21.6 C
Madura
Friday, December 9, 2022

Ra Latif Serahkan Bantuan untuk Korban Angin Puyuh

BANGKALAN – Belasan warga yang menjadi korban angin puyuh di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang mulai dapat tersenyum. Itu setelah, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron hadir untuk menyapa dan menyerahkan bantuan secara langsung Selasa (22/11).

Pria yang biasa disapa Ra Latif itu mengatakan, ada 14 rumah warga, satu masjid dan satu yayasan yang rusak akibat disapu angin ribut, Minggu (20/11). Lokasi bencana tersebar di dua dusun. Yakni, lima rumah di Dusun Tengginah dan sisanya di Dusun Barat Lorong. ”kerusakannya ringan,” ucapnya.

Ada beberapa bantuan yang diserahkan kepada korban. Di antaranya, sembako dan bahan-bahan material seperti asbes dan genting. Bantuan tersebut diberikan sesuai tingkat kerusakan.

Baca Juga :  Disdik Sampang Ucapkan Selamat secara Langsung

”Semoga bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat,” tutur orang nomor satu di Bangkalan tersebut.

Ra Latif mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca buruk beberapa hari ke depan. Sebab, cuaca ekestrim diprediksi akan terjadi di beberapa daerah, termasuk di Bangkalan.

”Potensi bencana sudah kita petakan, Bangkalan masuk kategori hidrometeorologi. Misanya seperti banjir, longsor, cuaca ekstrim dan kekeringan,” terangnya.

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu menyatakan, pemerintah melibatkan berbagai unsur dalam penanganan bencana. Di antaranya personel TNI dan Polri. Sinergitas tersebut akan menjadi kunci utama dalam penanganan bencana di Bangkalan. ”Sehingga dampak buruk dari bencana dapat diminimalisir,” ulas Ra Latif.

Baca Juga :  Breaking News! Sore Ini, Gus Acing Dilantik Jadi Wabup Pamekasan di Grahadi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Sugianto Zein menyatakan, penanganan bencana butuh peran semua pihak. Mulai dari tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda. Karena itu, kolaborasi antar stakeholder menjadi salah satu instrumen penting dalam penanganan bencana.

“Mari semuanya berkolaborasi dan tidak jalan sendiri-sendiri dalam penanganan dampak bencana,” ajaknya. (jup/daf/par)

BANGKALAN – Belasan warga yang menjadi korban angin puyuh di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang mulai dapat tersenyum. Itu setelah, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron hadir untuk menyapa dan menyerahkan bantuan secara langsung Selasa (22/11).

Pria yang biasa disapa Ra Latif itu mengatakan, ada 14 rumah warga, satu masjid dan satu yayasan yang rusak akibat disapu angin ribut, Minggu (20/11). Lokasi bencana tersebar di dua dusun. Yakni, lima rumah di Dusun Tengginah dan sisanya di Dusun Barat Lorong. ”kerusakannya ringan,” ucapnya.

Ada beberapa bantuan yang diserahkan kepada korban. Di antaranya, sembako dan bahan-bahan material seperti asbes dan genting. Bantuan tersebut diberikan sesuai tingkat kerusakan.

Baca Juga :  Sinergikan Pembangunan Madura

”Semoga bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat,” tutur orang nomor satu di Bangkalan tersebut.

Ra Latif mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca buruk beberapa hari ke depan. Sebab, cuaca ekestrim diprediksi akan terjadi di beberapa daerah, termasuk di Bangkalan.

”Potensi bencana sudah kita petakan, Bangkalan masuk kategori hidrometeorologi. Misanya seperti banjir, longsor, cuaca ekstrim dan kekeringan,” terangnya.

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu menyatakan, pemerintah melibatkan berbagai unsur dalam penanganan bencana. Di antaranya personel TNI dan Polri. Sinergitas tersebut akan menjadi kunci utama dalam penanganan bencana di Bangkalan. ”Sehingga dampak buruk dari bencana dapat diminimalisir,” ulas Ra Latif.

Baca Juga :  Fungsi Alat Uji Kendaraan Milik Dishub  Tak Akurat
- Advertisement -

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Sugianto Zein menyatakan, penanganan bencana butuh peran semua pihak. Mulai dari tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda. Karena itu, kolaborasi antar stakeholder menjadi salah satu instrumen penting dalam penanganan bencana.

“Mari semuanya berkolaborasi dan tidak jalan sendiri-sendiri dalam penanganan dampak bencana,” ajaknya. (jup/daf/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/