alexametrics
28.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

BPWS Bina Ratusan UMKM di Madura

BANGKALAN – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menggelar seminar pengembangan 480 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Gedung Rato Ebuh Bangkalan kemarin (22/1). Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan INOPAK Institute dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

Kepala Humas BPWS Faisal Yasir menyampaikan, seminar merupakan salah satu upaya BPWS mengangkat perekonomian di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. BPWS menggandeng INOPAK Institute dan GIZ dalam rangka memberikan pelatihan kepada 480 UMKM secara berkelanjutan.

”Akselerasi kemajuan di Madura itu ada dua hal. Yakni, infrastruktur dan SDM. Kami ingin menyiapkan SDM yang berkualitas,” ujarnya. Menurut Faisal, ke depan UMKM akan diberi pelatihan secara tuntas. Baik dilatih teknis produksi, teknis packaging, maupun dibina dalam pemasaran.

Baca Juga :  BPWS Gandeng Pemerintah Jerman Tingkatkan Produk IKM

”Di INOPAK dan GIZ ada pelatih-pelatih andal. Nanti UMKM akan dilatih, terutama cara memasarkan produk,” terangnya. Faisal menjelaskan, dari kegiatan ini diharapkan produk UMKM tidak hanya level nasional, namun berkelas internasional. ”Tidak muluk-muluk, kami ingin dari 480 UMKM minimal 60 persen berhasil,” paparnya.

Dia menyatakan, sebenarnya jauh sebelum seminar digelar, perwakilan GIZ dan INOPAK Institute melakukan survei dan keliling Madura. Hasilnya, mereka menilai Madura sangat potensial. Sebab, produk UMKM di Madura memiliki kekhasan tersendiri.

”Karena itu, kami sangat yakin produk UMKM di Madura bisa ke level internasional. Tentu dilatih dulu. Terus dilatih juga cara menjadikan produk itu jadi hit dan tren di masyarakat,” bebernya.

SDM dan infrastruktur di Madura harus selaras dan selalu berjalan beriringan. Sebab, manakala hanya getol di pembangunan, tapi SDM tidak dipikirkan, akan menjadi masalah. ”SDM harus dibenahi dan harus kuat. Ketika itu dilakukan, otomatis bisa menjadi tuan di daerahnya sendiri. Bukan lagi jadi penonton,” paparnya.

Baca Juga :  Pekerja SPAM Diduga Bukan dari Pemenang Lelang

Ketika UMKM di Madura sudah mandiri dan bisa meningkatkan produktivitas secara rutin, akan menyumbang pendapatan ke daerah. ”Intinya, kami ingin meningkatkan kualitas SDM Madura,” ujarnya.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bangkalan Abd. Hamid menyatakan, pihaknya menyambut baik upaya BPWS yang banyak memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berkiprah dan meningkatkan produktivitas. ”Semoga berkontribusi dan bisa dibimbing tuntas. Terus memberikan pembinaan kepada UMKM mengenai produk olahan dan pemasaran,” harap dia. 

- Advertisement -

BANGKALAN – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menggelar seminar pengembangan 480 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Gedung Rato Ebuh Bangkalan kemarin (22/1). Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan INOPAK Institute dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

Kepala Humas BPWS Faisal Yasir menyampaikan, seminar merupakan salah satu upaya BPWS mengangkat perekonomian di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. BPWS menggandeng INOPAK Institute dan GIZ dalam rangka memberikan pelatihan kepada 480 UMKM secara berkelanjutan.

”Akselerasi kemajuan di Madura itu ada dua hal. Yakni, infrastruktur dan SDM. Kami ingin menyiapkan SDM yang berkualitas,” ujarnya. Menurut Faisal, ke depan UMKM akan diberi pelatihan secara tuntas. Baik dilatih teknis produksi, teknis packaging, maupun dibina dalam pemasaran.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Tol Butuh Investasi Rp 2,6 Triliun

”Di INOPAK dan GIZ ada pelatih-pelatih andal. Nanti UMKM akan dilatih, terutama cara memasarkan produk,” terangnya. Faisal menjelaskan, dari kegiatan ini diharapkan produk UMKM tidak hanya level nasional, namun berkelas internasional. ”Tidak muluk-muluk, kami ingin dari 480 UMKM minimal 60 persen berhasil,” paparnya.

Dia menyatakan, sebenarnya jauh sebelum seminar digelar, perwakilan GIZ dan INOPAK Institute melakukan survei dan keliling Madura. Hasilnya, mereka menilai Madura sangat potensial. Sebab, produk UMKM di Madura memiliki kekhasan tersendiri.

”Karena itu, kami sangat yakin produk UMKM di Madura bisa ke level internasional. Tentu dilatih dulu. Terus dilatih juga cara menjadikan produk itu jadi hit dan tren di masyarakat,” bebernya.

SDM dan infrastruktur di Madura harus selaras dan selalu berjalan beriringan. Sebab, manakala hanya getol di pembangunan, tapi SDM tidak dipikirkan, akan menjadi masalah. ”SDM harus dibenahi dan harus kuat. Ketika itu dilakukan, otomatis bisa menjadi tuan di daerahnya sendiri. Bukan lagi jadi penonton,” paparnya.

Baca Juga :  Penghargaan Bagi Pelanggan Potensial

Ketika UMKM di Madura sudah mandiri dan bisa meningkatkan produktivitas secara rutin, akan menyumbang pendapatan ke daerah. ”Intinya, kami ingin meningkatkan kualitas SDM Madura,” ujarnya.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bangkalan Abd. Hamid menyatakan, pihaknya menyambut baik upaya BPWS yang banyak memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berkiprah dan meningkatkan produktivitas. ”Semoga berkontribusi dan bisa dibimbing tuntas. Terus memberikan pembinaan kepada UMKM mengenai produk olahan dan pemasaran,” harap dia. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/