air ke pelanggan, sumber pendapatan perusahaan air terbesar di Bangkalan itu juga bersumber dari mobil tangki air. Ada lima tangki air yang dalam setahun dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp 200 juta.

Baca Juga :  Danrem Imbau Anggota Kodim Bangkalan Tingkatkan Sinergitas

Selain pendapatan secara keseluruhan, setoran pendapatan asli daerah (PAD) juga mengalami kenaikan. Semula di 2022 Rp 545 juta, ditambah Rp 55 juta. ”Jadi rencana pembayaran PAD tahun ini menjadi Rp 600 juta,” tuturnya.

Menurutnya, pihaknya akan gencar menagih iuran pelanggan. Apalagi, tahun lalu tunggakan yang belum dibayar oleh pelanggan mencapai Rp 1 miliar. Kisarannya, dalam satu SR bisa mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta. ”Semoga mereka sadar untuk bayar tepat waktu,” pintanya.

Tingginya tunggakan pelanggan tersebut karena beberapa alasan. Misalnya, kondisi rumah kosong. Ada juga yang tidak sadar memiliki tunggakan. ”Kadang ada yang tidak sadar kalau belum bayar, jadi numpuk tunggakannya. Ada juga yang bayarnya masih nyicil,” jelasnya.

Baca Juga :  Perusahaan Terancam Bangkrut, Pekerja Di-PHK
- Advertisement -

Untuk mengejar target, instansi melakukan beberapa inovasi. Yakni, dengan melakukan unit reaksi cepat (URC) dan penurunan kehilangan air. Dengan cara menggalakkan semua pegawai perumda untuk melakukan penagihan.

”Semua pegawai digalakkan untuk menarik penagihan. Semua unit harus bekerja. Hal itu untuk menutupi tunggakan pelanggan,” pungkasnya. (ay/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/