alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

DAK Lebih Banyak Digunakan Bangun Rumdin Kasek, RKB Hanya Satu Lembaga

BANGKALAN – Tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan kembali mendapat jatah dana alokasi khusus (DAK) 2018, yakni sebesar Rp 9.949.000.000. Sebagian anggaran ini digunakan untuk membangun 29 rumah dinas (rumdin) kepala sekolah (Kasek).

Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengutarakan, rencana pembangunan dan rehabilitasi tersebut sudah menjadi prioritas lembaganya di 2018. Pembangunan ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama untuk gedung dan ruang kelas.

Setiap tahunnya disdik memang mengajukan untuk pembangunan dan rehab sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. ”Ada juga yang butuh penambahan. Tapi, tetap harus bertahap. Tidak bisa semua dianggarkan,” katanya Senin (22/1).

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad meminta agar dana tersebut difungsikan sesuai ketentuan. Disdik harus benar-benar memprioritaskan pembangunan yang sangat berpengaruh bagi pendidikan. Misal ruang kelas dan perpustakaan.

Baca Juga :  Hardiknas di Tengah Ribuan Ruang Kelas Rusak

”Lain-lainnya itu bisa menyusul. Kalau kelas, bangunan sekolah, dan perpustakaan itu sangat diperlukan,” pintanya.

Berdasarkan hasil pengamatannya, di Bangkalan memang masih banyak sekolah yang minim infrastruktur dan fasilitas. ”Setiap tahun pasti dianggarkan. Tapi, harus gantian. Karena menyesuaikan dengan kondisi keuangan,” tukasnya.

BANGKALAN – Tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan kembali mendapat jatah dana alokasi khusus (DAK) 2018, yakni sebesar Rp 9.949.000.000. Sebagian anggaran ini digunakan untuk membangun 29 rumah dinas (rumdin) kepala sekolah (Kasek).

Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengutarakan, rencana pembangunan dan rehabilitasi tersebut sudah menjadi prioritas lembaganya di 2018. Pembangunan ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama untuk gedung dan ruang kelas.

Setiap tahunnya disdik memang mengajukan untuk pembangunan dan rehab sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. ”Ada juga yang butuh penambahan. Tapi, tetap harus bertahap. Tidak bisa semua dianggarkan,” katanya Senin (22/1).


Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad meminta agar dana tersebut difungsikan sesuai ketentuan. Disdik harus benar-benar memprioritaskan pembangunan yang sangat berpengaruh bagi pendidikan. Misal ruang kelas dan perpustakaan.

Baca Juga :  Rp 30 Miliar untuk Jalan Kepulauan

”Lain-lainnya itu bisa menyusul. Kalau kelas, bangunan sekolah, dan perpustakaan itu sangat diperlukan,” pintanya.

Berdasarkan hasil pengamatannya, di Bangkalan memang masih banyak sekolah yang minim infrastruktur dan fasilitas. ”Setiap tahun pasti dianggarkan. Tapi, harus gantian. Karena menyesuaikan dengan kondisi keuangan,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/